
Gio memutar mobil nya ke rumah sakit..dia menuju rumah sakit dengan wajah yang khawatir dan juga marah.
Tadi sewaktu meninggalkan rumah Alana.. Gio mendapat telepon dari teman Genie dan mengatakan bahwa Genie habis berkelahi dengan seniornya nya di kelas design.
Gio langsung memutar kemudi dan menuju rumah sakit setelah mendengar kabar itu..dia marah berani sekali orang lain berbuat kasar pada adiknya..akan dia habisi siapa saja yang berani mengganggu Keluarga nya.
Gio sampai di rumah sakit dan melihat mobil Gian..dia tau pasti adiknya itu sudah tau kabar ini..dia masuk dan menuju ruang rawat Genie.
"Genie..astaga apa yang terjadi..?" ucapnya ketika sudah melihat kondisi Genie.
"Kau datang ka" tanya Gian yang melihat Gio masuk.
"Ya..aku di beritahu temannya bahwa dia berkelahi dengan salah satu senior kelas design nya"
"Huhh..adikmu benar-benar bar-bar" ucap Gian.
Sedangkan Genie..dia hanya menunduk malu..dia tak terluka parah hanya tangannya terkilir dan pipinya ada bekas cakaran juga rambut yang acak-acakan serta sudut bibirnya yang pecah..huhh adiknya ini benar-benar seperti seorang gangster wanita saja.
"Kau.. bagaimana bisa terjadi seperti ini.. ceritakan padaku" titah Gio menatap lekat Genie.
Genie melihat tatapan maut Gio..dia beringsut..dia menoel-noel lengan Gian..Gian juga sama melihatnya dengan tatapan tajamnya.
"Em..ka..maaf..Genie cuma nggak terima kalau di bilang cuma modal wajah..Genie udah nahan selama berhari-hari..Genie Diem waktu di ejek Genie juga nggak ngelawan sesuai kemauan Kaka..tapi Genie lebih sakit lagi ketika dia ngatain mommy seorang penggoda..Genie nggak terima..Genie langsung tonjok mukanya..habis itu Genie tendang perutnya..dia jatuh tapi sayangnya temen-temennya bantuin dia dan akhirnya terjadilah perlawanan 3 lawan 1 tapi Genie menang ka..Genie kan hebat" ucapnya bersemangat.
Gio dan Gian juga terlihat memancarkan api kemarahan..mereka tak terima orang yang paling mereka cintai di sebut penggoda..akan mereka beri pelajaran pada mulut busuknya.
"Anak siapa dia..katakan"
"Anaknya Ludwig yang punya perusahaan tekstil"
"Ludwig.. baiklah..serahkan urusan ini pada kami kau jangan sekali-kali lagi berantem seperti tadi kalau Kaka sampai denger lagi awas ya"
"Iya ka Gio sayang..Genie mau pulang anterin"
"Sama Gian aja Kaka masih ada urusan..Gian antarkan adik manjamu itu..Kaka pergi dulu"
"Iya ka..Kaka hati-hati"
Gio meninggalkan rumah sakit dan menuju markas kematian..dia tadi belum sempat karena mendengar kabar adik bungsunya di rumah sakit.
__ADS_1
Sampailah dia di markas kematian.. Gio masuk dan di sambut oleh oara anak buahnya..dia berjalan menuju ruangan penyiksaan dimana Avril berada.
"Tiger dan Wolfy bawa kemari"
"Baik bos"
Gio duduk di kursi yang sudah di sediakan anak buahnya..dia memandangi Avril yang tergolek di atas lantai..dia tak ada rasa iba pada wanita itu.
"Lepaskan aku brengsek.. arghhhhhh"
"Melepaskan mu..jangan mimpi nona"
"Apa maumu..bunuh aku jangan terus menyiksaku brengsek.."
"Hahaha..nona Avril..apa kau tau jika ibumu sedang ada di negara ini..?"
"Apa..tidak..tidak mungkin..kau pasti hanya menggertak ku saja kan hahaha..kau pikir aku bodoh brengsek"
Gio mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto Amelly yang sedang menunggu taxi di depan bandara..Avril terbelalak melihat foto itu.
Bagaimana bisa ibunya sebodoh itu.. bagaimana bisa ibunya nekat mendatangi negara ini..huhh sudah rencana gagal di tambah kemunculan ibunya di negara ini habislah mereka.
"Why..kau bisa apa nona..?"
"Aku akan membunuhmu jika kau berani melakukan sesuatu pada ibuku"
"Let's see.. apakah kau bisa membunuhku..hahahah bawakan aku alat-alat kesayangan ku"
"Baik bos"
Gio masih duduk di kursinya..tengah menanti alat-alat yang akan dia gunakan untuk menyiksa tawanannya.
"Waktunya mengakhiri semua ini nona Avril.. tunggulah sampai aku mengirimkan ibumu ke neraka juga "
"Tidakkkk..jangan mendekat...lepaskan aku " Avril terus berteriak meminta di lepaskan..
"Pegang dia..aku akan menguliti nya"
Setelah anak buahnya berhasil memegang kedua tangan Avril juga kaki Avril sudah di ikat..Avril meronta minta di lepaskan ..dia berusaha keras agar tidak mengalami penyiksaan lagi.
__ADS_1
Gio tak peduli dia terus menguliti tangan Avril dan memberikan potongan kulit itu pada Tiger dan Wolfy..Avril berteriak kesakitan tapi teriakan itu Gio anggap musik saja .
"Arghhhhh..sakit..lepaskan aku..ampuuuun"
"Tolong lepaskan aku arghhhhhh.."
Gio tak peduli dia terus menguliti tangan Avril hingga kedua tangan itu tak berkulit lagi..Avril tentu saja tak berdaya lagi..dia lebih baik cepat minta di bunuh daripada di kuliti begini.
"Siapkan pedang kesayanganku"
"Baik bos"
Anak buah Gio mengambil pedang kesayangan Gio..sementara Gio tengah asik menyiksa Avril lagi dengan air keras yang sudah di siapkan oleh anak buah nya.
Gio menuangkan air keras itu ke wajah Avril dan sukses membuat kulit di wajah Avril hilang seketika.. Gio juga sudah mencabuti gigi Avril sebelumnya.
"Arghhhhhhhh sakit..arghhhhh panas...... lepaskan akuuuu arghhhhhh"
Avril terus menjerit dan berteriak hingga Gio menuangkan air keras itu pada mulut Avril dan sukses membuatnya meregang nyawa.
Gio tersenyum puas melihat tawanannya meregang nyawa dengan amat sangat tragis..setelah berkali-kali Gio mencambuknya dengan cambuk kawat berduri..hingga menggeprek jari tangannya hingga hancur kemudian membakar kepalanya hingga rambutnya hilang dan membuat kulit kepala Avril melepuh.
"Inilah balasannya karena kau berani mengusik ketenangan keluarga ku..kau hanya termakan oleh hasutan orang tuamu dan seharusnya kau tak percaya begitu saja sebelum mendapat informasi yang lebih lagi..tapi ya sudahlah inilah akhir dari hidupmu"
Gio mencuci tangannya yang berlumuran darah dengan air..dia menyuruh anak buahnya untuk melemparkan potongan tubuh Avril yang sebelumnya sudah dia potong-potong menggunakan pedangnya.
" Berikan pada Tiger dan Wolfy sisakan sedikit untuk Coco dan yang lainnya..aku akan kembali kalian urus sisanya..oh satu lagi perhatikan setiap gerak gerik ibu gadis itu..dia pasti tengah merencanakan sesuatu yang buruk untuk melakukan pembalasan"
"Siap bos..kami sudah mengirim beberapa orang untuk memata-matai pergerakan nya..pagi tadi wanita itu menelfon seseorang sepertinya rekannya bos..apa yang selanjutnya kami lakukan bos"
"Terus awasi jika dia berani berbuat lebih maka tangkap dan bawa dia kemari biar aku yang akan menghabisi nya"
"Baik bos".
"Kerja bagus..aku pergi kalian istirahatlah setelah selesai"
"Baik bos.. terimakasih"
Gio kembali ke rumahnya dengan sudah berganti pakaian yang baru..dia tak mau ibunya mencium bau darah dari tubuhnya..dia tak Sudi jika keluarga nya harus mencium bau darah para bedebah itu.
__ADS_1