
Kita Lanjut Babang Erick dulu ya........,
Nila telah selesai dengan urusan masakannya..kini maknaan itu sudah tertata rapih di atas meja makan..dia menunggu Erick turun.. sebenarnya Nila sudah lapar tapi karena Nila punya sopan santun jadi dia lebih memilih menunggu pemilik Apartemen saja.
"Laper tapi Erick belum turun..makan dulu juga nggak sopan..huhh sabar Nila tunggu Erick sebentar lagi"
Nila memilih membuatkan kopi untuk Erick sementara dia hanya bisa minum teh karena Nila alergi terhadap kopi.
Tal begitu lama akhirnya Erick turun dan menuju meja makan..dia melihat banyak makanan di atas meja kelihatannya enak.
"Kau sudah makan..?"tanya Erick setwlh berhasil mendaratkan bokongnya di atas kursi.
"Belum..aku menunggu kamu dulu"
"Baiklah ayo makan.."
"Iya.. sebentar aku ambilkan mopimu dulu"
Erick tertegun sejenak..begini rasanya di layani layaknya menjadi suami..ah jadi pengin nikah deh.. pantesan si bos bucinnya akut dan kronis..orang nikmat tiada Tara walau belum ada hubungan apapun.
Nila datang dari dapur sambil membawa secangkir kopi dan teh..dia letakkan kopi itu di hadapan Erick..tak berhenti di situ saja..Nila bahkan melayani Erick seperti mengambilkan nasi dan juga lauknya...ah seperti di layani istri saja.
"Ehmmm mau pakai lauk apa..?"
"Ah..em..ayam sama sayur ini saja.. terimakasih"
"Baiklah.. sama-sama"
Mereka makan dengan suasana tenang..Erick terpesona dengan kenikmatan maknan yang dia santap saat ini..sungguh enak di lidahnya seperti masakan ibunya.
"Kau pintar memasak ya rupanya..?"
"Haha..tidak terlalu..hanya terbiasa dan suka saja"
"Begitu..tapi ini enak sekali..lihat aku saja sampai nambah 2x dan benar-benar kenyang perutku sekarang"
"Kau terlalu memujiku.. terimakasih"
"Sama-sama.. ehm.. bagaimana dengan pamanmu..apa dia ada menghubungi mu..?"
Nila terdiam dan menoleh ke arah Erick..dua tersenyum hambar saat memikirkan pamannya..sakit masih di rasa hatinya..kejam itulah sebutan yang pas untuk orang seperti nya.
"Entahlah Rick..aku tak tau..aku tak punya kemampuan untuk melawannya"ucap Nila lirih..dia sakit jika mengingat bagaimana pamannya merampas harta satu-satunya peninggalan orang tuanya.
__ADS_1
"Apa kau mau ku bantu..katakan saja aku siap..anggap aku keluargamu" Erick menawarkan bantuan pada Nila..dia kasihan juga melihat Nila di tindas.
"Tidak usah nanti malah merepotkan mu..biarkan saja " Nila tersenyum walau hatinya remuk.
"Kau yakin..jika berubah pikiran katakan padaku aku selalu siap membantu mu"
"Terimakasih..kau baik sekali Rick padaku..aku tak tau jika kau tak menolong ku saat itu..mungkin aku sudah jadi gelandangan"
"Tidak usah sungkan..sudah jadi kewajiban ku menolong sesama..bukan begitu..?"
"Iya kau benar..sekali lagi terimakasih"
"Sama-sama"
Mereka menyelesaikan percakapannya sampai di situ..Erick kembali ke ruang kerjanya sementara Nila dia membereskan piring bekas makan mereka..dia begitu telaten,rajin dan trampil dalam mengurus rumah.
*
*
*
*Kembali ke Laura dan Rey juga baby Gio dan Gia.........*
"Baby lihatlah Gio mengejekku.." ucap Rey ketika melihat Gio menyusu dengan melirik ke arah nya.
"Sudahlah by.. Gio hanya bayi masa kau sakit hati di ledek oleh anakmu sendiri..?"
"Ishhh..tau ah..kau jahat sekarang..tidak sayang lagi pada suamimu..huhh"
Laura hanya mampu menghela nafasnya saja melihat sikap Rey yang tiba-tiba berubah jadi pencemburu dan ngambekan..huhh bayi ketiga memang lebih merepotkan.
"Sudah ya nanti Laura akan bantu hubby mau tidak..?"
Rey langsung berbalik cepat dan menatap Laura lekat..dia berusaha mencari kebohongan di sana namun hasilnya nihil.
"Kau serius sayang..beneran..?"
"Iya by..tapi nanti ketika anak-anak sudah tidur ya..?"
"Baiklah bmbaby..aku menunggumu"
Laura tersenyum manis ke arah Rey..Rey memeluknya mesra sesekali dia toel-toel pipi gembul Gio yang tengh menyesap sumber makanannya..ada rasa ingin namun dia harus tahan karena kondisinya tidak memungkinkan.
__ADS_1
'Sabar Rey..sabar..masih ada 38 hari lagi.. kasihanilah Istri mu yang sudah memberikan dua malaikat untukmu' bisik Rey dalam hati untuk mengingatkan nya.
Rey diam sambil sesekali menyentuh squisy kenyal Laura..Gio seakan sadar jika sang Dady berusaha mencuri-curi kesempatan..Gio menutupi bagian squisy ibunya dengan tangannya dan itu berhasil membuat Rey menatapnya tajam.
Gio bodoh amat dia masih enak dengan makanannya..biarin aja Dady ngamuk toh nggak akan berani kalau ada momynya.
Gio nakal dan usil ya ternyata.
Sementara itu Rey beralih oada anaknya yang satu.. princess kesayangannya..dia benar-benar memanjakan Gia walau masih kecil.
"Hey princess...kau sudah bangun hm..mau main sama Dady nggak..?"
Rey setia dengan menciumi seluruh wajah Gia..bahkan Gia sampai ngulet beberapa kali dan menutup wajah Rey dengan tangannya agar berhenti menciumi nya..tapi namanya Rey mana ngerti arti bahasa tubuh bayi.
"By sini bawa Gia.. Gio sudah tidur"
"Ok baby"
Rey meletakkan Gia perlahan di atas pangkuan istri nya..dia melihat pucuk squisy nya Laura meras seperti lecet..kasihan tapi mana bisa dia menggantikan.. squisy nya kan datar mana pucuknya kecil seperti upil.
"Baby apa tidak sakit itu..?"
"Sakit..tapi nggak terlalu di rasa by..udah kewajiban Laura sebagai seorang ibu"
"Aku beruntung bisa memiliki mu baby.. terimakasih"
"Sama-sama by"
Rey memeluk Laura mesra..dia semakin sayang dan cinta pada istrinya..walau Laura gadis polos dan lugu awalnya..tapi sekarang lihatlah dia sudah berkembang menjadi seorang istri sekaligus ibu yang dewasa..Rey bahagia dengan perubahan Laura yang semakin meningkat.
Sementara itu mama Rey juga mertuanya masih di bawah..mereka tidak sbaar bermain lagi dengan dua cucu nya..padahal tadi habis main sampai pipi kedua bocah itu merah akibat lipstik Omanya yang tertinggal di pipi mereka.
"Jeng aku istirahat dulu ya..lelah juga..apa aku sudah semakin tua ya..?"
"Kita sudah semakin tua jeng..makannya harus rajin berolahraga dan juga perawatan agar tetap seperti 20tahunan "
Mereka berdua tertawa..sungguh Omanya si kwmbar benar-benar SE konyol itu..tapi tidak apa-apa mereka sangat menyayangi si kembar..bahkan tak ingin berpisah barang sedikitpun.
"Sudah mom menggosipnya..?" tanya tuan Wilson pada sang istri.
"Siapa yang menggosip sih dad..orang kita lagi mikirin buat perawatan biar masih seperti 20 tahunan"
Tuan Wilson hampir terngakak mendengar penuturan istri nya..tapi dia tahan agar tak meledak tawanya.. bisa-bisa di hapuskan jadwal jatahnya.
__ADS_1
Bersambung.........