
Rey menuju ruang meeting dia ada pertemuan dengan klien nya.. sesampainya di ruangan meeting Rey di sambut oleh Erick dan beberapa dewan devisi dan juga sang klien.
"Selamat siang semuanya maaf saya terlambat " ucap Rey yang sudah duduk di kursi nya.
"Tidak apa-apa tuan Rey..terlambat 5 menit saja kan..apakah bisa kita mulai tuan Rey..?" ucap Steven yang memaklumi kesibukan seorang Reyhan Jade Wilson.
"Baik silahkan.."
Dan sesi penerangan tentang kerjasama antara perusahaan Rey dan Steven berjalan lancar..Rey puas akan usulan Steven yang mementingkan penduduk sekitar.
"Baiklah tuan Steven sepertinya kerjasama kita akan berjalan lancar..senang bekerjasama dengan anda" ucap Rey yang puas akan hasil rapat kali ini.
"Seharusnya saya yang merasa bangga dan senang bisa bekerjasama dengan perusahaan terbesar di negara ini..sungguh suatu kehormatan bagi kami"
"Tidak seperti itu juga tuan..em baiklah kita akhiri pertemuan ini karena daya masih ada urusan penting lainnya..kalau begitu saya permisi dulu semuanya dan selamat siang.โฆErick tolong handle sisanya"
"Baik bos"
Steven menatap Rey keheranan ada apa dengan rekan bisnis nya itu sepertinya terburu-buru sekali..pikirnya.
Rey sampai di ruangannya..dia masuk dan mendapati Laura sudah bangun dan tengh duduk dengan rambut acak-acakan layaknya baru bangun.
"Baby..kau sudah bangun hm..?" Rey langsung duduk dan merengkuh tubuh Laura.
"Hm..by Laura laper"
"Oklah ayo makan di luar..kau mandi dulu sana"
"Mandiin" rengek Laura dan membuat Rey tersenyum licik.
"Baiklah as your wish baby"
Rey membawa Laura ke kamar mandi dan mulai melakukan tugasnya yaitu memandikan juga plush menggempur Laura lagi.
Setelah sesi mandi-mandian itu Rey dan Laura saat ini sudah siap..mereka akan makan di luar karena mumpung berdua..bisalah anggap dinner setelah sekian lama.
"Baby mau makan dimana..?"
"Terserah hubby aja..Laura kan nggak tau tempat bagus di sini"
"Ok..kita ke suatu tempat yang romantis bagaimana..?"
"Romantis.. maksud nya..?"
__ADS_1
Rey tersenyum melihat ekspresi Laura.. istrinya itu belum paham juga tentang yang namanya kencan..Rey harus sabar menjelaskan pada Laura karena sedikit demi sedikit Laura juga akan mengerti.
"Kita mau makan berdua di suatu tempat yang romantis atau indah..hanya kita berdua baby.."
"Baiklah Laura ikut saja"
"Good girl"
Rey membawa Laura ke sebuah hotel dimana Rey sudah mereservasi tempat dinner hotel tersebut khusus untuk dia dan Laura saja malam ini.
Sampailah mereka di hotel yang Rey maksud tadi..mereka masuk..Laura awalnya bingung dia lapar tapi kenapa malah suaminya membawa dia ke hotel..apa Rey tak tau jika Laura itu sudah benar-benar ingin menelan sesuatu.
"By kenapa malah ke hotel..Laura laper by ishhh"
"Hey jangan marah dulu..kita makan di hotel di slaah satu ruangan khusus dinner buat kita..karena aku sudah mereservasi tempat ini khusus untuk kita berdua saja"
"Reservasi itu apa by..?"
"Huhhh intinya tempat ini kosong dan hanya akan ada kita berdua untuk malam ini sudah ayo masuk lama-lama di sini membuatku ingin memakanmu baby"
"Ishhh tau ah"
Rey dan Laura masuk ke ruangan yang sudah Rey pesan tadi..ruangannya besar dan luas..ruangan itu sudah di hiasi dengan bunga-bunga Lily kesukaan Laura..lilin juga sudah beterbaran di setiap sudut ruangan itu dan menambah indah suasana di sana.
"Bukan aku tapi para pekerja baby..aku hanya memesan dan meminta agar ruangannya di dekor seperfect mungkin"
"Hubby terimakasih..Laura suka"
"Sama-sama sayang..syukur jika kau suka..ayo duduk makanan sebwntar lagi siap"
Laura duduk di kursi tepat di hadapan Rey.. suasananya begitu romantis..Laura suka Laura tak ingin pulang jika seperti ini..tapi dia harus pulang nanti bagaimana dengan ketiga anaknya jika dia tak ada.
Tak berapa lama makanan pun datang..Rey segera memotong steak yang ada di hadapannya menjadi bagaian kecil agar Laura mudah untuk memakannya..Rey melayani Laura seprti sedang pacaran..ya mungkin ini ganti pacaran karena mereka tidak pernah merasakan apa itu yang namanya pacaran karena mereka langsung menikah tanpa pacaran atau apalah itu.
"Kau suka makanan nya baby..?"
"Suka by..ini apa namanya..?"
"Itu namanya steak baby.."
"Oh..enak loh by..kalo yang ada di gelas itu apa by..?"
"Oh ini namanya wine..kau mau mencobanya..?"
__ADS_1
Laura seprti penasaran dengan minuman itu tapi dia takut karena warnanya merah seperti darah.
"Bolehkah..tapi jika Laura minum itu apa Laura masih akan hidup by..?"
Rey tersedak makanannya setelah mendengar pertanyaan konyol Laura.. bagaimana orang bisa mati setelah minum wine ada-ada saja istrinya.
"Uhukk..uhukk"
"By pelan-pelan..Laura nggak minta kok"
"Ishhh kau itu ada-ada saja..tenang saja ada aku disini baby..kau akan baik-baik saja kok"
"Baiklah Laura juga penasaran tapi Laura takut jika tiba-tiba Laura tiada setelah meminum itu"
"Tidak akan baby"
"Ya sudah Laura mau coba "
Rey tersenyum sumringah.. lagi-lagi modusnya berhasil.. lihatlah setelah iatrinya meminum wine itu pasti akan tepar.
Laura mulai menyesap sedikit wine itu..Laura melet-melet karena rasa pahit di awal sesapan itu..Rey terkekeh melihat ekspresi Laura.. benar-benar bisa jatuh cinta setiap hari kalau begini.
"Baby kenapa..?"
"Pahit by.." jawab Laura masih melet-melet lidahnya seperti meminum jamu pahit saja saat ini.
"Itu kan baru sekali baby..coba lagi pasti rasanya lama-lama akan manis dan tidak terlalu pahit lagi"
"Nggak mau by..pahit banget.. sebenarnya ini minuman atau jamu sih by..aneh rasanya"
"Hahahah..sini biar kau ajari"
Rey meminum wine itu kemudia dia menuju kursi Laura dan memegang wjaah Laura kemudian dia arahkan mulutnya pada mulut Laura dan seketika kedua mulut itu sudah bersentuhan..Laura merasakan sesuatu mengalir dari mulut suaminya lalu berpindah ke mulutnya.
"Emmmm..mmmm"Laura meronta hampir saja dia tersedak.
Rey menyudahi pelajaran nya dan melihat ekspresi Laura..istrinya berantakan karena ulahnya..bajunya pun audah basah karena wine yang tumpah sedikit tadi
"Bagaimana baby.. enak..?"
Laura tidak menjawab dia merasa kepalanya berputar-putar..pusing sekali..Laura hendak bangkit namun sudah terlebih dulu tumbang..Rey langsung menangkapnya..dia tau istrinya itu tidak pernah meminum barang seperti itu..Rey bangga karena dia adalah orang pertama yang mengajarkan hal itu pada Laura.
"Maaf baby..sepetinya kita harus menginap disini..aku ingin melihat seagresif apa kau ketika mabuk seperti ini"
__ADS_1