
Dua hari telah berlalu setelah kematian George..Laura seperti merasakan hal aneh setiap malamnya..dia seperti mengalami Dejavu akan kematian George.
"Kenapa aku selalu bermimpi seperti itu ya..ada apa ini sudah 4 hari selalu mimpi yang sama huhhh"
Laura Kembali merenung dia masih memikirkan apakah iya dia yang telah menembak orang itu..ah sudahlah dia tak mau liburannya kacau.
βBy....sudah tidur ya..?".
"Kenapa baby..?"
"Laura mau di peluk"
"Sini.."
Mereka berpelukan satu sama lain..hangat..menuju ke alam mimpi bersama-sama.
*
*
Stevan sudah tau jika Laura adalah Lala hadis kwcil yang selama ini dia cari-cari.. ternyata dia sudah di miliki oleh orang lain yang mana adalah rekan bisnisnya sendiri.
"Sungguh takdir begitu kejam La..aku hanya berharap semoga kamu bahagia..tuan Rey begitu menyayangi mu dan mencintaimu.."
Stevan tadi pagi mendapat kabar dari orang suruhannya untuk melakukan pencarian lebih dalam lagi pada Lala..dan tak menghianati hasil dia berhasil membawa semua informasi dari orang yang kebetulan dekat dengan keluarga Anderson.
Saat Stevan tau Lala adalah Laura Stevan langsung terduduk lemas..mana mungkin dia merebut gadisnya yang sudah bahagia dengan pujaannya..tidak..itu tidak akan terjadi.
"Baiklah.. seperti nya sudah cukup bagiku untuk menunggumu La..maaf aku tak ingin mengganggu ketenangan Keluarga kecilmu..aku hanya mampu berdoa agar kau selalu bahagia"
Steven sudah memantapkan hati nya untuk melepas Lala..dia sudah tau cerita tentang seorang Reyhan Jade Wilson dalam memperlakukan istrinya..dia tak khawatir jika Lala di sakiti karena Rey bukan tipe laki-laki yang begitu.
Steven mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari mental,hati,dan jiwanya dalam menghadapi Rey besok..mereka akan melakukan pertemuan untuk membahas masalah kerja sama.
"Huhh.kuat Stev..kau pasti bisa..Lala sudah bahagia bersama laki-laki baik.."
Skip.......,.
Laura dan Rey memutuskan untuk kembali ke negara X lebih cepat karena Laura merengek minta pulang saja..Rey mau tak mau menurut saja..dia juga tak ingin Istri nya itu kenapa-kenapa karena selalu mimpi hal yang sama.
"Baby apa sudah siap semua..?"
"Sudah by..ayo"
"Ok..biar aku bawakan sini"
__ADS_1
"Terimakasih suamiku sayang"
"Ini tidak gratis baby"
"Haishh tau ah"
Laura berjalan cepat sambil mlengos sementara Rey dia tertawa puas dengan melihat wajah Laura yang kesal..dia senang istrinya sudah tidak lagi merenung atau mengurung diri..dia suka Laura yang seprti ini.
"Baby jangan cepet-cepet jalannya"
"Hubby yang lelet bukan Laura yang cepet"
"Tungguin sayang.."
Laura berhenti menunggu Rey..dia tidak ijinkan untuk membawa barang-barang..ntahlah padahal hanya menyeret koper bukan mengangkat semen suaminya itu benar-benar lebay bin alay.
Sampailah mereka di bandara..mereka berpamitan pada Deril.. sebenarnya Deril tak rela mereka pulang tapi apa boleh buat.
"Kami pulang dulu..jika ada waktu lagi kami akan mampir.."
"Iya bos.. hati-hati.."
"Kau pantau oroses pembangunan rumah ku..aku percaya padamu Deril.."
"Baik bos akan saya laksanakan"
"Baik bos hati-hati bos..ka Laura"
Rey menaiki jet pribadi nya..dia membantu Laura naik..setelah perpisahan singkat akhirnya jet pribadi Rey mulai mengudara di atas awan.
Deril kembali setelah jet yang di tumpangi Rey lepas landas..tugasnya memantau proses pembangunan rumah bosnya lagi..dia akan melakukan yang terbaik yang dia mampu untuk menjaga titipan bosnya.
Di negara X Gio mencari-cari keberadaan sang ibu..dia merasa ibunya pasti di culik lagi oleh ayahnya..lihat saja nanti jika sudah kembali akan dia beri ultimatum kepada ayahnya.
"Mimimi.." ucap Gio
Mama Rey awalnya tidak tau Gio bicara apa tapi setelah dia mencerna lagi sepertinya Gio mencari Laura.
"Momy sebentar lagi pulang sayang.. Sekarang main sama Oma dulu ya..?"
"Mimimi.."
"Iya nanti ketemu momy..lihat tuh adik-adik kamu semua pada anteng..ayo main sini sama Oma"
Gio memilih mengalah..dia tunggu saja sampai momynya di kembalikan oleh ayahnya.
__ADS_1
Tak berapa lama Dady Wil datang membawa sepiring buah di tangannya..dia masuk dan menawarkan pada para bocil yang ada di dalam.
"Halo cucunya Opa..ini Opa bawa buah..siapa yang mau hayoo"
Gia dan Gian antusias mendekati Opa nya.. Gio bodo amat..dia tak mau jika..sekarang hanya Laura yang dia nanti.. tunggu saja akan dia culik momynya biar sang Dady tidak bisa mendekati momynya lagi.
Skip.............
Tak terasa sorepun tiba..Laura dan Rey sudah tiba di negara X..mereka segera menuju rumahnya pasti ketiga bocilnya sudah banyak tingkahnya.
Sampailah mereka di rumah..mereka memilih bersih-bersih dulu sebelum mendekati ketiga bocilnya..selesai dengan mandinya Laura dan Rey bergegas menuju kamar para bocil.
"Hay anak-anak momy yang canti dan tampan.."
Gio menoleh dan langsung berjalan sedikit berlari menuju Laura..dia peluk dan bergelayut manja di pelukan Laura.
Rey melihat sikap Gio benar-benar persis seperti dirinya..apakah ini namanya dia tersaingi oleh anaknya sendiri.
"Hey boy..itu istri momy loh..jangan deket-deket"
Gio tak peduli dia terus peluk tak mau lepas barang sebentar saja..dia melirik tajam pada Rey seakan menantangnya.
"Astaga lihatlah liriknya..hey kau mengejek Dady boy.. benar-benar anak ini"
"Sudah by..jangan cemburu sama anak sendiri ihhh.."
"Tapi lihat Gio mengejekku baby..lihatlah matanya "
"Kau itu sudah besar Rey..mengalah kenapa dengan anak sendiri juga" ucap mama Rey yang gemas dengan anaknya yang super konyol.
"Rey sudahlah lagian itukan sifatmu yang menurun..jangan salahkan cucu Dady salahkan dirimu hahaha" tambah Dady Wil.
Rey mencebikkan bibirnya..dia kesal tak ada yang membelanya..memang benar sih Gio kan menuruni sifatnya..jadi yang patut di salahkan itu ya Rey sendiri.
"Huhh.. baiklah.. baiklah..aku mengalah..lihat saja nanti boy..akan Dady culik lagi momymu" tantang Rey pada gio.
Gio seakan mengerti maksud Rey dia mendekafi Rey dan menggeplak wajahnya sambil tertawa senang..balasan pertama berhasil.
Semua orang yBg ada di sana tertawa melihat wajah Rey yang digeplak oleh gio.. benar-benar Gio lawan Rey yang sesungguhnya.
Dady Jo sudah semakin pulih..dia sudah bisa berjalan normal lagi seperti dulu..momy Mari selalu menemaninya terapi agar kaki Dady Jo cepat pulih dan bisa menggendong ketiga cucunya lagi.
"Aku bahagia mom.. akhirnya aku sudah sembuh"
"Ya momy juga bahagia dad..jangan sakit lagi..momy tidak sanggup "
__ADS_1
"Iya mom..maafkan Dady ya..Dady tidak akan lagi membuat kalian khawatir dan sedih"
Mereka berpelukan dengan mesra..melepaskan semua beban yang sudah menumpuk di bahu mereka.