PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 66_Marahnya Laura


__ADS_3

Laura berjalan mendekati Alya dan.....


PLAK........


Laura menampar Alya dengan begitu keras.


"APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN ANAKKU HAH" Laura membentak Alya karena hanya ada Alya di kamar si kembar.


"Apa maksudmu..aku tak melakukan apapun pada anakmu..mengapa kamu menamparku..hiks..ka Rey..istrimu jahat sekali ka hiks" air mata Bombay Alya meluncur sesuai arahan sang pemilik.


Rey hanya memandang jengah Alya..dia mendekati Laura yang masih begitu marah..dia peluk istri nya dan kwcupi seluruh bagian wajah istrinya.


"Baby tenanglah..ingat ada anak kita di perut mu..biar aku yang tenangkan Gia kau duduklah" ucap Rey lembut menenangkan Laura


"Maaf by Laura kelepasan"


Laura duduk karena perutnya kram..jika dia emosi memang seperti itu..maka dari itu Rey menenangkan Laura terlebih dahulu agar istrinya tidak lagi emosi.


Rey mengangkat tubuh mungil Gia dia periksa setiap inci tubuh Putri nya..Rey seketika mengeraskan rahangnya ketika melihat memar membiru di paha Gia.. sepertinya memarnya baru karena tadi saat main dengan Gia memar itu belum ada.


"By ada apa..kenapa kau seperti itu..?" tanya Laura ketika menyadari ada yang aneh dengan sikap dan perubahan mimik wajah Rey.


"Baby..mom..dad..apa tadi kalian bermain dengan Gia dan Gio setelah aku datang tadi..?"


"Tidak boy..ada memang nya..?" tanya papa Rey yang juga penasaran.


"Lihatlah" Rey menunjukan memar yang ada pada paha Gia.


Semua orang tercengang melihat memar itu..Laura meriksa sendiri memar di paha Gia..dia marah..dia menghampiri Alya..dia mengamuk..menghajar habis-habisan si Alya.


"KURANG AJAR..KENAPA KAU LAKUKAN ITU PADA ANAK KECIL HAH"


"APA SALAH ANAKKU PADAMU HAH..KENAPA KAU TEGA SEKALI MENYAKITI BAYI SEPERTI DIA hiks"


"KAU MAU MENGAKU SEKARANG ATAU KU BUKTIKAN DENGAN KAMAERA PENGAWAS DI KAMAR INI"

__ADS_1


Laura menantang Alya..Alya sudah gemetaran..dia takut.. seharusnya dia berpikir dua kali dulu sebelum berulah.


Jika sudah seperti ini mau apa lagi dia sekarang..mana ada bukti kamera pengawas lagi..bodoh kau Alya.


Alya bersimpuh di kaki Laura..dia menangis meminta ampun..dia tak sengaja mencubit paha Gia karena ada semut tadi kilahnya.


"Ka Laura maafin Alya..Alya nggak sengaja tadi itu ada semut dan Alya mau buang semuat itu tapi malah nggak sengaja mencubit Gia..maafin Alya ka..Alya mohon.."


Laura bodi amat..dia bertekad untuk membawa kasus ini ke Rana hukum bagi siapapun yang menentang akan berurusan dengan nya.


"Aku tak peduli kau sengaja atau tidak yang aku tau anakku mengalami memar..jika sampai terjadi sesuatu oada anakku aku sendiri yang akan menghabisi mu Alya..by cepat jebloskan perempuan ini ke dalam penjara..bagi siapapun yang menentang maka akan berurusan dengan ku"


Setelah mengatakan itu Laura membawa kedua anaknya menuju kamarnya..Laura masih menangis..dia sedih anaknya tidak bersalah tapi kenapa anaknya yang jadi korban..sunggu jika dia tak sedang hamil maka sudah bisa di pastikan bahwa Alya akan tewas di tangan Laura.


"Sayang maafin momy ya nak..hiks..momy nggak becus jagain kalian..maafin momy..hiks..huhuhuuuhhuu"


Di kamar si kembar Rey,mama Rey,dan papa Rey menatap tajam Alya.. beraninya dia menyakiti anggota keluarga Wilson.


"KAU PIKIR KAU SIAPA DI SINI HAH"


"A-apa alasanmu menyakiti anakku..jawab atau kau mati di tanganku saat ini juga"


PLAK...... PLAK.....


Mama Rey sudah hilang kesabaran..dia menampar Alya berkali-kali..dia marah bisa-bisanya perempuan seperti nya berlaku menyakiti cucunya..apa dia sudah tidak sadar diri atau tidak punya otak.


"Atas ijin siapa kau berani menyakiti cucuku..JAWAB"


"B..bibi..maafin Alya bi..Alya nggak sengaja.."


"Masih belum mengaku juga.. baiklah Rey putar rrkaman cctv nya"


"Baik mom"


Rey memutar rekaman cctv di kamar si kembar..benar saja Alya bukan tak sengaja tapi dia sengaja mencubit Gia..bahkan dia sempat-sempatnya membentak bahkan mengaku lebih pantas dari Laura.

__ADS_1


"Wanita sialan kau.." Rey menendang Alya hingga tersungkur.


Rey hendak menghajar Alya lagi namun di tahan papanya..papa Rey tak ingin anaknya berbuat kasar terhadap perempuan.


"Sudah boy kita serahkan saja dia pada pihak berwajib..jangan kotori tanganmu"


"Benar Rey.. serahkan ini oada Dady dan momy kau tenang kan saja Laura dia oasfi terpukul melihat anaknya di sakiti"


Rey seakan baru sadar..benar kata mamanya..Laura saat ini tengh butuh perhatian nya..Rey berlari meninggalkan kamar si kembar..dia segera membuka kamarnya dan mendapati Laura masih terisak dan mendekap erat Gia.


"Baby.. ssstt sudah..jangan seperti ini..kita obati memar Gia ya.."


"Laura bodoh by..Laura nggak becus jadi ibu hiks...Laura bodoh.. bodoh..bodoh" Laura memukul-mukul kepalanya karena merasa frustasi.


Rey mendekap dan mencekal tangan istrinya..dia tak ingin Laura kembali mengalami depresi seperti dulu karena merasa tertekan atau sedih berkepanjangan.


"Baby hey..sayang sudah jangan seperti ini..ingat ada anak kita di perutmu..kau tak ingin kan anak kita kenapa-kenapa hm..?"


Rey menenangkan Laura yang masih frustasi..dia begitu tertekan akan dirinya sendiri dia merasa bersalah begitu mendalam karena tidak bisa menjaga anaknya dengan baik.


Rey sudah memindahkan Gia ke ranjangnya Gia dan Gio sudah tenang tapi sesekali Gia masih menangis ketika memarnya berdenyut lagi..dan itu sukses membuat Laura lebih merasa bersalah lagi.


Rey memutuskan untuk membawa Gia pada sang momy..Alya sudah di bawa ke kantor polisi..dia meminta dihukum seberat-beratnya...jika perlu seumur hidup..jika ada yang berani membebaskan nya maka dia akan menuntut orang itu.


"Mom titip Gia dulu..darutaci Gia nangis terus berhenti terus nangis lagi padahal udah di kasih salep..tapi kayaknya memarnya gak nyaman jadi kalo berdenyut pasti Gia akan nangis lagi..Laura kelihatan tertekan Mom melihat Gia nangia kesakitan..Rey nggak mau Laura depresi lagi karena tekanan batinnya sendiri"


"Sudah kau tenangkan Laura dulu..Gia biar sama momy aja..sekalian Gio kasih Dady..nanti momy minta mertuamu kemari"


"Baiklah mom.. thanks"


"Seharusnya momy tidak mengijinkan perempuan itu kemari Rey..maafin momy yang bodoh ini nak..maafin momy..momy salah"


"Sudahlah mom..jangan di bahas lagi Rey malas ".


"Baiklah..momy pergi dulu"

__ADS_1


"Ya"


Rey kembali ke kamarnya dia menemani Laura..dia tak ingin Laura kembali depresi..Rey berusaha menghibur Laura sebisanya.


__ADS_2