PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 47_Nila Si Gadis Malang


__ADS_3

"Jangan hanya berani dengan wanita brengsek.."


"Siapa kau..berani sekali ikut campur urusan orang lain" hardik si pelanggan itu pada Erick.


Erick hanya tersenyum miring menanggapi pertanyaan si pelanggan itu..dia kemudian menarik gadis pelayan itu ke arahnya.


"Kau diam saja..apa kau ada berbuat salah pada orang ini..?" tanya Erick pada pelayan itu.


Si pelayan itu hanya menggeleng kemudian dia menjelaskan semuanya yang terjadi..Erick mendengarkan dengan seksama.. kesimpulannya adalah si pelanggan memang tidak mau membayar makanan yang sudah di pesan..dia hanya berasalasan jika makanan itu ada lalatnya.. benar-benar trick murahan.


"Ok saya paham..apakah ini mau di lanjutkan sampai ke jerat hukum tuan..?" Erick memandang si pelanggan itu.


Pelanggan itu gelagapan..dia tak mungkin mau berurusan dengan hukum..dia saja baru bebas 3bulan yang lalu..si pelanggan itu memilih membayar makanannya kemudian pergi begitu saja.


"Cih..dasar sok kaya.." Erick mencibir si pelanggan itu.


"Tuan terimakasih sudah membantu saya"ucap gadis itu dengan tulus.


"Sama-sama.. lanjutkan"


Erick pergi dan duduk di kursinya lagi.. pesanannya sudah siap..dia makan dengan tenang tak peduli banyak mata yang melihatnya.

__ADS_1


Gadis itu kembali melanjutkan aktivitas nya..dia senang karena masih ada orang yang berhati baik mau menolongnya.


Erick telah selesai dengan acara makannya..dia kembali ke kantor untuk mengerjakan pekerjaan nya lagi.


"Huh..capek juga ya..enaknya kalo pulang itu di sambut istri eh ini malah yang nyambut bibi..nasib..nasib"


Sore pun tiba Erick pulang ke apartemennya..bibi sudah pulang sejak pukul 4 tadi..dia hanya paruh waktu saja bekerja di apartemen Erick.


Erick membersihkan diri kemudian menuju kasur empuk nya..dia ingin tidur..lelah rasanya.


Nila gadis pelayan yang tadi siang di tolong Erick...dia hidup sebatang kara..orang tua nya sudah tiada sejak usianya 17tahun..dia harus banting tulang untuk menghidupi dirinya sendiri dan juga biaya sekolah nya.


"Mom..dad.. Nila kangen kalian..terus jaga Nila dari atas ya mom..dad.."


Dia pulang ke rumah peninggalan orang tuanya..dia memiliki paman tapi pamannya tidak peduli padanya..bahkan berniat ingin merampas tanah beserta rumahnya..sudah berapa kali dia hendak di usir karena pamanya memalsukan sertifikat tanah atas rumahnya..tapi dia mempunyai surat yang asli jadi rencana jahat pamanya selalu gagal total.


Nila hanya berharap semoga tidak ada lagi yang menggangu ketenangannya..dia lelah dengan semua masalah yang pamannya sebabkan selama ini.


"Mandi dulu saja kali ya..badanku benar-benar butuh pasokan energi"


Malamnya Nila tidur dengan sangat lelap..dia begitu kelelahan seharian ini..tanpa Nila sadari ada seseorang yang masuk kedalam rumah nya dan berniat jahat padanya.

__ADS_1


Orang itu berjalan perlahan agar tak menimbulkan suara dan menyebabkan Nila bangun.


"Dimana bocah sialan itu menyembunyikan nya..?"gumam orang itu sambil mengacak-acak lemari pakaian Nila.


"Pasti ada di lemari..aku harus mendapatkan nya agar aku bisa menjualnya dengan harga yang tinggi.. biarkan saja bocah sialan itu kebingungan aku tidak peduli"


Orang itu terus mencari hingga akhirnya dia mendapat kan apa yang dia mau..setelah mendapatkan nya dia keluar dari rumah itu.


"Akhirnya aku mendapatkan nya..tunggu saja besok aku akan membuatmu menjadi orang yang paling sengsara"


Keesokan paginya........


Nila terbangun karena suara gedoran pintu depan.. ntah siapa yang menggangunya pagi-pagi begini.


Nila bangun dan pergi ke depan untuk melihat si pembuat onar di Rumah nya..dia membuka pintu dan melihat siapa si pembuat onar itu dan ternyata itu adalah pamannya.


"Mau apa lagi sih paman..nggak ada kerjaan apa.. pagi-pagi bikin onar..?"


"Nggak usah banyak omong..pergi dari rumah ini..karena rumah ini sudah bukan rumahmu lagi"


"Apa maksud paman"

__ADS_1


__ADS_2