PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 42_Teman Dekat


__ADS_3

Erick sudah berada di kantor sejak pagi tadi..dia berangkat lebih dulu karena ada sedikit urusan dengan para dokumen yang menerornya di atas mejanya.


"Huhh..bos kapan sih aku bisa seperti mu..rasanya jiwa jombloku meronta-ronta melihat kemesraan kalian"


Erick mulai mengerjakan pekerjaan nya yang belum selesai..sesekali dia melirik jam tangannya..dia belum sarapan..dia lapar sungguh dia lebih berjasa kepada perusahaan dibandingkan sang CEO nya.


Erick membawa beberapa dokumen ke ruangan Rey.. dokumen-dokumen itu ada yang harus Rey tanda tangan.


Tok..tok..tok..


"Masuk"


Ceklek...,....


"Permisi bos..ini ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani dulu" ucap Erick sambil menyodorkan dokumen yang ada di tangannya.


"Letakkan di situ..apa itu penting dan harus di segerakan..?"


"Iya bos..harus segera di sahkan"


"Baiklah kau duduklah dulu"


"Terimakasih bos"


Rey mulai membuka satu persatu dokumen itu..dia membubuhkan tanda tangan nya pada dokumen itu.. sementara Erick..dia hanya diam..perutnya tiba-tiba protes.


KRUYUKKK.... KRUYUKKK...


Rey mendongak dan menatap sang asisten..dia mengernyitkan dahi nya.


"Kau lapar..?"


"Hehe..iya bos..tadi belum makan"


"Kenapa belum makan..?"


'Tidak mungkin kan aku menjawab karena kau menyuruhku pagi-pagi buta untuk ke kantor' batin Erick.


"Belum sempat bos".


"Huhhh..sudah kau makan dulu di kantin..setelah selesai kembalilah"


"Baik bos.. terimakasih"

__ADS_1


Erick pergi dari ruangan Rey..dia berjalan menuju kantin yang ada di kantor..dia kelaparan..ingin segera makan.


Sampailah Erick di kantin..dia memesan spageti juga nasi goreng.. benar-benar seperti belum makan 3hari.


"Ini pesanan nya tuan"


"Terimakasih bu"


Ibu kantin kembali ke belakang..Erick makan dengan begitu lahap.. benar-benar tidak punya malu..mungkin urat malunya sudah hilang.


Erick sudah selesai dengan acara makannya..dia hendak menuju ruangan Rey kembali namun tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya.


"Akhh.."


"Kalau jalan pake mata " ucap perempuan yang ditabrak Erick.


"Ishhhh situ yang tidak lihat jalan..orang Segede gaban nggak lihat..situ katarak Bu" ketus Erick menimpali.


"Bodo amat.."


"Yeeee situ yang salah situ juga yang marah..hahaha aneh "


Erick memilih pergi dan tak ingin melayani perdebatan wanita itu..dia menuju ruangan CEO.. sepertinya sudah selesai.


"Sudah..kau sudah kenyang..?"


"Sudah bos.. terimakasih waktunya"


"Santai"


Laura hari ini seperti kebo..makan tidur makan tidur badannya sudah mekar..dia seperti bola begitu bulat.


"Kenapa Laura malas sekali sih hari ini"


"Laura ingin ketemu hubby tapi Laura malu.."


"Apa ke kantor hubby aja ya.."


Akhirnya Laura memutuskan untuk pergi ke kantor Rey..dia di antar oleh supir..kini pengawalan nya sangat super ketat.


Sampailah Laura di kantor Rey..dia masuk dan menuju lift khusus CEO..Laura berhasil menarik perhatian karyawan yang ada di sana.


Dia hanya memakai dress khusus ibu hamil namun terlihat elegan jika Laura yang memakai..apalagi aura bumil satu ini tidak bisa di tandingi siapapun.

__ADS_1


"Laura udah cantik belum ya..?"


"Eh udah sampai..kaki kiri dulu terus kaki kanan..biar nggak nyungsep "


Dia menuju ruangan Rey..di dalam ruangan Rey terlihat sedang ada tamu..tamunya wanita..Laura terbakar..panas sekali melihat wanita itu dekat-dekat dengan suaminya.


"Ishhhh kenapa hubby diem aja sih..awas ya nanti"


Laura masuk kedalam karena meetingnya sepertinya sudah selesai..Laura melihat suaminya tengah berbicara sesuatu pada wanita itu..namun yang membuat Laura kesal adalah wanita itu tersenyum dan memegang lengan Rey..Laura tidak bisa menahan lagi..dia langsung menegur mereka berdua.


"Ekhem..maaf apa saya mengganggu..?"


"Kau siapa.. beraninya masuk tanpa permisi dulu" ucap wanita itu.


"Aku..hanya tamu..anda siapa ya..?"


"Saya..saya teman dekat tuan Rey.."


"Oh..begitu..maaf jika mengganggu waktunya..permisi"


Rey kalang kabut melihat Laura pergi..dia bodoh kenapa dia tidak membela diri..malah diam saja..bodoh kau.


"Apa maksud mu mengaku teman dekatku hah"


"Rey ayolah kau nyaman kan dengan ku..boleh kita main satu kali saja".


"Cihh ternyata ****** rupanya..maaf aku tidak sudi menyentuh tubuh busukmu"


"Apa maksud mu Rey"


"Pergi sebelum aku bertindak kasar padamu"


Wanita itu pergi dari ruangan Rey.. sementara itu Laura pergi dari kantor Rey..dia kecewa..dia terluka..suaminya begitu dalam menorehkan luka di hatinya.


"Jahat hiks..hubby jahat "


Laura berjalan pelan menuju mobil dan melesat pergi dari kantor Rey..sang supir hanya diam tak berani berkata apa-apa.


"Baiklah jika hubby sudah bosan dengan Laura..Laura akan melepas hubby"


Laura memberitahukan kepada mertuanya..Laura begitu sedih dan sakit hati..Laura pulang ke apartemen tuan Jonathan..dia tak ingin melihat wajah Rey untuk sementara.


Rey gelisah karena tak menemukan Laura dimanapun..dia tadi langsung pergi dari kantor setelah klien tak tau diri itu minggat..dia mengejar Laura namun sayang sudah tidak ada.

__ADS_1


"La maafin aku..shitt bodoh kau Rey..arghhhhhhh sialan kenapa harus seperti ini sih akhhhh"


__ADS_2