
"What's..are you serious dad..?"
"Ya..cepatlah datang"
"Ok dad..i'll be there soon"
Sambungan telepon terputus..Gia menatap El dengan binar bahagia..dia tidak sabar ingin segera menemui keponakan nya.
"El "
"Ada apa Sweetie..?"
"Kita ke rumah sakit..ka Gio sudah melahirkan "
"Hah..ka Gio melahirkan.. bagaimana bisa..?"
"Eh maaf maksud nya istri ka Gio melahirkan hehe"
"Astaga Sweetie..kau membuatku hampir jantungan"
"Maaf El..aku terlalu bahagia jadi tidak fokus..ayo sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang"
"Baiklah ayo"
Sekitar satu jam perjalanan akhirnya El dan Gia sampai di rumah sakit..mereka turun dan bergegas menuju ruangan di mana Alana di pindahkan.
"Hey jangan terburu-buru Sweetie nanti kau jatuh bagaimana..?"
"Sorry aku terlalu senang..arkhhh"
"Sudah ayo.."
Dan akhirnya merkea sampai di ruangan di mana Alana di rawat..mereka masuk dan mendapati semua keluarga sudah berkumpu..ada Willy, Vallery, Erick, Nila, Arny,Bastian,juga para sodaranya.
"Wah kalian sudah datang..aku terlambat" ucap Gia menyapa satu-satu.
"Kau itu pacaran terus bikin iri saja" ucap Via dengan candaan nya.
"Hahaha makannya jangan asik pacaran sama dokumen..cari pacar yang nyata sepertiku"
Mereka semua memutar matanya jengah..Gia memang terkenal mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi di depan keluarga nya tapi..kalau di depan orang lain dia akan merendah dan tak mau menunjukkan kuasanya.
"Mana keponakan-keponakan ku..?"
"Dasar adik durhaka..kenapa baru datang..?" ucap Gio sambil melotot tajam pada Gia.
Gia hanya bisa nyengir kuda dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Sorry ka..tadi Gia dan El habis dari makam Oma Mira..maaf ya"
"Hm..sudahlah"
__ADS_1
Gia mendekati bayi mungil yang ada di box..dia terpesona melihat betapa cantik dan mempesona nya dua tubuh mungil di depannya.. memang bibit unggul Keluarga Wilson tidak bisa di pungkiri lagi.
"Siapa namanya ka..cantik dan tampan sekali kamu sayang"
Semua mata tertuju pada Gio.. Gio menatap Alana lembut dan penuh cinta..dia mengusap wajah cantik Alana sebentar sebelum menjawabnya.
"Namanya Giana Olivia Wilson dan Richard Julian Wilson
"Woahhhhhh" ucap mereka semua serempak.
"Hay Giana,Hay Richie aku aunty mu Gia"
"Kakak Genie juga auntynya mereka "
"Astaga bisakah kalian bersikap layaknya aunty berwibawa..?" tanya Gio yang gemas melihat dua adik perempuannya.
"Iya ka"
Skip>>>>>>>>>
"Sweetie,aku tidak sabar"
"Maksudnya..?"
"Ingin segera memiliki anak..seperti ka Gio dan kakak ipar"
"Kau itu..sabar El..besok kita sudah bisa memproduksi anak.. bersabarlah sebentar lagi"
Gia hanya tersenyum melihat ekspresi El..lama Gia melihat El hingga sebuah benda kenyal nan lembut membuyarkan lamunan Gia.
"Eh.."
"Jangan melamun nanti aku khilaf bagaimana..?'
"Ishhh..apa sih El..sudah ayo kita pulang"
"Ini kan rumah kita Sweetie"
"Iya tapi besok baru di huni oleh ku..sekarang aku harus pulang El..kau mau Daddy menceramahi mu lagi seperti kemarin..?"
"Hahaha..tidak..tidak.. baiklah"
Akhirnya mereka menuju rumah Gia..tidak rela sebenarnya El mengantar Gia pulang tapi apalah daya mereka belum bisa tinggal bersama karena besok mereka baru resmi secara agama dan negara.
Perjalanan mereka di warnai canda dan tawa dari keduanya sesekali El menggoda Gia hingga wajah Gia merona di buatnya tapi kadang Gia yang menggoda El hingga El merona dan salah tingkah.
Sampailah mereka di rumah Gia..mereka turun..kali ini tiada kissing karena tadi sudah ketika di rumah El..Gia tak mau kepergok oleh orang rumah jika mereka nekat.
"Baiklah El aku masuk dulu..kau hati-hati jangan ngebut..besok ku tunggu di altar"
"Kau ya..astaga..aku Tidka bisa tidur malam ini kau tau..?"
__ADS_1
"Hahaha itu resikomu..bye El love you"
"Love you more Sweetie"
Gia masuk kedalam rumah dan meninggalkan El di depan dengan masih menatap kepergian nya..El masuk ke mobil ketika Gia sudha benar-benar masuk kedlam rumha..dia batu tenang jika Gia sudha bersama keluarga nya.
"Aku Tidak sabar"
El tersenyum dan menjalankan mobil nya menuju rumah masa depan mereka..di sepanjang jalan El tersenyum senang.. bibirnya tidak pernah melunturkan senyumnya.
"Sabar Ucup besok kau akan mendapat jatahmu.. bersabarlah..jangan membuatku tersiksa"
Sampailah El di rumahnya..dia turun dan segera masuk kedalam rumah..dia mandi sebentar karena badannya terasa lelah..stelah dari pemakaman lalu rumah sakit laku ke rumah dan mengantar Gia pulang..tubuhnya serasa jelly yang tak bertenaga.
Selesai dengan acara mandinya El membaringkan tubuhnya di atas kasur empuknya..dia lelah..ingin istirahat..kenapa waktu begitu lambat sih.
El manatap jam di nakas..baru jam 2 siang..astaga kenapa lama sekali..dia kan sudah tidak sabar untuk segera menjalankan misi membuat anak dengan Gia.
Skip>>>>>>>>
Via kembali ke rumah dia mampir sebentar ke pusat perbelanjaan..dia ingin membeli kado untuk keponakan-keponakan nya.
"Sebaiknya aku membeli baju atau sepatu ya..ah lihat saja nanti jika ada yang cocok"
Via dalam perjalanan menuju pusat perbelanjaan..dia mengendarai mobil sendiri..di tengah perjalanan Via melihat seorang pria tengah di kerumuni oleh 3 orang preman..dia berhenti dan keluar dari mobil.
"Ada apa ini..?"
Sontak mereka melihat ke arah Via..tiga preman itu melihat seorang gadis cantik yang berani menegur mereka dan mengganggu kesenangan mereka.
"Cantik sebaiknya jangan ikut campur atau wajah cantik mu bisa tergores"
"Cih..diam banyak omong..lepaskan pria itu dan sebaiknya kalian eorgi sebelum menyesal" ucap Via dengan nada sedikit malas.
"Wah ternyata kau berani juga ya.. baiklah seperti nya kau butuh di beri pelajaran"
"Serangg"
Via terlibat perkelahian 2 lawan 1..jangan anggap remeh keturunan Wilson..hak sepele seperti ini tentu saja bisa mereka selesaikan dengan mudah tanpa harus membuang-buang waktu.
Via dengan mudahnya menangkis setiap serangan yang mengarah padanya..Via memukul salah seorang preman menggunakan tangannya.. Via menonjok dan membuat hidung salah seorang preman itu patah.
Preman yang satu tidak tinggal diam ..dia juga ikut menyerang Via tapi naas Via lebih dulu memecahkan telurnya..dua preman berhasil Via kalahkan denagn begitu cepatnya.
"Sebaiknya kalian pergi dan jangan ganggu orang lagi atau kau akan berurusan denganku.. PERGI"
Preman itu membawa serta dua rekannya yang babak belur karena Via.. Via mendekati pria yang tadi di ganggu preman itu.
"Jangan mendekat.. Mommy.. Mommy"
Via terkejut melihat reaksi pria itu.. Via memperkirakan usia pria itu setara dengan Gio tapi kenapa dia bersikap seperti itu.
__ADS_1
"Anak Mommy" ucap Via lirih.