
Hari ini adalah hari dimana Rey beserta keluarga akan mengadakan piknik bersama di pantai.
Rey sudah berjanji pada Laura jika Dady Jo sudah benar-benar pulih maka akan dia ajak Laura ke pantai dan piknik bersama seluruh keluarga.
"Baby apa sudah siap..?"
"Sudah by.. anak-anak bagaimana..?"
"Anak-anak Sudah di culik para Kanjeng-kanjeng..mereka membawa para bocil untuk di dandani..biarkan saja "
"Iya by..ayo "
Mereka keluar kamar..Laura menghampiri Nila yang sedang bermain-main dengan Sean sedangkan Erick dia berjalan-jalan dengan Via..Laura bahagia Keluarga nya bisa berkumpul lagi.
"Hallo baby Sean..lagi apa nih..onty gemesh sama pipi nya"
Laura menciumi pipi gembul Sean..Erick sebenarnya mau melarang tapi melihat tatapan membunuh Rey dia tak jadi..biarkan saja nanti dia kena damprat malah sama Rey.
"Apa kalian sudah bersiap..?" tanya Rey pada Erick.
"Sudah ka..kita mau kemana sih..?"
"Pantai"
"Oh.. baiklah"
"Kenapa..?".
"Tidak
"Bagus"
"Apanya..?"
"Tidak ada"
"Haishhh.. menyebabkan"
"Biarin"
"Tau ah"
Erick mengalah dia kalau melawan Rey tidak akan sanggup..Rey hanay sanggup di lawan Gio saingan Rey yang sesungguhnya.
Tak berapa lama terlihatlah para bocil yang berjalan mendekati Laura dan Rey..ya Gio pasti mendekati Laura sedangkan Gia mendekati Rey..memang selalu begitu kedua bocil kembar itu.
"Wah anak ganteng momy tambah ganteng..kiss dulu sayang"
Gio memberi kiss oada bibir Laura..Rey melihat bibir istrinya di kuasai oleh bocil itu tak terima..dia mendekati Laura dan menggendong Gio kemudian dia kecup pipi gembul Anaknya berkali-kali.
"Astaga bucin akut bahkan cemburu sama anak sendiri.." ejek Erick yang mendapat pukulan pada lengannya dari Nila.
"Nggak usah negejek kalau sendiri nya juga gitu"
"Eh siapa yang cemburuan sama anak sendiri..nggak ada yank"
"Bener..?"
"Iya yank"
"Baiklah"
"Eh.. maksud nya..?"
"Tidak ada"
__ADS_1
Erick mengernyit bingung dengan maksud istrinya.. Nila bodi amat dia akan membuat pertunjukan besar nanti di kamar bersama anak-anak.
"Ayo berangkat..semua sudah berkumpul kan..?" tanya Dady Wil.
"Sudah Wil..ayo aku tak sabar ingin bermain pasir" sahut Dady Jo antusias.
"Kau ini sudah tua Jo jangan bertingkah nanti encokmu kumat" jawab Dady Wil mengejek.
"Eleh kau juga sama Wil.. sama-sama tua jangan saling mengejek"
Mereka tertawa..begitu hangat suasana keluarga ini..seakan tak rela jika kehangatan ini terusik oleh tangan-tangan kotor manusia laknat.
Mereka berangkat menuju pantai yang tak jauh dari rumah Rey..para bocil mengoceh sepanjang perjalanan..para orangtua hanya mendengarkan saja sesekali menjawab asal.
Sampai di pantai..mereka turun.. mempersiapkan segala sesuatunya.
"By Laura mau main pasir ya nanti..?"
Rey menatap Laura lekat..istrinya tidak pernah bermain di pantai dia akan membiarkan Laura bermain sesukanya.
"Boleh sayang..jangan deket-deket air ya.."
"Yeyyy.. terimakasih hubby..cup.."
Rey senang melihat keceriaan istrinya..dia tak perlu khawatir dengan para pria mata keranjang yang menatao istrinya..Laura tak memakai pakaian terbuka..hanya kaos lengan pendek.. awalnya celana pendek selutut itupun menurut Rey masih terlalu pendek jadi dia mengganti dengan celana panjang longgar tapi tetap canti menurut Rey.
"Apa penampilan Laura terlihat lebih muda ya..sedangkan aku..semakin tua..huhh.. haruskah aku mulai perawatan..?"
Kadang Rey tak percaya diri berjalan dengan Laura yang usianya lebih muda darinya walau hanya selisih 5 tahun saja.
Namanya Rey..pasti dia tak ingin Laura terlihat canti di mata pria lain..dia tak rela Laura di lihat orang lain.
Para bocil benar-benar senang..mereka bermain pasir sendiri tapi tetap di awasi dan di dampingi para Kanjeng-kanjeng.
Laura juga bersama Nila saling menguburkan kakinya kedalam pasir.
Skip..........
Deril sudah mulai memperhatikan dan mengawasi proses pembangunan rumah Rey..dia memastikan bahan-bahan yang digunakan adalah bahan terbaik yang tidak mudah rusak.
"Pastikan kualitas nya tidak abal-abal..saya tidak mau ada kabar yang mengatakan bahwa rumah ini retak atau sebagainya.. kalian paham..?"
"Paham tuan"
"Lakukan sesuai arahan..jangan asal"
"Siap tuan"
"Bagus"
Para pekerja mulai melakukan tugasnya.. mereka benar-benar hati-hati dalam mengerjakan pekerjaan nya.
"Semoga rumah ini segera jadi sebelum tanggal yang di tentukan bos Rey..amin"
Rumah ini akan Rey berikan sebagai kejutan untuk istrinya..Rey begitu mencintai istrinya..apapun akan dia lakukan asalkan istrinya bahagia.
Deril kembali mengawasi..sesekali dia ikut terjun langsung..yang bisa Deril lakukan akan dia lakukan.
Hati semakin sore..sudah saatnya mereka beristirahat..Derik menghentikan pekerjaan..dia tak ingin para pekerja sakit jika terus bekerja tanpa istirahat.
"Istirahatlah..besok lanjutkan.."
"Baik tuan"
Mereka istirahat di tempat yang sudah di sediakan Deril.. sebelumnya Derik sudah membangun rumah untuk para pekerja tidak begitu besar tapi cukup untuk menampung sekitar 30 orang.
__ADS_1
Deril juga memfasilitasi para pekerja..Deril tak ingin para pekerjanya mengeluh karena kurang nyaman atau apapun itu.
"Makan dulu lalu istirahat besok lanjutkan pekerjaan kalian..ingat jangan pernah bermain-main dengan pekerjaan kalian..kami sanggup membayar mahal kalian karena kemampuan kalian memang tak bisa di ragukan lagi"
"Baik tuan..akan kami lakukan sepenuh hati"
"Bagus..saya permisi dulu..besok sayabdatang lagi..jika abutuh apapun katakan oada mandor kalian..dia tak akan berani macam-macam"
"Hahaha..baik tuan.. hati-hati"
Deril pergi dan kembali ke rumahnya yang tak jauh dari rumah Rey yang akan di bangun kembali namun akan di perbesar nantinya.
Sampailah Deril di rumah..dia membersihkan diri karena lengket seharian membantu oara pekerja dan turun tangan dalam pembangunannya langsung.
"Kau sudah pulang nak..sudah makan..?" tanya ibu Deril.
"Belum mom..Deril lapar"
"Baiklah.. sebentar momy panaskan sayur dan yang lainnya..duduklah"
"Dena mana mom..?"
"Adikmu sedang belajar di kamarnya".
"Oh.. baiklah Derik ke kamar Dena dulu mom"
"Baiklah jangan di ganggu"
"Tidak janji mom hahah"
"Ishhh anak ini"
Deril masuk kamar adik perempuannya..kamar dengan nuansa hello Kitty sangat mendominasi penampilan kamar itu.
"Hey adikku sayang..sedang apa..?"
Dena menatap ke arah Deril..dia tersenyum kemudian menghambur memeluk kakaknya.
"Kakak sudah pulang..Dena rindu loh"
"Rindu sama kakak..benarkah..?"
"Ishhh..ya sudah Dena rindu sama Tomy saja"
"Hey anak kecil..jangan rindu dengan orang lain selain kakak dan momy..kau mengerti..?"
"Iya..iya kakak..apa besok kakak akan bekerja lagi..?"
"Iya.. pekerjaan kakak masih banyak..ada apa hm..?"
"Dena ingin di ajak jalan-jalan sama kakak..tapi kalau kakak sibuk ya sudah tidak apa-apa"
Dena kembali melanjutkan belajarnya..dia sebenarnya sangat ingi di ajak jalan-jalan oleh Deril tapi kakaknya sangat sibuk jadi mau apalagi dia harus bisa mengendalikan keinginan nya.
"Baiklah besok kita jalan-jalan kemana..?"
Dena kembali menoleh dan menatap kakaknya.
"Benarkah Kaka bisa..?"
"Iya sayang"
"Yeyyyhhh.. akhirnya Dena bisa jalan-jalan..besok ke taman bermain ya kak..terus ke pusat perbelanjaan..Dena mau main sepuas nya"
"Ok adikku sayang..ayo makan dulu"
__ADS_1
Mereka keluar dan makan bersama dengan suasana hangat.