PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 147_Teror Pertama


__ADS_3

5 bulan kemudian.......


Samuel merasakan kehidupan nya sudah semakin membaik setelah Justin mendekam di balik jeruji besi..dia sebenarnya ada rasa tak tega tapi segera dia tepis karena orang seperti Justin hanya akan sadar jika sudah mendekam dan merenungkan kembali perbuatannya.


"Sayang kau tak marahkan padaku karena membuat Justin mendekam di penjara..?" tanya Samuel pada istrinya.


"Tidak apa sayang..ini sudah jadi takdirnya..biarkan dia mempertanggung jawabkan perbuatannya" ucap sang istri sambil mengusap pipi Samuel.


"Terimakasih sayang.. terimakasih sudah berdiri di samping ku..aku tak tau apa jadinya jika kau ikut menyalahkan ku"


"Tidak akan mungkin aku menyalahkan suamiku..aku tau kau bukan tipe orang yang suka sembarangan menuduh tanpa bukti"


"Aku mencintaimu Vanya"


"Aku juga Sam"


Skip haredang dulu buat Sam dan Vanya.


Rey sejak tadi tengah cemberut menatap Laura yang masih asik bermain dengan ketiga anaknya..dia kesal karena tidak kebagian jatah dekat dengan Laura.


"Anak Dady..Dady pinjam momy dulu ya sayang..?" ucap Rey negosiasi dengan ketiga bocil itu.


Triple G bodo amat..mereka masih asik dengan Laura..tak akan mereka biarkan Laura di culik sang Dady.


Laura hanya mengulum senyum..dia gemas melihat Rey yang kesal di goda ketiga bocilnya..kasihan juga melihat Rey frustasi begitu.


"Sudah by tidak apa-apa..nanti ada jatahnya sendiri kok" ucap Laura memberikan semangat.


Rey tak peduli dengan tatapan ketiga anaknya dia mendekati Laura dan merengkuhnya dari belakang..hal itu sontak saja membuat ketiga bocil itu mengambil mainan mereka kemudian mereka lemparkan pada Rey ada yang mengambil stick drum lalu dia pukul-pukul pada lengan Rey.


Rey malah semakin meledek dia tak gentar..Rey semakin memeluk Laura erat..dia kecupi pipinya..gio mengambil bola kemudian dia lemparkan pada Rey..dia gemas dengan tingkah Dady nya.


"Aduh..aduh..sakit..aduh..Dady kesakitan sayang..huhuhu" Rey pura-pura mengaduh kesakitan agar di kasihani ketiga bocil.


Benar dugaan Rey Gia dan Gian langsung berlari memeluk Rey..sedangkan Gio dia mah bodo amat dia cuek-cuek saja di pangkuan Laura.


Rey gemas dengan kelakuan Gio dia mengambil Gio dari pangkuan Laura kemudian dia gelitiki hingga terbahak dan kelelahan.


"Sudah tidur mereka..lucu sekali sih" ucap Laura setelah beberapa saat berhasil menidurkan anaknya.


"Iya baby..mirip seperti ku ya.. menggemaskan" ujar Rey percaya diri.


Luar hanya memutar matanya jengah..dia tau suaminya itu super PD nya tidak ketulungan..dia keluar dari kamar anak-anak menuju kamar nya.


Rey mengikuti langkah Laura..dia mengejar Laura dan..hap.. berhasil Rey memeluk Laura erat..dia ciumi pipi..leher..kening..hidung dan bibir pastinya.

__ADS_1


"By ihh geli hahaha"


"Geli-geli nikmat kan baby..do you want it..?"


"No by..IM so tired"


"Baby..please..Jono udah bangun..nanti dia ngambek gimana?"


"Alasan kamu aja itu mah..udah ah Laura capek mau istirahat"


"Baby tega ih..baby ini Jono nanti masuk angin gimana...nanti dia nyasar di rumah tetangga gimana baby..?"


Laura menghentikan langkah nya dia melirik tajam ke arah Rey..matilah kau Rey..mulutmu harimaumu.


Glek.......


Rey menelan ludah nya sudah payah ketika sadar mulutnya yang lemesh suka ngasal kalo ngomong.. lihatlah singamu Rey sudah siap menerkam mu.


"B..baby..hehe..y..you..ok..?" tanya Rey ketika menyadari sang istri masih menatapnya tajam tanpa berkedip.


"Kau mau cari yang lain..silahkan..Laura bisa cari Jono yang lain di luaran sana..pergi sana Laura nggak mau liat hubby" usir Laura dengan sedikit ancaman.


Rey kalang kabut..bisa habis jatahnya selama sebulan kalau begini.. apalagi jika Kanjeng-kanjeng tau tamatlah riwayat mu Rey..bisa di kuliti di tempat kau.


"Baby em..aku tadi cuma asal bicara sayang..hehe maafin aku ya hm..cantik..jangan cemberut gitu nanti aku semakin cinta gimana..?" rayu Rey agar Laura tak semakin marah.


Rey tak membiarkan Laura meneruskan kata-katanya..dia melancarkan aksinya membungkam bibir sekseh Laura dengan keseksehan bibirnya.


Suara decapan dan decipan terdengar di kamar dua sejoli itu..bahkan Laura sudah berhasil meloloskan suara lucnut nya ketika dengan sengaja Rey mengobrak Abrik aset kenyalnya.


"Ah..by..emphh"


Rey tentu saja tersenyum..dia berhasil membangkitkan gairrah Laura.. akhirnya pertempuran terjadi di kamar yang luas nan dingin itu.


Skip...........


"Aku sangat berterima kasih padamu hahaha"


"Jangan sungkan.. nikmatilah kebebasan mu"


"Tentu saja..aku akan membalas perbuatan para bajingan itu..lihat saja bagaimana aku membalasnya"


"Aku akan selalu mendukungmu"


"Kau paling mengerti ku Hans"

__ADS_1


"Kita teman..tidak usah sungkan..masalahmu juga masalah ku..kita sudah sejak lama berteman akrab..kau pernah membantuku untuk balas dendam dengan kakakku sekarang waktunya aku untuk membalas jasamu Justin"


"Haha..sudah tidak usah did pikirkan..itu sudah lama"


"Baiklah..tunggu hingga suasananya mereda..pasti Keluarga Wilson dan kakak ipar mu belum tau kalau kau sudah bebas"


Justin tersenyum menyeringai..dia tidak menyangka akan bebas secepat ini..untung ada temannya Hans yang siap menebusnya jika tidak maka dia akan semakin lama mendekam di penjara.


"Aku punya rencana apa kau mau membantuku Hans..?"


"Katakan..aku akan siap membantu mu kawan"


"Begini....,.."


Skip.........


Rey sedang di ruang kerjanya..dia sedang memeriksa dokumen yang dia bawa dari kantor..di saat Rey sedang asik dengan beberapa dokumen tiba-tiba Laura menjerit..tentu saja Rey langsung berlari keluar ruangan dan menuju kamarnya.


Rey masuk dengan tergesa-gesa..dia melihat Laura sedang meringkuk di atas ranjang dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya..dia ketakutan.


"Baby..ada apa sayang..kau kena....-"


Belum selesai Rey dengan kata-katanya tiba-tiba muncul sesekor ular dari bawah kolong ranjangnya..Laura semakin menjerit dia gemetar tak bisa bergerak.


"Shitt..baby kau jangan kemana-mana jangan bergerak ok.."


Rey mencari selimut di lemari kemudian dia melemparkan selimut itu pada ularnya..Rey mengambil pistolnya dan menembak kepala ular itu di depan Laura.


Selesai mengurus ular itu Rey menghampiri istrinya yang sudah gemetar ketakutan..dia rengkuh tubuh Laura erat..dia kecupi seluruh wajah nya.


"Kau tak apa..katakan sesuatu sayang.."


"By..l..la.. Laura..te..ta..takut by hiks"


"Sstt sudah aman..tidak apa-apa..tenang ya"


Rey menenangkan Laura..dia sudah membuang ular itu di tempat sampah..ular yang cukup besar dan berbisa..darimana datangnya ular itu.


"By..tadi ada yang lempar kaca kamar kita ..setelah Laura liat ternyata ada sebuah bungkusan..Laura periksa di saat Laura mau buka tiba-tiba kepala ular itu keluar..Laura takut by hiks.."


"Sudah tidak apa-apa..lain kali langsung panggil aku ya baby..sudah tenang ya"


"Jangan kemana-mana temani Laura..Laura nggak mau di kamar ini by"


"Baiklah kita pindah ke sebelah ya..?"

__ADS_1


"Iya..nggak apa-apa"


Rey memutuskan pindah ke sebelah hingga ketakutan Laura hilang..dia tak mau memaksa Laura karena tidak baik bagi mentalnya.


__ADS_2