PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 122_In The Workspace


__ADS_3

Erick sudah menjelaskan semuanya pada sang istri..tentu saja Nila juga ikut sedih banyak kenangan di sana..kenangan bersama keluarga baru yang mau menerimanya dengan tangan terbuka.


Setelah selesai Erick menemui Rey..mau tidak mau dia harus memberitahu masalah ini pada Rey.. bagaimana pun juga Rey adalah pemilik rumah itu.


Sampailah Erick di depan kamar Rey..dia ketuk pintu nya setelah menunggu beberapa saat kemudian keluarlah Laura dengan memakai pakaian santainya.


"Erick..ada apa..?"


"Em..ka Rey ada Kaka ipar..?"


"Rey..ada sebentar ya"


Laura memanggil Rey yang masih di kamar mandi..Erick semakin ketar ketir menunggu saat-saat dimana dia akan memberitahu Rey.


"By ada Erick di luar.."


"Ya sebentar baby,suruh ke ruang kerjaku aja" teriak Rey dari dalam kamar mandi.


"Ok"


Laura berjalan menuju pintu kamar nya..Laura mendekat ke arah Erick dan berkata.


"Kata Rey kau di minta menunggu di ruang kerjanya saja"


"Oh begitu.. baiklah Kaka ipar..aku permisi"


"Iya"


Laura menatap gelagat aneh dari Erick..apakah suami dari adik iparnya itu tengah menyembunyikan sesuatu..?.


Laura tak mau ambil pusing..dia kwmbali masuk ke dalam dan sudah mendapati Rey yang tengah menatapnya tepat di belakangnya.


"Astaga hubby..ihhhh..ngagetin tau by" kesal Laura sambil memegang dadanya.


"Maaf baby..abis aku panggil nggak ada jawaban"


Rey mendekati Laura dan merengkuh tubuh istrinya..dia ciumi aroma khas Laura..dia candu dengan tubuh Laura.


"Tunggu sebentar ya baby..aku akan segera kembali dan memakanmu"


"Ishhh apaan sih by..jatahnya nanti malam bukan siang ini..nggak ada jatah buat nanti..sana udah di tunggu sama Erick"


"Nggak..aku nggak menerima penolakan baby..tunggu aja..bye baby"


Rey meninggalkan kamarnya..Laura hanya menatap suaminya dengan malas..suaminya itu benar-benar sudah hyper pada nya.


Sampailah Rey di ruang kerjanya..dia masuk dan mendapati Erick tengh duduk dengan tak tenang..ada apa dengan adiknya itu.

__ADS_1


"Ada apa Rick..kenapa gelisah sekali..?"


Erick semakin ketar ketir.. bagaimana ini.. bagaimana menjelaskan nya.


"Rick..kau kenapa..ada apa kau mencariku..?"


"Em..ini ka..e..masalah di negara A.."


"Bicaralah"


"Huhh..rumah di negara A hangus di bakar orang..penjaga dan pwlayan di sana tewas di tembak seseorang..Deril sudah menyelidiki kasus ini..dia mengirimkan semua hasil temuannya pada ku..lihatlah"


Rey tentu saja menegang..rumah kenangan indah nya di bakar seorang keparat sialan.. benar-benar Rey tak akan memaafkan perbuatan nya.


R y tak berkata apa-apa..dia mwlihat setiap temuan Deril..Rey tau pelakunya..berani sekali si keparat itu mengusiknya..lihatlah pembalasan dari Rey nanti.


"Kau urus beberapa orang untuk menjemput George Wilingham..katakan pada Deril untuk melacak lokasi nya..seret dia ke markas kematian di sini..aku sendiri yang akan menghabisi manusia sialan itu.."


"Baik ka"


Erick hendak keluar ketika dia membuka pintu dia terkejut melihat Laura ada di depan pintu dengan mata yang sudah mengembun..apakah Kaka iparnya mendengar semuanya.


"K..Kaka..ipar"


Rey menoleh dan terkejut melihat Laura tengh berdiri di hadapan Erick..Rey segera menghampiri Laura..dia tarik Laura masuk dan Erick paham..dia memilih pergi saja.


"B..by..a..apa..benar..y..yang Laura..denger tadi.."


"Memangnya kamu denger apa saja sayang..?"


Rey semakin yakin bahwa Laura pasti mendengar semuanya..kalau sudah seperti ini mau tak mau Rey harus mengatakannya pada Laura.


"Laura denger Semua by..jawab by..itu bohong kan by..iya kan..?"


"Huhh..itu benar baby..rumah kita terbakar di negara A..pelayan dan penjaga rumah juga tewas di tembak seseorang..aku sedang melakukan pencarian terhadap keparat itu..kau tenang saja.. walaupun rumah itu sudah tak terbentuk lagi tapi kenangan indah kita di sana masih melekat pada ingatan kita..jangan sedih ya sayang..aku tau kau pasti terpukul akan berita ini aku juga sama sepertimu..tapi apa dengan menangis akan dapat menyelesaikan masalah kita..tidak kan..maka dari itu kita harus mencari pelakunya"


"Iya by..Laura percaya..Laura hanya nggak nyangka rumah itu akan rusak karena ulah orang jahat"


"Sudah sayang.. ikhlaskan saja..anggap bukan rejeki kita untuk pekerja yang tewas aku sudah memberikan tunjangan agar silahturahmi kita tetap terjaga sampai kapanpun"


Laura memeluk tubuh Rey..dia merasa beruntung karena mendapatkan suami pengertian dan super sabarnya seperti Rey.. benar-benar Rey ini tipikal suami idaman emak-emak.


Mereka cukup lama di ruang kerja Rey..Rey beranjak dari duduknya..dia menuju pintu kemudian menguncinya dan menekan sebuah tombol di dekat dinding yang mana tombol itu adalah tombol peredam suara..sudah tau lah ya apa yang akan Rey lakukan..pastinya enak-enak.


"Baby .."


Laura menyadari suara suaminya berubah menjadi berat serta nafasnya panas menerpa kulit lehernya.. tanda-tanda si Jono sudah on fire bsiap bertempur.

__ADS_1


"I want you now baby"


"Ke kamar aja by..Laura takut ada yang masuk"


"Sudah aman baby..nggak akan ada yang gangguin kita.."


Rey mulai merayapkan tangannya pada dada Laura..dia meremass pelan dan di hisap nya leher Laura tentu saja itu sukses membuat Laura mendessah.


"Ah by..ehmp"


Laura juga sudah terpancing gairah karena ulah suaminya.


Laura memimpin permainan mereka kali ini..dengan tanpa malu-malu lagi Laura membuka semua setelan yang dia kenakan termsuk juga yang Rey kenakan.


Rey tepana melihat keberanian istrinya.. benar-benar semakin pintar menyenangkan dirinya.


"Are you serious baby..?"


"Ya..IM the leader now"


"Sure..do what you want to do..IM yours baby"


Laura mulai mengelus kepala Jono..dia kadang gemas..benda tak bertulang seperti Jono bisa berdiri sendiri tanpa diperintah..juga bisa menusuk bahkan menjebol sesuatu yang masih tersegel.. sebenarnya Jono itu belajar dari siapa sih nakal sekali.


"By..Jono sudah bangun.."


"Ya dia sudah bangun sedari tadi baby"


"Apa Jono nggak capek by..?" tanya Laura polos.


Rey tak percaya..istrinya itu masih belum paham ternyata..sabar Rey pelan-pelan saja.


"Sudah nanti lanjutkan pelajaran nya..sekarang ayo di masukkan..kasian Jono nanti masuk angin loh kelamaan di luar"


Wohooo Rey stres..mana ada si anu masuk angin aneh-aneh aja kau ReyπŸ™„.


"Benarkah by..kalau Jono masuk angin tinggal Laura kerokin kan nanti sembuh.."


"Huhh..baby cepetan nanti Jono tidur lagi gimana karena kehilangan nafsu makan nya"


"Baiklah..Laura mulai ya by"


Laura perlahan memasukan si Jono kedalam kue apemnya..sedikit demi sedikit akhirnya sepenuhnya Jono bisa terbenam indah menancapp di dalam surga hangat dunia.


"Ah..Laura..kau semakin pintar baby"


Laura perlahan mulai naik turun di atas tubuh Rey..dia banyak belajar dari Rey..sekarang Laura sedikit mesum dengan catatan jika sedang berduaan dengan Rey saja

__ADS_1


__ADS_2