PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 45_Magernya Si Bumil


__ADS_3

Rey,mama dan papanya sudah berada di apartemen tuan Jonathan..di sana ada tuan Jonathan dan istrinya sedangkan Laura dia di kamar ntahlah bumil satu itu sedang malas jalan jadi dia rebahan di kasur dengan memeluk bantal guling.


"Jeng Laura dimana ya..kenapa tidak kelihatan dari tadi..?" tanya mama Rey.


"Laura masih di kamar..kayaknya moodnya lagi nggak bagus.." jawab Nyonya Mariana.


"Oh begitu..aku liat sebentar deh..kangen banget sama menantuku"


Mama Rey di temani Nyonya Mariana pergi ke kamar Laura..pintu di buka dan tampaklah kamar yang begitu berantakan hasil mood buruk Laura.


Bantal dan selimut tergeletak mengenaskan di lantai..tisu beterbaran di sana sini..sprei yang tadinya rapih kini sudah tak berbentuk apalagi posisi tidur bumil itu wahhhh..seperti cicak yang lagi ngeles jika ketemu mantan.


"Astaga jeng..bumil satu ini memang langka" ucap mama Rey seraya terkgelak geli melihat kondisi Laura dan kamarnya.


"Iya jeng..sudah tidak apa..asalkan moodnya bisa balik lagi..kita bangunin dulu yuk"


"Baiklah"


Mereka membangunkan Laura dengan hati-hati..perlahan tapi pasti agar tidak kena semprot bumil.


"Laura sayang..bangun nak.." ucap mama Rey pelan sambil mengelus kepala Laura.


"Enghhh..Lala ngantuk..Lala gak mau bangun ihhh"


"Laura bangun sayang momy datang loh..kamu nggak mau ketemu momy..?"


Laura membuka matanya perlahan dia mendapati mama Rey di hadapannya..matanya terbuka sempurna.. tiba-tiba matanya terasa panas..dia menangis..moodnya berubah melow seketika.


"Momy..hiks..Rey jahat hiks..huuuuuhhuu"


"Sudah sayang..maafkan Rey ya..momy sudah kasih pelajaran sama anak bodoh itu..sudah..sudah..ayo mandi dulu" titah mama Rey berusaha membujuk Laura.


"Lala nggaj mau mandi mom..Lala males turun"


"Huhh..apa kamu mau di gendong sama Rey..?"


Laura diam namun detik berikutnya dia menggeleng..jujur saja dia ingin di manja Rey saat ini tapi dia harus memerankan akting ngambeknya dulu agar dapat piala Oscar.


"Ya sudah sana mandi dulu kalau nggak momy panggil Rey loh.."


"Mom..jangan"

__ADS_1


"Ya sudah..sana"


"Ihhh iya iya Lala mandi"


Laura bangun dan turun dari ranjang nyamannya..dia berjalan dengan enggan ke kamar mandi..sungguh dia malas sekali untuk melakukan apa-apa.


Mama Rey dan nyonya Mariana keluar dari kamar Laura..mereka bergabung lagi dengan para pria di ruang tamu.


Mama Rey duduk di sebelah papa Rey sedangkan Rey dia duduk sendiri di sofa tunggal dekat mertuanya..Rey begitu penasaran kenapa Laura tidak ikut momynya keluar..huh jiwa kepo Rey muncul.


"Bagaimana apa Laura tidak ikut keluar..?" tanya tuan Wilson pada istri nya.


"Laura sedang mandi dad..moodnya lagi kurang baik "


"Oh begitu..ya sudah biarkan saja"


Rey mendelik ke arah dady-nya.. bisa-bisanya Dady berkata begitu sedangkan dia sudah ingin kejang-kejang menantikan Laura.


"Mom apa boleh Rey ketemu sama Laura..?" tanya Rey pelan pada mertuanya.


"Boleh nak..tapi kau harus ekstra sabar menghadapi sikap Laura yang berubah-ubah"


"Baik mom.. Rey siap..Rey permisi"


Rey melangkah menuju kamar Laura..dia masuk dan mendapati kamar Istri nya begitu mengenaskan..sungguh mood istrinya tengh buruk..siapkah Rey menghadapi sikap Laura.


"Huh istriku sudah semakin liar saja.. sepertinya aku harus ekstra hati-hati sekarang" gumam Rey sembari melihat kondisi kamar Laura yang begitu menyedihkan.


Rey duduk di atas sofa kamar Laura..dia menunggu Laura keluar kamar mandi..istrinya sedang mandi..Rey akan sabar menunggunya..dia berusaha tenang sambil menyiapkan kata-kata yang akan ia ucapkan pada istrinya nanti.


Tak berapa lama kemudian pintu kamar mandi terbuka muncullah bidadari hatinya dari sana..Laura memakai bathrobe serta handuk kecil yang nemplok di kepalanya..Rey menekan hasrat dalam dirinya yang tiba-tiba on..sialan bisa-bisanya di saat seperti ini hasrat sialannya bangkit.


"Baby.." panggil Rey sambil mendekati Laura yang hanya diam karena terkejut.


"Maafkan aku..kemarin hanya salah paham sayang..maaaf karena aku terlalu terkejut jadinya tidak mendengar pertanyaan mu..maaf aku bodoh karena tidak tau harus berbuat apa...kau boleh membenciku..kau boleh memukulku..kau boleh melakukan apapun yang kau mau..lakukanlah agar kau puas..maaf sudah menyakiti hatimu..maaf sudah menorehkan luka lagi..maafkan aku baby"


Laura diam..dia tiba-tiba melow mendengar dakwah Rey yang bertemakan permintaan maaf..sungguh Laura tersentuh mendengar nya..tapi dia harus akting sedikit lebih lama lagi agar suaminya kapok.


"Ya dimaafkan"


Ucapnya sambil duduk di meja rias..Laura mulai memakai skincare yang aman untuk ibu hamil.

__ADS_1


Rey yakin Laura masih kesal dengannya..dia akan berusaha lebih lagi..dia harus berjuang untuk mendapatkan maaf dari istri tercintanya.


"Biar ku bantu sayang"


Rey membantu Laura mengeringkan rambutnya..dia tengh berusaha untuk membuat Laura memaafkan nya.


Sedangkan para orangtua..mereka pergi dari apartemen menuju restoran di dekat sana..mereka ingin Rey dan Laura menyelesaikan masalahnya sendiri..jadi mereka memberikan ruang dan waktu untuk sepasang suami istri itu.


"Apa tidak apa-apa kita meninggalka Laura..?" tanya mama Rey.


"Tidak apa jeng..kan sama suaminya sendiri jangan khawatir"


"Baiklah..semoga setelah kita kembali semua sudah selesai"


"Amin" jawab mereka serempak.


Mereka memesan makanan dan minuman sambil berbincang tentu saja khusus wanita pasti mengghibah tentang harga minyak yang meroket sementara para pria pastinya urusan bisnis yang membosankan.


Rey sudah selesai dengan rambut Laura..dia mendekap. tubuh Laura..dia rindu tubuh itu..dia rindu aroma khas Laura..dia begitu merindukan semua yang ada pada diri Laura..Rey perlahan mengelus perut buncit Laura.. sebentar lagi anaknya akan lahir ke dunia..dia tak sabar menunggu hari itu.


"Baby.."


"Hm"


"Miss you"


"Too"


"Really...?"


Laura mlengos..wajahnya merah merona..dia malu kenapa bos menjawab pernyataan Rey..bodoh kau Laura.


"Hey jangan malu..IM your husband baby.. IM sorry..did you forgive me..?"


"Ya.."


Rey sudah terbakar dengan gejolak dalam dirinya..dia mencium tengkuk Laura untuk merangsang hasrat Laura.


Laura sudah ingin menolak namun gemuruh di hati nya tidak bisa ia abaikan..Laura terpancing..dia tak tahan..segera dia tarik Rey agar menuju kasur..dia buka kemeja Rey dengan tidak sabaran..ntahlah hormon kehamilan membuatnya jadi tidak tau malu seperti ini.


"Aku yang memimpin" bisik Laura di telinga Rey.

__ADS_1


Rey yang mendapatkan serangan dadakan dari Laura hanya bisa pasrah..dia biarkan Istri nya memimpin walau dia tak suka di dominasi tapi dia harus tahan sebentar sebelum dia memakan Laura.


"Ok do it baby..IM yours"


__ADS_2