PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 44 #S2_Menyikat Mulut Kotornya.


__ADS_3

Gia tidak tahan lagi..dia keluar dari tempat persembunyiannya dan si susuk oleh Gian..Gia kekuar dengan wajah menahan amarah karena telha mendengar Daddy yang dia banggakan telah di fitnah.


"Seperti nya mulutmu harus di sikat agar lebih bersih nona Ava..!!" Ucap Gia dengan nada datar nan mengintimidasi.


Ava melihat kehadiran Gia dan Gian..dia merasa tertipu..Ava menatik masker di wajah pria yang mereka Joe..dia terkejut melihat wajah berbeda dan bukan Joe.


"Kalian..sialan..beraninya kalian" geram Ava marah.


Alice hanya bisa pasrah..dia sudah kalah sekarang..harus bagaimana lagi dia menjelaskan pada El nanti bahwa dia terlibat untuk mencelakakan gadis yang El cintai.


"Bawa dua perempuan itu ke markas..biar aku yang menguliti mereka" ucap Gia dengan sorot mata tajamnya.


"Siapa kau,berani sekali ingin membawaku..lawan aku dulu baru kau bisa membawaku" tantang Ava dengan berani dan yakin bisa mengalahkan Gia.


"Baikl jika itu maumu nona Ava..lepaskan dia biar aku yang melawan nya"


Gia melepaskan jaketnya..Ava juga sama dia melepas mantelnya..mereka berdua kini berhadapan..Ava menatap benci pada Gia sedangkan Gia bodo amat..yang dia tau saat ini badannya butuh peregangan agar ototnya lancar.


"Kau bisa mulai duluan nona Ava aku takut kau kalah hahaha"


"Jangan banyak omong perempuan sialan..kau akan mati di tanganku hari ini hiyaaaaaaaa"


Ava menyerang Gia dengan cepat tapi secepat kilat juga Gia menghindari serangan Ava..Gia hanya terkekeh geli melihat betapa marahnya Ava.


Ava mengambil pisau dari balik pinggangnya..dia sabetkan pada Gia tapi dengan cwoat Gia menangkia pisau itu hingga pisau itu jatuh..Gia balik menyerang Ava.


Gia menendang perut Ava kemudian dia memelintir tangan Ava ke belakang hingga terdengar bunyi Krakkkk..Ava berteriak kesakitan dan minta di lepaskan tapi Gia bodo amat dia masih asik menghajar wajah Ava.


"Arghhhhhhhh lepaskan akuuuu..arghhhh sakitttttttt"


Gia terus menghajar wajah Ava tanpa ampun..dia menendang wajah cantik Ava hingga beberapa bagian wajahnya sobek dan berdarah-darah..Gia tersenyum melihat ketidak berdayaan Ava di bawah kakinya.


"Kau sudah salah mencari masalah dengan keluarga Wilson..kami tidak pernah sekalipun membunuh tanpa sebab..jika kau pintar maka seharusnya kau cari tau dulu kebenarannya baru kau bisa memutuskan harus bagaimana..bodoh"


Bughhhhh... Bughhhhh


Dua bogem mendarat di perut Ava dari Gia..Gia menyudahi sesi gulat nya dengan Ava kwtika melihat Ava sudah tidak berdaya..Gia melirik ke arah Alice yang sudah gemetar ketakutan.


"Tunggu giliran mu bittch..kau sudah salah mencari lawan..aku tidak ada masalah denganmu tapi kau dengan berani menyuruh orang untuk membunuhku hahahaha jangan mimpi untuk keberhasilan mu..kau akan mendapatkan hadiah besar dariku"


"Gian urus mereka Kaka lelah..sudah lama Kaka todak bergulat"

__ADS_1


"Tenang nanti aku bawa ke salon pijat gratis.."


"Good boy..kalian bawa dua perempuan gila itu ke markas..biar aku yang mengulitinya.."


"Baik nona"


Anak buah Gio membawa Ava dan Alice ke markas..Alice berteriak-teriak meminta di lepaskan dia memohon ampun pada Gia tapi Gia bodo amat.


"Lepaskannnn akuuuui..Gia maafkan akuuuui arghhhhhh lepaskannnn".


"Tutup mulutnya sangat brisik" geram Gia mendengar teriakan Alice.


Anak buah Gio menyumpal mulut Alice dengan kain..mereka membius Alice yang berisik sejak tadi..mereka juga bisa tuli dadakan jika begini terus.


Sampailah anak buah Gio di markas..mereka melempar Ava dan Alice kedalam sel tahanan sebelum pengeksekusian..Alice dan Ava tak sadarkan diri..Alice di bius karena berisik sedangkan Ava tak sadarkan diri karena terkena Bogeman dari Gia.


Skip>>>>>>>


"Ternyata kau tak menipuku brother..thanks"


"Aku sudah bilang aku akan membahagiakan dan memanjakan para wanitaku"


"Hahaha berarti dia tidak punya nyali "


"Sudahlah diam..aku ingin badanku segar kembali..ternyata melelahkan menghajar wanita gila itu..tapi aku puas hahah"


Gian hanya mendengarkan ocehan kakaknya itu..dia tak mau ikut campur dalam urusan penyiksaan yang go lakukan..dia akan melakukan apapun demi untuk melindungi keluarganya dari orang-orang yang menaruh dendam pada keluarganya.


Gian masih setia menunggu Gia di salon..dia memantau perkembangan Genie dalam menuangkan bakatnya..dia akan mensponsori berbagai acara demi adiknya bisa menampilkan kemampuannya.


"Siapa laki-laki yang berani mendekati adikku..beraninya dia"


Gian mendapat laporan dari orang suruhannya yang memantau Genie selama dia tak ada..anak buahnya mengatakan bahwa Genie sempat makan siang bersama seorang pria.


Gian emosi dia tak mau adiknya mendapat harapan palsu dari laki-laki yang belum jelas identitasnya..dia akan mencari semua informasi mengenai laki-laki yang berani mendekati adiknya itu.


"Cari semua informasi mengenai laki-laki itu..aku mau besok berkasnya sudah ada di atas meja kerjaku"


"Baik bos.. laksanakan"


Gian menghubungi Genie dan menanyakan keberadaan nya saat ini..dia tak mau adiknya di permainkan oleh laki-laki..banyak musuh Keluarga Wilson yang masih bersembunyi dan bersiap untuk menyerang jika ada kesempatan.

__ADS_1


Gian selalu mengambil langkah seribu dalam mengamankan keamanan Keluarga nya..dia menempatkan banyak anak buahnya di sekitar anggota keluarganya..dia melakukan itu agar keselamatan Keluarga nya terjamin.


Gian menghubungi Gio dan memberitahukan perihal kedekatan Genie dengan seorang pria..dia tau adiknya itu mudah suka atau baperan walau hanya di rayu sedikit saja.


"Ka apa kau sedang sibuk..?"


"Aku sedang di rumah mommy dan Daddy..ada apa..?"


"Bisa kita bertemu sebentar nanti..?"


"Bisa..dimana..?"


"Di cafe dekat perusahaan Opa Jonathan saja kebetulan nanti aku mau jemput Genie juga"


"Ok jam setengah satu kau harus sampai di sana karena kakak iparmu sudah hampir mengamuk jika terlalu lama"


"Baiklah.."


Telepon tertutup..Gian bersiap untuk berangkat karena sudah jam 11 lewat..Gia juga sudah selesai..dia akan mengantar Gia dulu ke markas barulah dia menjemput Genie.


"Aku antar ke markas dulu lalu aku mau jemput Genie "


"Oke brother"


"Jangan merangkulku ka..nanti jodohmu kabur"


"Sialan kau anak kecil..sudahlah ayo ke markas aku sudah gatal ingin menyikat mulut kotornya"


"Hahahaj baiklah ayo"


Gian dan Gia menuju ke markas ..sepanjang jalan menuju markas Gia melihat ponselnya..ada banyak pesan dari Gio yang menanyakan perihal eksekusi Joe..Gia hanya mendengus mengumpat anak buah Gio yang ember.


"Gian ka Gio tau kalau aku mengeksekusi orang kemarin..?"


"Entahlah"


"Sialan kau..Kaka serius".


"Aku juga serius ka..mana kutahu "


"Arghhh sudahlah cepat aku jadi ingin menghabisi dua wanita sialan itu"

__ADS_1


__ADS_2