
Flashback off..........
Laura tengah duduk di taman rumahnya dia bersama Gia..tadi Gia tidak tau kenapa tiba-tiba rewel karena Laura tidak mau Gio dan baby G terbangun dari tidurnya maka Laura membawa Gia ke taman untuk melihat bunga yang berwarna-warni.
"Gia suka bunga..momy juga suka"
Gia hanya mengoceh ntah apa Laura tidak terlalu paham dengan bahasa yang Gia gunakan.
"Udah panas kita masuk ke dalam lagi yuk sayang"
Laura hendak beranjak dari tempat nya tiba-tiba dari belakang dia di bekap kain yang sudah di beri obat bius..seketika Laura tak sadarkan diri.. sementara Gia dia juga di bawa orang itu.
"Target kami dapatkan bos"
"Bagus..bawa ke tempat yang sudah di janjikan sebelumnya"
"Baik bos"
"Ya"
Orang itu adalah Sarah..dia menyiapkan rencana cadangan jika Rey berbuat macam-macam..setidaknya dengan keberadaan Laura dan anaknya maka Rey tidak akan mungkin bisa berkutik lagi.
"Akhirnya sebentar lagi kau akan mati di tanganku Rey.. Keluarga Wilson semuanya juga akan berakhir di tanganku hahaha..akulah pemenang nya di sini hahahaha"
Sarah menghubungi rekan bisnis nya..dia bekerja sama dengan orang yang membenci Rey dan dia berhasil menggaet salah satu dari mereka yaitu Jeremy Renner salah seorang pengusaha yang selalu kalah saing dengan Rey.
"Target sudah ku kirim..lakukan tugasmu ingat jangan sakiti bayinya..siksa perempuan itu jangan sampai mati dulu sebelum aku membunuh Rey dengan tanganku sendiri.."
"Aku tau..tenang saja"
"Baiklah"
Telfon terputus Sarah beraiap menuju lokasi yang Rey tentukan sementara Laura sudah ada di dalam genggaman rival Rey.
Di tempat Laura di sekap Laura di siksa habis-habisan..dia benar-benar sudah tidak kuat lagi..seluruh badannya sakit.
"Ternyata hanya wanita lemah..cih"
"Bajingan kau..le..lepaskan ..a..aku..be..breng..sek"
"Kau bicara padaku hm..?"
Plak....Laura di tampar hingga sudut bibirnya pecah dan berdarah..tidak hanya itu Laura juga di pukuli menggunakan balok kayu..beberapa pukulan mendarat di kaki dan punggungnya..Laura begitu tersiksa dengan keadaannya.
__ADS_1
'By selamatkan Laura by..selamatkan Gia juga by..' gumam Laura dalam hati.
Laura tak sadarkan diri setelah mengalami penyiksaan terus menerus tanpa henti..seluruh tubuhnya serasa tak bertulang saat ini begitu lemah dan sakit hingga sakit itu tidak berasa sama sekali.
"Jangan biarkan dia mati dulu..aku ingin melihat reaksi suaminya jika melihat istri tercintanya seperti ini"
"Baik bos"
Jeremy mendekati Laura..dia mencengkeram dagu Laura erat..dia mengatakan sesuatu pada Laura.
"Jika kau bukan bekas Rey maka aku akan dengan senang hati menerimamu cantik.. sayang sekali karena kau sudah di sentuh oleh keparat itu aku jadi tidak selera denganmu..sangat di sayangkan"
Jeremy pergi meninggalkan Laura yang sudah benar-benar tidak berkutik.
Flashback on........
Sekitar satu jam kemudian Rey datang bersama Erick dan Deril beserta beberapa anak buah nya..Rey menatap Laura dengan penuh kesakitan..Laura benar-benar sakit..mimpinya waktu itu ternyata sebuah firasat...akankah dia kehilangan suaminya.
'By maafin Laura by..Laura tidak hati-hati..Laura membahayakan hubby dan Gia..biarlah Laura berkorban untuk kalian by..jika Laura tiada maka berjanjilah hubby akan tetap bahagia bersama anak-anak..Laura janji akan selalu melihat kalian dari sana..sudah cukup hubby menderita biarkan Laura menggantikan kesakitan mu suamiku' batin Laura yang melihat Rey benar-benar terpojok.
Rey benar-benar tidak bisa memilih..dia dilema tidak mungkin untuk memilih..dia sayang pada Laura tapi dia juga sayang pada putri nya.
"Baby jangan menangis.. tetaplah bahagia meski tanpa aku di samping mu ya..berjanjilah kau akan bahagia bersama anak-anak" ucap Rey yang sudah putus asa.
"Aku tak bisa memilih salah satu dari mereka..lebih baik kau bunuh aku daripada aku harus mengorbankan salah satu dari mereka bajingan"
"Hahaha..kau ternyata lemah jika dengan wanitamu.. sepertinya kau akan gila jika wanitamu harus mendahului mu dulu..bagaiman..?"
"Jangan macam-macam kau Brengsek..lepaskan istri dan anakku..aku menyerahkan diriku sendiri untuk kau bunuh..sudah cukup kau membuat mereka tersiksa"
"Hahaha..tidak semudah itu Rey..akan lebih baik kalian semua yang mati.. bagaimana apakah kau setuju Rey..?"
"JEREMY KAU GILA HAH..JIKA KAU BERANI MENYENTUH KELUARGA KU,MAKA AKAN KU BUNUH KAU DENGAN TANGANKU SENDIRI BEDEBAH"
Jeremy hanya tertawa melihat raut wajah Rey yang begitu panik ketika dia menempelkan pistol pada kepala Laura..dia senang bermain dengan Rey.
"Baiklah lebih baik kau mati dulu saja setelah itu baru anak dan istrimu ok"
Setelah mengatakan itu Jeremy mengarahkan pistol itu pada Rey dia hendak menarik pelatuk nya tapi dengan sigap Laura menyikut perut Jeremy hingga Jeremy membungkuk menahan sakit di Peru nya.
Laura memanfaatkan kondisi itu untuk melepaskan diri dari Jeremy..tali yang mengikat tangannya berhasil terlepas dan Laura merebut pistol di tangan Jeremy tapi naas Laura kalah tenaga seketika suara tembakan terdengar di telinga masing-masing orang yang ada di sana.
DOR......
__ADS_1
"Arkhhh"
"LAURAAAAAAA" Rey berlari meuju Laura..dia menopang tubuh istrinya yang melemah dan darah seketika mengalir dari perutnya.
Erick dan Deril berhasil melepaskan diri dari kepungan anak buah Jeremy..mereka menghajar habis anak buah Jeremy..kemudian mereka menuju Jeremy yang hendak menembakkan pistol itu lagi pada Rey.
"Mau apa kau bajingan.." ucap Erick yang sudah terbakar emosi melihat keponakannya dan juga kakak iparnya di sini juga.
"Mati kau Jeremy sialan..mati kau arghhhhhh"
Bugh ....
Bugh ....
Bugh ....
Jeremy terkapar tak berdaya karena Bogeman Erick begitu kuat.. sementara Deril dia memanggil beberapa anak buah Rey di luar untuk menyiapkan mobil supaya Rey bisa membawa Laura ke rumah sakit.
"Bos sebaiknya bawa Kaka ke rumah sakit..mobil sudah siap biar kami yang mengurus sisanya" ucap Deril menyarankan.
"Baiklah tolong tangani dengan baik.."
"Siap bos"
Rey meninggalkan tempat itu dan melesat menuju rumah sakit..di sepanjang jalan Rey tak henti-hentinya memanggil istrinya agar tetap sadar .
Gia sudah bersama Erick..dia aman..tak terluka sedikitpun.. benar-benar Tuhan masih menjaganya.. terimakasih sudah menjaga keponakannya.
"Deril apa semuanya sudah beres..?" tanya Erick yang masih dengan menggendong Gia di pelukannya.
"Sudah ka..tinggal membawa pengecut ini saja"
"Baiklah..katakan pada pengawal untuk membawanya ke tempat biasa..ikat dengan kuat bila perlu borgol jangan sampai lepas karena Rey sendiri yang akan mengeksekusi nya"
"Baik ka"
Deril mengatakan apa yang Erick katakan pada anak buah Rey dan mereka langsung paham dengan perkataan Deril.
Kira-kira Laura selamet nggak ya guys..
Mau Laura hidup atau biarin meninggal aja..?"
Komen ya guys kalian pilih yang manaππ.
__ADS_1