PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 24 #S2_Carly Berulah


__ADS_3

Seorang pria yang sedang duduk di kursi kebesarannya terlihat amat sangat marah pada perempuan di depannya..bukan hanya tidak tau malu tapi tidak punya malu.


"Kau siapa..?"


"Kau melupakan ku..astaga aku adalah sahabat baiknya Alana tuan Gio"


"Oh..ada urusan apa..?"


"Em aku hanya ingin mengajakmu makan siang saja tuan Gio bagaimana..?"


"Pergi"


"Tuan ayolah..apa hebatnya Alana itu..aku jauh lebih baik darinya.. terutama di ranjang"


Gio semakin marah..tak taukah Carly saat ini Gio ingin memutilasi orang.. benar-benar siapa yang berani memberikan alamat kantornya pada perempuan gila itu.


"Aku ingatkan sekali lagi PERGI.. jika kau tak ingin menyesal"


Bukan Carly namanya jika mundur..dia semakin mendekati Gio dan hampir saja memegang lengannya..gio sudah tidak tahan lagi dengan wanita itu..dia mengambil pistolnya dan menembakkan ke atas langit-langit ruangannya.


DOR....


"Arghhhhh" jerit Carly sedikit gemetaran.


"Aku sudah ingatkan padamu untuk pergi..kau benar-benar menguji kesabaran ku jal*Ng murahan"


"T..tuan..aku tidak bermaksud begitu..maaf maafkan aku..aku akan pergi"


"Ingat jika sekali lagi aku melihatmu maka hari itu adalah hari terakhir mu di dunia ini..kau mengerti bit*ch"


Carly keluar dari ruangan Gio dengan kaki gemetaran..dia tak menyangka lelaki tampan seperti Gio ternyata seorang psycopat..tapi tidak akan menyerah..dia akan berusaha keras untuk mendapatkan Gio apapun yang terjadi.


"Dasar perempuan murahan..jika tidak sibuk sudah ku habisi dia..huhh"


Gio melanjutkan pekerjaannya lagi..dia tak fokus karena kejadian tadi.. benar-benar moodnya sudah hilang..dia harus melampiaskan nya pada para bedebah itu.

__ADS_1


"Lebih baik ke markas saja..aku butuh pelampiasan emosi"


Gio menuju markas kematian..dia ingin mengakhiri Ben dan Amelly..setelah puas menyiksa korbannya Gio tak ingin berlama-lama.


Sampai di markas.. Gio turun dan langsung menuju ruangan penyiksaan..dia mwluhat Ben dan Amelly sudah tak berdaya tergolek di lantai dingin markas.


"Selamat siang bos"


"Hm..bawa Cheetah dan Hiena kemari..aku akan membuat permainan untuk mereka"


"Baik bos"


Anak buah Gio membawa dua bintang kesayangan nya.. Gio tersenyum melihat dua binatang kesayangannya sudah di depannya.. Gio elus-elus kepalanya dan di belai bulu-bulu nya.


"Are you ready to play boy..?"


"Waktunya bermain telah tiba.. bersiaplah kalian untuk akhir hidup kalian"


Gio duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh anak buahnya.. Gio ingin melihat Amelly yang licik melawan seekor Cheetah..kemudian Ben melawan Hiena..dua binatang buas itu sama-sama kelaparan.


"Nyonya Amelly jika kau bisa melawan Cheetah itu maka kau akan ku bebaskan..dan kau tuan Ben jika kau bisa melawan Hiena itu juga maka akan aku bebaskan dengan suka rela.. bagaimana..?"


"Baiklah asal kau pegang janjimu"


"Tenang saja tuan Ben saya bukan tipe orang yang suka mengingkari janji..berika senjata untuk mereka tidak asik jika tidak ada perlawanan"


"Baik bos"


Anak buah Gio memberikan sebuah tongkat kayu sebagai senjata untuk mempertahankan diri..dia hanya ingin melihat bagaimana mereka mati di terkam dua hewan kesayangannya.


"Mulai"


Amelly memulai lebih dulu..dia melawan seekor Cheetah yang kelaparan.. Amelly memukulkan tongkatnya pada kepala Cheetah itu tapi sayang sang Cheetah berhasil menghindar..Amelly tak mau kalah dia lagi-lagi memukulkan tongkatnya pada si Cheetah itu tapi lagi dan lagi gagal dan selalu menghindar.


Di saat Amelly sudah kehabisan tenaga di saat itu jugalah si Cheetah itu menerkamnya..si Cheetah itu terus merobek lengan Amelly hingga kulitnya terkelupas dan terlihat bagian dalamnya.

__ADS_1


"Arghhhhh sakit..lepaskan aku... arghhhhh"


Amelly terus berteriak kesakitan..tak ada yang menolong mereka hanya melihat saja bagaimana akhir dari Amelly.


"Jika kau mau berubah sedikit saja mungkin akhir hidup mu tidaklah begini..kau sudah banyak berbuat salah tapi kau selalu merasa menjadi orang yang tersakiti..apa kau tak punya hati nyonya Amelly..kau sudah tua tapi kau masih saja merencanakan sesuatu yang buruk pada keluarga ku.. seharusnya kau memperbaiki dirimu sebelum ajal menjemput.. nikmatilah sisa-sisa kebebasanmu nyonya Amelly" ucap Gio sambil menatap Amelly yang sudah di cabik-cabik oleh si Cheetah.


Ben hanya menatap Amelly dengan tatapan miris..dia percaya diri sekali bahwa dia bisa mengalahkan seekor Hiena saja..binatang seperti itu di pukul kepalanya saja sudah mati dan dia akan bebas..ya rencana yang bagus.


Gio sudah puas melihat Amelly tewas di cabik-cabik oleh cheetah nya.. sekarang Gio menatap Ben dan tersenyum miring melihat wajah angkuh Ben.. seperti nya tua Bangka itu sangat percaya diri.


"Tuan Ben sebenarnya apa masalah anda denganku hingga anda mau bekerjasama dengan Amelly..?"


"Kau selalu saja merebut proyek yang aku incar..kau bahkan tidak punya hati untuk sekedar merasa kasihan pada rivalmu yang lainnya..kau pantas di benci dan lenyao dari muka bumi ini..orang sombong seperti mu tidak pantas hidup bahagia..mati saja kau"


Gio hanya mendengarkan saja tanpa ingin menjawab..dia tau seberapa bencinya Ben padanya..dia tak mau menjawab ucapan Ben..tidak penting menurutnya.


"Baiklah sudah cukup aku mengetahui mengapa kau membenciku.. baiklah sekarang giliran mu melawan binatang kesayangan ku"


Ben di bawa masuk ke kandang Hiena..Ben awalnya takut tapi dia tak mau terlihat lemah di depan musuhnya..dia harus berani..hanya seekor binatang saja kau pasti bisa.


"Mulai"


Ben mulai melakukan serangannya..dia memukul kepala binatang itu tapi dia kalah gesit..Hiena itu binatang yang gesit tidak seperti kucing liar di luaran sana..Ben semakin takut..dia salah perhitungan dengan menyepelekan binatang itu.


Gio masih asik menikmati tontonan di depannya..anak buahnya bahkan duduk santai di dekat Gio mereka tak sungkan karena sudah seperti keluarga sendiri.


"Ayo tuan Ben kenapa anda tak melawan.. bagaimana nanti kalau anda di makan..?"


"Diam kau brengsek..sialan"


Ben semakin terdesak..dia tak punya celah untuk melukai binatang itu..tubuhnya sudah beberapa kali terkena cakaran bahkan gigitan.


"Arghhhhh sakit..lepaskan akuuuu..arghhhhh"


"Brengsek lepaskan aku arghhhhhh..lepaskan akuuuu"

__ADS_1


Ben jatuh tersungkur dan kakinya sudah di gigit oleh si Hiena.. Gio hanay tertawa melihat wajah ketakutan korbannya.


"Seharusnya kau lebih bersabar dan berusaha lagi tuan Ben..gagal satu kau masih punya banyak kesempatan lainnya..kau tidak seharusnya membenci rivalmu karena dia selalu unggul darimu..harusnya kau belajar apa kesalahanmu hingga kau bisa kalah dari rivalmu.. nikmatilah sisa-sisa kebebasanmu tuan Ben"


__ADS_2