
Hari ini adalah hari keberangkatan Willy dan Vallery ke pulau H..mereka berhoneymoon di pulaunya Rey..suasana di sana begitu tenang..pas untuk reproduksi wkwkwk.
"Kalian hati-hati jika ada apa-apa langsung beritahu kami" ucap mama Rey mewanti-wanti Willy dan Vallery.
"Iya mom..mommy sehat-sehat sampai aku bisa membahagiakan kalian"
"Anak nakal..sudah sana berangkat"
"Ok Semua kami pergi dulu"
Mereka melambaikan tangan pada sepasang suami istri baru itu..setelah Willy dan Vallery berangkat tak berapa lama kemudian datanglah orang tua Willy ke kediaman utama Wilson.
"Dad..itu bukannya William dan Kate ya..ada apa mereka kemari...?"
"Biarkan saja..paling mau menanyakan perihal Willy"
"Huhh.. baiklah"
Rey dan Laura sudah di dalam mereka tengah duduk di ruang keluarga..menikmati waktu libur Rey yang sengaja Rey siapkan hanya untuk mereka.
"Baby kau mau menambah anak lagi..?"
"Uhukk..uhukk..uhukk"
Laura langsung terbatuk setelah mendengar penuturan Rey.. bisa-bisanya suaminya memikirkan punya anak lagi sedangkan dia sendiri saja sudah cemburuan dengan ketiga anaknya.
"Nggak usah macem-macem by..tiga anak juga udah cukup..yang ada nanti kamu makin cemburu sama anakmu"
"Hahahah..bener juga katamu baby"
Laura hanya memutar matanya jengah..suaminya kadang pintar tapi kadang juga bodohnya nggak ketulungan.
Mama Rey dan Daddy Wil masuk..mereka menyampaikan bahwa ada orang tua Willy di ruang tamu..mereka menghampiri para tamu dulu.
"Tuan William..apa kabar..?" sapa Daddy Jo ramah.
"Tidak usah bertele-tele Will..katakan dimana anakku..?" ucap tuan William tak bersahabat.
"Ahahha...kau baru ingat punya anak William..kemana saja kau selama ini..setelah anakmu sukses kau baru mencarinya..dimana kau ketika anakmu sedang kesusahan..cih jijik sekali aku melihatmu William" ucap Daddy Jo tanpa segan.
"Jaga mulutmu Jo..kau yang mempengaruhi anakku agar menjauhiku..jangan seenaknya kau Will"
"Kau pikir kau siapa tuan William..?" ucap Rey baru sampia dan mendengar kata-kata tak mengenakkan dari ayah William.
Tuan William hanya mendengus..dia tak mungkin melawan Rey.. bagaimana pun juga Rey adalah salah satu pengusaha ternama dan paling berpengaruh di dunia bisnis.
"Nak Rey aku hanya menanyakan tentang Willy anakku.."
"Anakmu..anakmu bukannya sudah kau buang sejak bertahun-tahun lalu..?"
"Itu semua salah paham nak Rey..kami tidak pernah membuang Willy" timpal mama Willy.
Mama Rey hanya tertawa..sungguh orang tua tak tau malu..setelah anaknya sukses baru di cari.
"William.. Kate..lebih baik kalian pergi karena Willy sudah bahagia dengan pilihannya sendiri..jangan sekali-kali kalian mengusiknya jika tidak maka kalian akan berurusan dengan keluarga Wilson" tekan mama Rey yang sudah jengah dengan kedua orang itu.
Laura hanya menyimak saja..dia tak mau ikut campur..dia sudah pernah merasakan sakitnya tak di anggap oleh orang tua.
__ADS_1
Orangtua Willy kicep..mereka tak bisa menjawab lagi..mereka memilih pergi..nanti saja ketika Willy sudah ada di sana.
Setelah kepergian orangtua Willy mama Rey..Daddy Will dan Rey berserta Laura kembali ke kamarnya masing-masing.
"Baby peluk aku"
"Ihh manja sekali suamiku"
"Biarin sama istri sendiri kan..?"
"Baiklah"
Laura memeluk Rey dengan mesra.. sebenarnya dia penasaran dengan keluarga Willy tapi dia tahan dia tak mau mencampuri urusan orang lain.
"Baby kau tak penasaran dengan keluarga Willy..?"
"Penasaran by tapi Laura tak ingin mencampuri urusan yang bukan milik Laura..biarkan Willy menyelesaikan masalahnya sendiri"
"Istriku semakin bijak..kan makin sayang aku baby"
"Gombal ih"
"Serius baby.."
Mereka bercerita tentang hubungan mereka..jika mengingat kembali awal pertemuan pasti mereka akan kikuk dan merasa aneh.
"Kau dulu sangat polos dan lugu baby..kenapa sekarang kau semakin nakal..?"
"Kan hubby yang mengajarkan pada Laura"
"Ada lagi kah by..?"
"Oh course baby..masih banyak"
"Baiklah ajari Laura by"
"Sure baby"
Skip.........
Nila dan Erick saat ini tengah berada di pusat perbelanjaan dengan kedua anaknya dan para suster.
Mereka berbelanja kebutuhan dapur juga susu para bocil yang sudah hampir kosong semua.
"Apa lagi yank..?"
"Em...sudah semua kayaknya.. perlengkapan buat sus juga sudah..tinggal di bayar aja yank.."
"Baiklah.. sebentar"
Erick membayar belanjaannya..mereka memutuskan untuk makan dulu karena hari semakin terik..tak lupa juga dengan para susternya.
"Sus kalau mau pesen makan pesen aja ya..bebas kok" ujar Nila pada kedua suster anaknya.
"Baik nyonya.. terimaskaih"
Nila dan Erick memakan makanannya..para bocil juga di pesankan nugget dan sosis agar lebih mudah memakannya.
__ADS_1
"Lihatlah Via...astaga dia bahkan tak mau berbagi dengan adiknya.." ucap Erick yang gemas melihat tingkah Via.
"Hahaha biarkan saja yank..yang penting nggak ribut"
"Ya kau benar sayang"
"Via jangan blepotan makannya..anak pinter" ucap Nila ketika melihat cara makan Via.
Erick begitu senang mendapat istri seperti Nila..dunianya seakan berubah berarah.
Selesai dengan urusan makannya mereka memilih pulang karena anak-anak sepertinya sudah mengantuk.
"Sus tolong tidurkan anak-anak ya..saya mau beresin belanjaan"
"Baik nyonya"
"Terimakasih"
Nila membereskan semua belanjaannya..Erick di kamar sedang mandi..dia juga sekalian mau menyiapkan makan malam untuk mereka
"Masak apa ya..kenapa bingung sekali sih"
Setelah cap cip cup akhirnya pilihannya jatuh pada daging ayam yang terlihat begitu segar di matanya.
"Bikin ayam goreng saja lah..sama sup asparagus juga tumis daging sapi..pasti enak"
Nila mulai menyiapkan segala sesuatunya untuk memasak..dia tak mau di bantu bibi dia ingin masak dengan tangannya sendiri.
Erick keluar dari kamar dengan keadaan sudah segar..dia mencium bau masakan.. seperti nya istrinya mau memanjakan nya.
"Hey kau masak apa yank..?"
Erick memeluk Nila dari belakang..dia ciumi leher istrinya.. Nila meremang...dia memukul lengan Erick.
"Yank aku mau masak dulu..jangan begini"
"Huhh baiklah"
Nila melanjutkan acara masaknya..Erick memandangi istrinya dengan senyum sejuta madu nya.
"Yank hati-hati nanti kena minyak panas loh"
"Ishhh diem dulu kenapa yank..udah biasa juga"
Erick diam dia tak mau di goreng juga oleh Nila..cari aman..dia memeriksa ponselnya..banyak laporan masuk dari para karyawan.
Skip.........
"Dad mommy nggak mau tau pokoknya Willy harus kembali ke rumah ini lagi dan mommy juga sudah mengatur perjodohan nya dengan anak sahabat mommy"
"Jangan gegabah mom..Willy mana mau kemari lagi..kau tak ingat bagaimana kita mengusir nya..??"
"Lalu bagaimana dengan perjodohan nya dad..bisa rugi kita"
"Sudah diamlah dulu biarkan Daddy yang memikirkan jalan keluarnya"
Mereka masih berusaha untuk membuat Willy kembali pada mereka demi sebuah bisnis..kasihan Willy..sabar ya bang Will.
__ADS_1