PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 42 #S2_Mengeksekusi


__ADS_3

Gia melilitkan cambuk itu pada leher Joe..Joe berteriak kesakitan dan kepanasan..rasa itu menjadi satu hingga membuatnya begitu tersiksa.


"Arghhhh sakit..lepaskan aku..arghhhhh"


"Arghhhhhh.. lepaskannnn"


"Jika kau mau aku lepaskan maka katakan siapa yang menyuruhmu..?"


"Arghhhhhh..baiklah..baiklah aku akan mengatakannya"


"Bagus...katakan"


"Mereka adalah Ava dan Alice..mereka mengaku sebagai musuhmu dan telah menderita karena ulahmu"


"Ava Alice..siapa mereka..aku tidak merasa mempunyai musuh..huhh baiklah kau sudah tidak di butuhkan lagi beristirahat lah" Gia lalu menarik lilitan cambuk panas itu dari leher Joe dan membuat lehernya sobek seketika.


Daging beserta kulit leher Joe menciprat kemana-mana.. Gia tersenyum melihat korbannya sudah tidak berdaya..Joe sudah di ambang hidup dan mati..Gia membantu pria itu agar cepat sampai di alam akhirat.


Gia mengambil pedang yang biasa Gio pakai..dia keluarkan dari sarungnya dan di lap sebentar sebelum di gunakan..setelah di lap Gia menempelkan pedang itu pada sela-sela leher dalam Joe kemudian dia tarik dan seketika lehernya putus dan Joe sudah tak bernyawa.


"Lempar tubuhnya kedalam kolam Coco sisakan untuk Wolfy dan Tiger"


"Baik nona"


"Urus sisa nya aku harus bersih-bersih dulu"


"Baik nona"


Gia menuju ruangan tempat Gio beristirahat..dia ke kamar mandi dan membersihkan diri di sana..setelah selesai dia memakai pakaian Gio dia tak mungkin pulang dengan pakaian berdarah-darah bisa histeris Mommy nya.


Gia pulang ke rumah setelah seharian beraktivitas..dia lelah..jujur dia jarang sekali mengeksekusi para bedebah itu tapi karena saat ini Gio tidak bisa maka dia sendiri yang harus turun tangan.

__ADS_1


Di antara keempat anak Rey hanya Genie yang tidak suka mengeksekusi korbannya..Genie cenderung lebih suka melihat mayatnya langsung daripada mengeksekusi..berbeda dengan Gia bisa di bilang Gia itu kebalikan dari Genie.


Sampailah Gia di rumah dan di sambut oleh kedua orang tuanya..dia menghampiri Mommy nya kemudian Daddy nya..sudah biasa para anak-anak bertingkah seperti itu pada kedua orangtuanya..bisa di bilang rutinitas setiap hari.


"Kau darimana princess kenapa baru pulang..?" tanya Rey yang khawatir dengan anak perawan nya.


"Aku sibuk sekali dad.. ternyata jadi Daddy nggak mudah ya..IM proud of you dad..i love you so much"


Rey dan Laura hanya terkekeh..anak gadisnya itu melebih-lebihkan perkataan nya..mereka senang anak-anak tidak merasa canggung seperti kebanyakan anak lain..keempat anak mereka sangat terbuka sekali dengan kedua orangtuanya..hanya Gio yang sedikit tertutup seperti Rey.


"Sudah sana ke kamarmu mandi dan makan dulu lalu istirahat..mommy buatkan susu untukmu nanti"


"Nggak usah mom..biar Gia sendiri aja..mommy jangan capek-capek"


"Kau pikir mommy sudah tidak bisa melakukan apapun hah..anak ini"


"Sudah baby benar kata anak kita kau tidak boleh capek-capek oke"


Laura bangkit menuju kamar..dia kesal karena di anggap sudah tidak bisa berbuat apapun lagi..memang usianya sudah tidak muda lagi dan tenaganya juga tidak seperti dulu lagi..dia kadang mengeluh sakit pinggang dan juga rematik.


"Benar kata Gia aku kan sering encok Sekarang..huhh faktor U tidak bisa menghianatiku ternyata" gumam Laura ketika sudah sampai di kamar.


Skip>>>>>>>>>


Gio mendapatkan kabar bahwa adik perempuan nya atau kembaran nya itu memasuki markas dan melakukan ekseskusi.. Gio terkejut karena setaunya Gia jarang sekali bahkan bisa di bilang baru sekali ke markas dan itu juga hanya melihat proses eksekusi.


Gia tidak biasanya melakukan eksekusi sendirian..biasanya dia akan di temani dirinya atau Gian..tapi ini dia bahkan tidak di kabari oleh Gia ataupun Gian.. sepertinya adik-adiknya semakin berani.


"Sayang aku ke rumah mommy dan Daddy ya besok..?"


"Iya by tapi jangan lama-lama anak-anak merindukan mu nanti" ucap Alana yang tengah mengandung anak kembar berusia 4bulan.

__ADS_1


Gio mendekati Alana dan berjongkok di depan perut buncit Alana..dia kecup perut buncitnya dan di usap-usap..dia senang melakukan kegiatan baru itu..rasanya seperti mendapat mainan baru.


"Anak-anak Daddy jangan nakal ya besok..Daddy mau ke rumah Grandma dan Grandpa..yang nurut ya kalian di dalam..jangan bikin mommy susah ya anak-anakku"


"Iya Daddy kami janji akan nurut" ucap Alana dengan suara khas bak anak kecil.


Gio tertawa mendengar celotehan istrinya..dia bangkit dan mendekap tubuh istrinya yang sudah banyak perubahan mulai dari kaki yang bengkak..tangan yang mengembang seperti adonan roti..perut yang tadinya rata sekarang sudah berisi dua nyawa tambahan dan itu semua adalah hasil perbuatannya.


"Baby maafkan aku telah membuat mu seperti ini"


"Maksudnya..?"


"Lihatlah..tubuhmu melar kakimu bengkak..tanganmu juga bengkak bahkan cincin pernikahan kita harus dilepas karena tidak muat di jari manis mu..maaf aku janji tidak akan membuatmu seperti ini lagi setelah ini"


"Hubby..kau ini melantur atau bagaimana..resiko orang hamil ya begini by..mommy Laura dan mommy Vanya juga mengalaminya dulu sewaktu mengandung kita..Nana menikmati setiap proses nya by.. Nana bahagia asalkan hubby tetap setia dan tidak menghianati cinta kita"


"Tidak akan mungkin sayang..aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh itu..tidak akan..aku berjanji sayang..demi nyawaku dan seluruh hidup ku"


"Sudah by jangan di bahas lagi..bantu Nana ke kamar mandi"


"Baiklah ayo sayang"


Gio membantu Alana ke kamar mandi..dia selalu menjadi suami siaga..dia ingin seperti Daddy nya dan Daddy Samuel juga para Opa dan Oma nya yang selalu setia dengan satu perempuan hingga usia tak lagi muda dan maut lah yang memisahkan mereka.


Skip>>>>>>>>>>>>


"Georgia..nama yang indah seindah orangnya..aku semakin penasaran dengan wanita itu..dia memiliki pesona yang kuat..begitu menawan"


Orang itu semakin penasaran dengan Gia..entahlah sejak kapan dia mulai tertarik dengan wanita itu..dia selalu memantau informasi mengenai Gia tapi selalu saja tidak menemukan apapun.. identitas Gia sangatlah rapat dan sulit di tembus.


Dia sudah jatuh hati dengan Gia saat melihatnya tengah melawan beberapa perampok di kota x..dia tak sengaja melihat aksi Gia saat itu di saat dia hendak masuk ke dalam minimarket itu.

__ADS_1


Dia terpesona dengan keberanian wanita itu yang dengan berani menghajar lawannya tanpa kenal takut..mulai dari situlah dia mencari informasi mengenai Gia tapi identitas aslinya tersimpan rapat dan sangat sulit untuk di tembus.


__ADS_2