PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 1 S2_Sang Penolong


__ADS_3

"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu brengsek..?" ucap seorang pria yang di keroyok beberapa orang bayaran.


"Akhhhh ampun..ampun..kami di suruh tuan Remon akhhh"


"Cih ternyata hanya secuil kotoran saja..Arick habisi mereka..jangan sisakan satupun bagian tubuh mereka"


"Baik tuan"


Pria tadi pergi meninggalkan sang asisten..dia lelah setelah bertarung sendiri melawan lebih dari 5 orang berbadan besar yang hendak membunuhnya.


Pria tadi kembali ke apartemennya..dia membersihkan badannya sebelum kembali ke rumah utama..dia tak mau ibunya melihat kondisinya yang tengah kacau.


"Huhh berapa kali aku memikirkan baik dan buruknya tapi dia tetap sama.. baiklah ayo kita bermain Remon"


Setelah selesai mandi dia bergegas menuju kediaman utama..dia pulang tanpa di antar supir ataupun pengawalan.


Di tengah jalan tiba-tiba mobilnya di cegat oleh sebuah mobil Van hitam..tak berapa lama kemudian keluarlah beberapa orang berbadan kekar dengan memegang masing-masing senjata tajam.


"Apa lagi kali ini..sialan"


Pria itu keluar dari mobil..dia hanya menyimpan satu pistol di jaketnya..tenaganya juga sudah terkuras tadi saat melawan beberapa orang itu.


"Katakan"


"Ikut atau mati..?"


"Cih.. buang-buang waktu saja"


Pria tadi langsung menembak musuhnya..4 orang terkapar karena pistol kesayangannya..sisa 4 orang lagi tapi pelauru yang dia miliki hanya sisa 2 saja..dia harus berfikir keras untuk bisa mengalahkan para cecunguk itu.


Dia terus di serang dan menyerang..pertarungan semakin tak terelakan..pria tadi berhasil menumbangkan 2 orang..sisa 2 lagi tenaganya sudah semakin berkurang..di saat dia lengah tiba-tiba dari arah samping dia hampir di tusuk tapi tanpa di duga ada sebuah sepatu heels melayang ke arah orang yang hampir menusuk pria tadi.


"Arghhhh sialan..siapa yang berani melakukan ini keluar"


Pria tadi memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang cecunguk itu..mereka berhasil tumbang..pria tadi terjatuh dan terduduk di jalan aspal.


"Siapa yang sudah menolongku..sepatu siapa ini..tapi terimakasih karena sudah menolongku..HEY SIAPAPUN KAU AKU BERTERIMAKASIH PADAMU KELUARLAH" pria itu berteriak memanggil si penolong tapi tidak ada siapapun yang keluar.


Karena tidak ada yang keluar akhirnya pria tadi memilih meninggalkan lokasi dan menuju rumah..dia lelah sungguh sangat kelelahan..dia butuh pelukan ibunya.


Sampai di rumah dia masuk dan di mencari keberadaan ibunya..dia butuh pelukan ibunya untuk mencharge energi nya.


"Mommy..mommy..where are you mom"


Dari arah dapur terlihatlah seorang wanita yang sudah tidak lagi muda tapi masih cantik menghampirinya.


"Son kau sudah kembali..?"

__ADS_1


"Mommy aku butuh pelukanmu"


"Astaga anak ini.. baiklah sini peluk mommy sepuasnya"


Pria tadi memeluk ibunya..dia merasa tenang jika sudha berada di pelukan ibunya..jika daddy nya ada maka sudah bisa di pastikan tidak akan ada sesi peluk memeluk.


"Daddy mana mom..?"


"Daddy sedang mengantar adik bungsumu les piano.."


"Oh..pantas saja tidak ada yang melarang "


"Kau ini..sudah sana istirahat atau mau makan dulu..?"


"Aku kelaparan mom..berikan aku makanan terenak yang di buat dari tangan lembutmu"


"Hahhaa kau persis seperti daddymu..sudah sana duduklah mommy buatkan makanan dulu"


"Thanks mommy ku sayang"


Skip.........


Seorang wanita cantik tengah berada di sebuah jalan yang tak terlalu ramai..dia kehabisan bensin dan juga ban nya bocor dia sudah memanggil tukang bengkel langganan nya.


Di saat dia tengah menunggu tiba-tiba terdengar suara tembakan dari jarak yang tidak terlalu jauh dari tempatnya.


DOR......


Dia penasaran kemudian memberanikan diri untuk mengecek keadaan di sekitar.. terlihat seorang pria tengah di keroyok oleh beberapa orang berbadan besar.


"Astaga apa ada tawuran..tapi bukan sepertinya..eh..itu bukannya.. astaga tidak bisa di biarkan..aku harus menolongnya"


Dia mencari-cari sesuatu untuk di jadikan senjata tapi tidak menemukan apapun.. akhirnya dia menatap sepatu heels nya..relakan saja demi dia.


"Maaf ya heels nanti aku ambil lagi kalau udah selesai..maaf banget darurat"


Dengan keberanian yang hanya secuil wanita itu melemparkan heels nya pada orang yang hendak menusk pria itu.


"Dapat..rasakan.."


Dia pergi dengan memakai sepatu heels sebelah saja..dia tak mau terlihat dan terlibat perkelahian..dia bisa berkelahi tapi saat ini tidak memungkinkan untuk nya berkelahi.


"Jika aku tak memakai rok begini maka sudah bisa ku pastikan aku sudah membabat habis para cecunguk itu..huhh astaga sepatuku"


Dia baru ingat kalau sepatunya tertinggal di tempat perkelahian tadi..dia kembali lagi dan melihat lokasi itu sudah kosong..sepatunya juga lenyap..astaga dimana sepatu kesayangannya.


"Astaga sepatuku..huhh di buang dimana sepatuku itu..oh tidak pasti nanti Daddy marah melihatku hanya memakai sepatu sebelah saja..habislah kau Nana"

__ADS_1


Skip........


"Son makan dulu mommy sudah siapkan makanan untuk mu"


"Ok mom..temani aku"


"Baiklah"


Pria tadi makan bersama sang mama..dia begitu lengket dengan ibunya.. apalagi jika ada ayahnya huhh sudah bisa di pastikan mereka akan berebut seperti anak kecil.


"Pelan-pelan Gio..tidak ada yang memintanya.."


"Hehe..ini sangat enak mom..mommy memang the best"


"Bisa saja kau..apa kau sudah dengar anak uncle Sam sudah pulang dari LA..?"


"Anak uncle Sam.. Alana..?" ucapnya sedikit berbinar.


"Iya..kau tak ingin bertemu dengan dia..apa tidak rindu..?"


"Apa sih mom..besok saja kita kesana sama-sama"


"Baiklah.. baiklah hahaha"


Laura hanya memandangi wajah anaknya..dia tak menyangka anak yang dulunya sering sekali membuat adik-adiknya menangis kini sudah beranjak dewasa.


Laura kadang merasa dia harus iklas melepaskan anak-anaknya kelak saat sudah tiba waktunya..tak terasa waktu semakin cepat berlalu dan anak mereka kini sudah dewasa.


"Mommy sayang kalian"


Gio menghentikan makannya..dia menatap ibunya yang sudah berderaian air mata..dia mendekat ke arah mamanya dan memeluknya.


"Mommy everything is ok..kami hanya menyayangi mu mom..kami akan selalu berada di sisimu.. selamanya"


"Thanks son"


Dari arah belakang terlihatlah seorang pria yang sudah tidak muda lagi dan tiga orang anak yang sudah dewasa. mereka melihat ibu dan kakaknya sedang berpelukan.


"Ekhem sepertinya aku tersisihkan" ucap Gian.


"Aku juga" tambah Genie


"Aku tersingkirkan oleh kakaku" timpal Gia.


Sementara Rey hanya menggelengkan kepalanya melihat interaksi antara anak dan istrinya..dia senang bisa berkumpul dan menikmati waktu bersama keluarga kecilnya.


"Ayo sini siapa yang mau memeluk Daddy"

__ADS_1


"Nothing" jawab ketiga anaknya serempak.


Mereka menempel pada Laura dan Gio..Rey..jangan di tanya wajahnya kesal tapi bibirnya mengulas senyum.


__ADS_2