PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 84_Mulai Mereda


__ADS_3

Laura dan Rey sudah lebih dari 2bulan tinggal di rumah Dady Jo..Laura berniat untuk kembali ke kediaman suaminya wlaau bagaimanapun juga Laura itu tanggung jawab Rey..tidak pantas seorang istri meninggalkan rumah suaminya walaupun itu bersama suaminya sekalipun.


"Hubby..besok kita pulang ke rumah ya"


"Kau yakin sayang..?"


"Ya..Laura yakin..sudah cukup semuanya..lagipula momy juga sudah sadar dari kesalahannya"


"Baiklah..ayo berkemas"


"Biarkan sjaa barang-barangnya by..jika kita menginap kan tidka perlu pusing memikirkan baju ganti"


"Istriku memang pintar".


Keesokan paginya..Laura dan Rey juga ketiga anaknya kembali ke rumah Rey..mereka menyudahi hukuman untuk mama Rey agar benar-benar sadar akan kesalahannya.


"Ayo masuk baby"


"Ya"


Mereka masuk dan di sambut papa Rey yang sudah menanti kedatangannya sedari tadi.. sementara mama Rey dia menyiapkan makanan untuk Rey dan Laura..dia rindu dengan anak mantunya juga cucunya.


"Selamat datang kembali Laura sayang..sini cucu Opa..kita main yuk"


"Terimakasih dad.."


"Tidak usah bicara terimakasih..sudah kalian istirahat lah..biar Dady temani si kembar dan baby G ke kamar"


"Baiklah dad..kami permisi"


Rey membawa Laura ke kamar nya..dia rindu dengan suasana kamar miliknya..rasanya sudah lam sekali tidak melihat kamarnya ini.


"Baby istirahatlah..kau pasti lelah"


"Kau juga by"


"Ok bersama saja"


Malam pun tiba..waktunya makan malam..Laura turun ke bawah dan melihat mama Rey di dapur tengh sibuk menyiapkan makanan sendirian..Laura mendekati mama Rey dan membantunya.


"Biar Laura bantu mom"


Mama Rey melihat ke arah Laura..jujur dia malu dan rindu..dia mengangguk dan tersenyum ke arah Laura.


Setelah semuanya siap Laura berniat membuatkan makanan untuk ketiga anaknya..mama Rey mendekati Laura dan memanggilnya.


"Laura..?"


"Ada apa mom"


"Kau masih marah dengan momy..?"

__ADS_1


"Tidak mom"


"Jangan berbohong sayang..maafkan momy Laura..maafkan momy hiks..momy nersalah nak..hukum momy Laura..hukum momy hiks"


Laura memeluk mama Rey dan menenangkannya.


"Sudah mom..jangan di ingat lagi..anggap sebagai pelajaran kecil saja".


"Kau tak marah dengan lagi dengan Momy


nak..?"


"Tidak mom..sudahlah jangan di bahas lagi..ayo makanannya sudah siap"


"Baiklah.. terimakasih sayang terimakasih sudah mau kembali ke sini dan memaafkan momy"


"Sama-sama momy"


Dan akhirnya mereka semua sudah kembali seperti dulu lagi..tiada lagi rasa marah namun dalam hati Laura belum sepenuhnya bisa memaafkan mama Rey..biarlah dia simpan sendiri saja hingga rasa itu bisa hilang dengan sendirinya.


*


*


Di tempat lain tampak seorang wanita seumuran mama Rey tengh merencanakan sesuatu untuk memberi pelajaran oada Seseorang,dia begitu marah karena mereka dengan kejinya berbuat semaunya sendiri.


"Tunggu pembalasanku Wilson,Almira..kalian akan merasakan kepedihan yang ku rasakan saat jauh dari anak sendiri..akan ku pastikan itu terjadi"


"Kau tenang saja sayang momy akan membalas perbuatan mereka dengan lebih dari yang kau dapatkan..dadymu sudah mati di tangan momy karena dia tak berguna sebagai seorang ayah yang harusnya melindungi mu"


Wanita itu memerintahkan orang suruhannya untuk mencelakakan salah satu anggota keluarga Wilson..siapapun itu perlahan tapi pasti satu per satu akan dia sakiti agar Wilson dan Almira merasakan kesakitan yang sama.


"Lakukan dengan teliti jangan sampai ketahuan"


"Baik bos.."


"Ingat aku tidak menerima kegagalan"


"Siap bos saya pastikan anda puas dengan hasil kerja saya"


"Bagus..kau boleh pergi"


"Baik.. permisi"


"Ya"


Orang suruhan wanita itu pergi untuk melancarkan aksinya..dia akan mengawasi target terlebih dahulu agar lebih memudahkan dalam pengeksekusian nya.


*


*

__ADS_1


Di lain tempat Rey berangkat ke kantor di antar supir karena dia sedang malas menyetir sendiri..Rey berpamitan pada istri dan kedua orangtuanya serta ketiga anaknya.


"Baby aku berangkat ya.. baik-baik di rumah"


"Iya by..em.. by..apa sebaiknya jangan ke kantor dulu untuk sementara waktu.. perasaan Laura tidak enak by"


"Tenang sayang tidak akan terjadi apapun padaku hm..doakan semoga aku selamat sampai tujuan ok baby..jangan pikirkan mimpi buruk itu lagi ya"


"Baiklah by.. hati-hati..jam pulang kerja langsung pulang,jangan sendirian di kantor,jangan keluar tanpa pengawasan,jangan......-"


Rey membungkam Laura dengan ciuman dadakannya..Laura akhir-akhir ini begitu posesif kepada nya..ya semenjak mimpi buruk 2 hari yang lalu Laura selalu gelisah..dia selalu mewanti-wanti seluruh anggota keluarga baik pelayan,maupun bodyguard Rey untuk hati-hati.


Rey paham dengan kekhawatiran istrinya..dia mengiyakan saja karena tak ingin ribut dengan Laura..bisa berabe jika nyonya Rey marah..kasihan nasib si Jono nanti.


"Baiklah sudah dulu aku bernagkat ya..nanti jika sudah sampai di kantor akan aku kabari"


"Iya by.. hati-hati..hiks"


Rey tak tega melihat Laura menangis tapi mau bagaimana lagi dia terlanjur ada janji penting dengan salah satu klien dari Dubai jadi dia mau tidak mau harus ke kantor.


"Sudah Laura jangan begitu..biarkan Rey bekerja dulu semuanya akan baik-baik saja" ucap papa Rey berusaha menenangkan menantunya.


"Iya Laura..ada banyak pengawal yang mengantar Rey sayang..kau jangan khawatir ya" ucap mama Rey menenagkan Laura juga.


"Iya mom..dad..hubby hati-hati"


"Iya sayang..cup..bye"


Laura semakin tidak menentu perasaannya..melihat Rey berpamitan malah semakin menambah rasa khawatir nya menyeruak.


'Tuhan lindungi suamiku. jagalah dia selalu..jauhkan dari segala marabahaya'


Laura berdoa dalam hati agar dia lebih tenang..semoga tidak akan ada apapun yang terjadi nanti dan seterusnya.


"Laura ayo masuk nak.."


"Ya mom"


Laura masuk kedalam dan menemui ketiga anaknya..dia peluk dan ciumi ketiga anaknya..ntahlah ada apa dengan Laura kenapa jadi aneh akhir-akhir ini.


Di perjalanan Rey memantau Laura dari layar ponselnya..dia melihat Laura menangis sampai sesenggukan sambil memeluk anak-anaknya..Laura sebenarnya kenapa..apa ada yang tau..?.


"Baby kamu kenapa sih.. tiba-tiba jadi aneh begini..semoga tidak akan ada hal buruk yang terjadi amin" Rey bergumam dalam hati berharap tidak akan ada apa-apa nantinya.


Semenjak Rey berangkat dari rumah ternyata mobil Rey di ikuti oleh seseorang namun masih tahap mengintai saja..karena dia harus memastikan bahwa keadaan nya benar-benar bisa dia kuasai barulah dia akan beraksi.


"Target masih di pantai..jangan melakukan apapun sebelum kondisinya benar-benar kita kuasai..tunggu dan pantau terus"


"Baik "


Orang yang mengikuti Rey pergi dari sana karena dia sudah tau sedikit tentang Rey dan aktivitas nya..tunggu dua atau e hari lagi barulah permainannya di mulai.

__ADS_1


__ADS_2