PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 82_Penyesalan Mama Rey


__ADS_3

Laura tak jadi pergi dia akhirnya kembali ke kamarnya..dia enggan menatap mertuanya..dia kecewa dengan sikp mama Rey yang tiba-tiba menjadi bodoh.


"Baby..maafkan momy ya..percayalah aku tidak akan pernah menuruti keinginan momy..aku tidak pernah melakukan hal konyol dengan siapapun.."


"Iya..Laura tau by"


"Terus kenapa kamu mau ninggalin aku baby..aku nggak bisa hidup tanpa mu baby..aku bisa gila jika tiada kau di sisiku"


"Laura hanya tidak ingin hubby menjadi anak yang pembangkang..demi kebaikan bersama lebih baik Laura yang mengalah by hiks"


Rey mengerti dengan perasaan Laura.. dia hanya tidak ingin membuat mamanya sedih akan sikap Rey yang tak patuh..tapi apapun itu Rey tidak akan pernah mau menikahi wanita yang jelas-jelas tidak tau asal usulnya.


Mama Rey sejak tadi merenungkan kembali perkataan Laura dan juga suami dan anaknya..apa benar dia di Bodohi oleh wanita itu..tapi sudah jelas sekali bahwa foto Rey dan wanita itu benar-benar ada.


"Laura maafin momy nak..kau pasti sakit hati juga marah pada Momy..tapi momy lakukan ini untuk kebaikan bersama..mengertilah"


Mama Rey benar-benar dilema..dia tak ingin kehilangan menantu kesayangan nya tapi dia juga tak ingin nama keluarga Wilson menjadi buruk di mata orang-orang.


Tak berapa lama Erick datang membawa sebuah dokumen..dia akan menyerakan dokumen itu pada mama,papa,Rey dan Laura serta wanita yang tidak tau malu itu.


Tuan Jonathan dan istrinya datang setelah mendengar kabar dari susternya si kembar dan baby G bahwa Rey di suruh menikah lagi oleh mama Rey.


Tuan Jonathan dan istrinya marah dan kecewa dengan mama Rey.. bisa-bisanya dia mempunyai pikiran dangkal seperti ini.


Jika Rey benar-benar akan menikahi wanita itu maka tuan Jonathan dan istrinya akan membawa Laura dan si kembar berserta baby G pergi sejauh mungkin dari jangkauan Keluarga Wilson.


"Mom..dad..kalian datang..?"


Sapa Erick yang masih menunggu yang lainnya..dia juga kesal dengan pemikiran mama Rey..segitu mudahnya percaya dengan bukti palsu.


"Nak Erick..kau mau apa ke sini..dimana Rey..?"


"Erick mau anter ini untuk semua anggota keluarga dad.. sebenar lagi mereka turun.."


"Baiklah"


Benar saja tak berapa lama kemudian semuanya turun termasuk wanita yang mengaku hamil anak Rey.


Mama Rey menatap tuan Jonathan dan istrinya dengan tatapan malu.. bagaimana menjelaskan pada mereka.


"Kau datang Jo..apa sudah lama..?"


"Langsung jelaskan pada intinya..jangan basa basi".


Laura dan Rey duduk berdampingan..papa Rey duduk sendirian di sofa single..mama Rey duduk di samping Marsya..papa Rey begitu kecewa dan marah dengan istrinya.


Mama Rey menjelaskan semuanya dan juga menyerahkan bukti foto Rey dan Marsya yang tengh berpelukan tanpa busana dan hanya tertutup selimut.

__ADS_1


Tuan Jonathan tertawa melihat foto yang dia lihat ini..betapa bodohnya mama Rey..dia bahkan tidak bisa membedakan mana asli mana editan.


"Apakah kau percaya dengan foto ini jeng...?" Tanya mama Laura pada mama Rey.


"Buktinya sudah jelas jeng..aku juga tak ingin percaya tapi semua bukti memang nyata.."


"Baiklah jika kau tau kebenarannya jangan pernah menyesal karena aku akan membawa Laura beserta ketiga anaknya pergi jauh dari jangkauan Keluarga bodoh ini"


"Jeng..jangan seperti ini..jangan persulit kami jeng.. mengertilah"


"Yang harusnya mengerti itu kau jeng..apa kau tak bisa membedakan mana foto asli dan mana editan..apa kau tidak pernah sekolah jeng..bodoh sekali kau, dengan mudahnya menyuruh Rey menikah lagi dengan wanita yang jelas-jelas tidak tau asal usulnya..aku tidak akan membiarkan anakku tersakiti oleh keluarga bodoh kalian"


"Mom..jangan seperti ini" ucap Laura pada mama nya.


"Biarkan sayang..momy tidak rela anak momy di sakiti..lebih baik kau dan ketiga anak mu ikut Momy pergi jauh dari sini agar keluarga Wilson bisa menikahkan Rey dengan wanita itu" jawab mama Laura yang sudah hilang kesabaran menghadapi besannya.


Rey semakin takut..dia tak ingin Laura di bawa kemanapun..dua hanya butuh Laura dan anak-anak.


"Mom..jangan bawa Laura dan anak-anak Rey mohon mom..Rey tidak akan pernah mau menikahi wanita gila itu..Rey hanya mencintai Laura mom..jangan pisahkan Rey dan Laura mom..jika memang momy mau membawa Laura maka bawa Rey juga mom please" Rey memohon pada sang mertua agar tidak membawa Laura dan anak-anak nya.


Mama Laura juga sakit melihat dua hati yang tersakiti karena kebodohan seseorang.


Erick menyerahkan dokumen yang dia bawa pada mama Rey..dia buka dan perlihatkan pada mama Rey.


"Momy lihat ini dulu baru bisa memutuskan" ucap Erick sekenanya.


Mama Rey membuka dokumen itu dan melihat isinya..dia tercengang melihat foto yang sama tapi beda laki-laki nya..apalagi di situ tertera tanggal,bulan dan tahunnya bahkan jam pun tertera di foto itu.


Mama Rey tercengang mwbgetahi fakta bahwa dia telah di bodohi oleh wanita murahan seperti Marsya.


"Kau.. beraninya kau membohongiku hah.."


"B..bi..bibi..aku.. sebenarnya..em..maaf bi.. Marsya begitu mencintai Rey"


Plak.....


Mama Rey menampar Marsya dengan sekuat tenaga..dia marah karena kebodohannya hampir saja dia menghancurkan rumah tangga anaknya sendiri.


Mama Rey menatap Laura yang enggan menatap nya..Laura memalingkan wajahnya saat mama Rey menatapnya..dia masih kecewa dan sakit hati dengan tingkah bodohnya mama Rey.


Mama Rey menyuruh anak buahnya untuk membawa Marsya ke kantor polisi..namun anak buahnya menatap Rey dan mengerti dengan kode yang Rey berikan.


Makanan Leon otw...😁


Suasana hening.. masing-masing diam..tidak ada yang bergeming.


"Mom..Laura ikut momy dan Dady pulang.. sebentar Laura bersiap"

__ADS_1


Rey melihat Laura pergi dia mengikuti Laura sampai di kamar.


"Baby jangan tinggalkan aku sayang hiks.. please baby"


"By..?"


"Ya katakanlah sayang"


"Kau sayang pada Laura..?"


"Tentu saja..mengapa bertanya seperti itu "


"Jika kau sayang pada Laura maka maukah kau ikut Laura ke rumah Dady Jo..?"


"Tentu saja sayang.. sebentar biar aku ambil barang-barang ku"


Laura tersenyum..dia tak ingin tinggal di sini untuk sementara waktu..dia ingin menenangkan diri dan menghindari mama Rey dulu karena jujur Laura masih begitu kecewa dan sakit hati.


Tak berapa lama kemudian Rey dan Laura sudah siap..Rey menggendong si kembar sementara itu baby G di gendong Laura...sang suster membawa barang-barang tuan dan nyonya nya.


Laura pamit pada papa Rey..dia melewati mama Rey karena jujur dia tak ingin bertegur sapa sementara biar mama Rey memikirkan lagi dengan matang kesalahannya.


"Dad Laura dan anak-anak pamit dulu ya.."


"Baiklah sayang.. hati-hati di jalan..selalu kabari Dady ya"


"Baiklah dad.."


Laura langsung pergi tanpa menoleh ke arah mama Rey..dia pergi dari rumah itu.


Rey juga sama dia tak ingin bicara dengan sang momy Rey juga tidak bertegur sapa atau pamit pada mamanya.


Laura dan Rey juga anak-anaknya pergi dari rumah itu menuju kediaman tuan Jonathan..mama Rey begitu menyesal akan kebodohannya..dia membuat Rey ,suami,dan menantunya marah padanya..harusnya dia bisa lebih teliti lagi.


Mama Rey hanya bisa menangisi kepergian Rey dan Laura beserta ketiga cucunya..papa Rey hanya diam menatap dingin istri bodohnya.


"Lain kali jika kau berbuat seperti ini lagi maka aku yang akan menceraikan mu"


Setelah berkata seperti itu papa Rey masuk ke kamarnya dan mengunci pintu..dia tidak ingin bersama istrinya dulu sementara waktu..biarkan istrinya memikirkan lagi kesalahannya.


*


*


Sementara itu Marsya sudah berada di markas kematian..dia tengh menunggu ajalnya datang..dia bermain dengan keluarga Wilson maka kematian yang akan dia dapatkan.


Di kandang Leon tengh melihat calon makanannya yang sebentar lagi akan dia nikmati..sabar ya Leon sampai Rey memberikan perintah selanjutnya.

__ADS_1



Kira-kira ekspresi wajah Leon ketika melihat sang calon mainannya.


__ADS_2