PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 12 #S2_Amukan Sang Raja Singa


__ADS_3

Rey dan Gio beserta Samuel sudah menewaskan lebih dari 20 orang penjaga tanpa terluka sekalipun..di antara mereka Rey dan Gio sangat lah kuat.


Samuel tidak sekuat dulu tenaganya sudah banyak terkuras tapi dia tak terluka sedikitpun karena kemahirannya dalam bela diri.


"Selesai..ayo masuk" ucap Gio yang sudah sangat ingin membabat orang yang berani menculik mommy dan auntynya.


Mereka bertiga masuk dan di sambut oleh beberapa anak buah yang masih tersisa.. Gio tersenyum melihat mangsanya..dia menghirup bau darah di pisaunya.. seringainya muncul dan begitu menakutkan.


"Dad..uncle serahkan pada Gio kalian cari mommy dan para aunty saja"


"Baiklah..take care boy" ucap Rey menepuk pundak anaknya.


Rey melanjutkan langkahnya dengan santai bersama Samuel di sampingnya.. Gio menatap orang-orang itu dengan tatapan membunuhnya.


"Majulah"


"Bunuh dia"


"Cih.. buang-buang waktu saja"


Gio tanpa pikir panjang menarik pelatuk pistol nya yang tak menimbulkan suara..dia tak mau membuat keributan dan malah akan membuat rencana mereka gagal.


5 orang berhasil tumbang dan tersisa 7 orang lagi.. Gio menyimpan pistolnya kedalam saku celananya lagi..dia mengambil sebuah celurit yang amat tajam dan siap meminum darah mangsanya.


"Mati atau menyerah"


"Cih kau pikir kami takut..serangg"


Mereka menyerang Gio dengan segala Sajam di tangan.. Gio masih santai menyabet perut..leher..tangan..dan anggota lainnya.


Dengan sekali tebas 3 orang berhasil bertemu tuhan.. Gio tak berhenti di situ saja..dia kembali menyerang mangsanya dan berhasil menumbangkan 3 lagi dalam sekali gerakan..tersisa satu yang banyak bicara tadi.


"Sekarang giliran mu..majulah"


"Banyak bacot"


Orang itu menyerang Gio dengan geram tapi baru akan melangkah perutnya sudah mengeluarkan darah segar dan juga leher nya tercekat karena stok nafasnya sudah kurang.


"Hahahaha matilah dengan tenang"


Gio berjalan meninggalkan mangsanya yang sudah tewas.. Gio menyusul Daddy dan unclenya..dia melihat sang Daddy dan unclenya sedang melawan beberapa orang lagi tanpa pikir panjang Gio membantu membabat habis orang-orang itu.

__ADS_1


"Kau sudah selesai boy..?"


"Sure dad..hanya lalat kecil tidak berguna"


"Sebaiknya kita masuk sekarang perasaanku tidak enak" ucap Samuel dengan hati yang tak tenang.


Mereka masuk dna dapat melihat sebuah pintu yang tertutup rapat..tanpa pikir panjang Gio menendang pintu itu dengan sekali tendangan dan.


BRAKK......


Pintu terbuka lebar dan membuat semua orang yang ada di dalam terkejut termasuk Laura and the geng.. Gio dapat melihat seorang wanita yang sudah begitu lemah tergolek di lantai dengan berbagai varian luka dan lebam juga memar.


"BAJINGAN KALIAN.." ucap Gio marah.


"B..baby.." ucap Rey memandang ke arah istri nya yang mengenaskan.


Samuel mengedarkan pandangannya mencari sosok istri nya dan melihat kondisi istrinya juga tak jauh berbeda dengan Laura tapi masih parah Laura


"Sayang.. Vanya"


Gio tak peduli dengan apapun jiwa iblis nya bangkit melihat Mommy nya yang begitu mengenaskan keadaannya.


Gio mendekati Remon tapi dengan sigap Remon menarik rambut Laura dan menempelkan pistol nya di kepala Laura.. Gio semakin naik darah dan ingin sekali rasanya memusnahkan mereka.


Rey menenagkan Gio yang tengah dalam kondisi emosi yang memuncak..dia juga sangat ingin membunuh orang itu karean sekali lagi ketika melihat kondisi Laura dia juga tersulut emosi.


"Jangan gegabah boy..kau tak lihat mommy..kau mau dia terluka lebih dari itu..?"


"Baiklah..apa rencana Daddy..?"


"Para uncle sudah masuk lewat pintu belakang..jangan membuat kekacauan dan membuat mommy dan auntu lain nya semakin terluka..Daddy juga sangat ingin membunuhnya tapi Daddy tak mau membuat mommy semakin terluka lagi.. tunggulah sebentar lagi sampai mndaoat kode dari para uncle lainnya.


"Huhhh..huhhh.. baiklah"


Gio akhirnya menurut saja..dia mengukur waktu untuk membuat rencana semakin lancar..dia juga tak mau melihat mommy nya semakin terluka..sakit sekali melihat kondisi Mommy nya.


"Katakan apa maumu..?"


"Hahahaha tuan Georgio Grey Wilson yang terhormat apakah anda lupa dengan perbuatan anda 2 tahun yang lalu..?"


"Oh aku ingat..ternyata anak seorang koruptor rendahan..cih.. sebaiknya kau jangan melakukan lebih dari itu karena aku tidak akan pernah mengampuni pendosa seperti kalian..kau dan ayahmu sama saja hanay seorang koruptor amatiran"

__ADS_1


Remon geram mendengar hinaan dari Gio dia menembak lengan Laura hingga membuat sang Singa jantannya seketika mendidih karena emosi.


DOR......


"Arkhhhhh" Laura merintih merasakan lengannya sakit.


"Kau..beraninya kau berbuat lebih..akan aku bunuh kau Remon" ucap Gio yang sudah kehilangan kesabaran.


Rey merebut pistol kedap suara yang Gio bawa dan menembak perut Remon tanpa mengeluarkan suara apapun..Remon tumbang menahan sakit di perutnya.


Rey mendekati Laura yang sudah semakin lemah..sakit..sungguh sakit melihat kondisi Laura yang sangat mengenaskan.


"Baby..maafkan aku sayang..maaf terlambat"


"N..no..by..uhuk..la..Laura..seneng uhukk..uhuk..huhh..huhh..huhh..hubby..datang..sshhh"


Nafas Laura semakin sesak..dia kesakitan..Rey memeluk istri nya dengan gemetaran..sedangkan Gio menghajar Remon hingga tak sadarkan diri..dia tak mau membuat kematian singkat untuk nya dia akan membuat kematian yang amat menyakitkan untuk nya.


Gio menyuruh anak buahnya untuk membawa Remon yang sudah tak sadarkan diri ke markas kematian..tunggulah saat-saat terakhir mu Remon.


"Mommy..mom..bertahanlah mom..mommy sayang Gio kan..stay with me mom.. please.."


Gio dan Rey membawa Laura menuju rumah sakit dan menyerahkan sisanya pada anak buahnya dan para uncke yang sudah menyelamatkan para istrinya.


Gio dan Rey hanya memikirkan keselamatan Laura saja tanpa peduli apapun..di perjalanan Gio menyetir sendiri mobilnya..dia tak peduli umpatan para pengguna jalan lainnya..yang dia pikirkan hanyalah cepat sampai rumah sakit.


"Baby.. bertahanlah sayang..hiks kau harus bertahan..kau sudah janji akan menemaniku hiks sampai nafas terakhir ku kan hm..?"


"B..by.. Laura..ngan..tuk.." ucap Laura semakin lemah.


"No don't sleep baby..jangan pejamkan matamu sayang..hiks.. stay with me baby"


Laura tersenyum dan mengangkat tangannya sedikit untuk membelai wajah tampan suaminya yang tak lagi muda..dia semakin mencintai suaminya.


"L.. love..y..you..by"


"Love you too baby..jangan tidur sayang..hiks kumohon..bertahanlah demi aku dan anak-anak baby hiks kumohon sayang"


Gio juga menangis mendengar perkataan orang tuanya..dia tak tau harus berbuat apa yang dia pikirkan hanyalah cepat sampai rumah sakit dan menyelamatkannya mommynya.


Akhirnya mereka sampai di rumah sakit..Rey segera membawa Laura keluar setelah di bukakan pintu oleh Gi.. Gio berteriak bagai orang kesetanan di rumah sakit itu untuk memanggil dokter dan perawat.

__ADS_1


__ADS_2