
Keesokan paginya Rey dan Evan berangkat menuju kantor..di jalan tak jauh dari rumahnya Rey melihat Talia tengh berdiri menunggu sesuatu..Rey tak peduli dengan wanita itu dia meminta sang supir untuk terus melaju tanpa peduli dengan Talia.
Talia melihat mobil Rey semakin mendekat..dia sudah bersiap dengan rencananya..saat sudah semakin dekat tiba-tiba Talia menyebrang jalan yang akan di lalui mobil Rey.
"Shitt.. perempuan gila..Erick urus dia"
"Baik ka"
Erick turun dari mobil dan mendekati Talia yang masih setia bersimpuh memegangi lututnya yang sudah dia beri obat merah..cih kau kira Rey dan Erick itu anak TK apa.
"Minggir dari jalan" titah Erick dingin menatap jijik pada Talia.
"Kau tak lihat lututku terluka dan berdarah.. setidaknya beri aku tumpangan ke rumah sakit"
"Cih.."
Erick mengambil tisu dari dalam kantong celananya bekas lap mulutnya tadi π.
Dia mendekati Talia dan berjongkok memegang kaki Talia dan mengelap cairah merah itu seketika Talia langsung salah tingkah.
"Kau pikir aku anak TK yang mudah kau Bodohi dengan trik murahan seperti ini..menyingkir sebelum menyesal"
Talia memilih bangkit dan menepi ke arah pinggir jalan dan membiarkan mobil Rey lewat.. sementara Rey..dia mah bodo amat dia masih asik menatap layar ponselnya yang terhubung dengan kamera pengawas di kamar si kembar.
"Anakku memang nakal.. Gio kenapa kamu suka bikin adikmu nangis sih hahah"
Sementara Erick juga sama dia tengh melakukan VC dengan Nila..dia tengh melihat Via bermain dengan Gian juga si kembar di sana.
"Astaga masih kecil sudah main cium-cium segala.."
Sampailah mereka di kantor Rey..mereka turun dengan sikap yang berwibawa.. seperti biasa sikap mereka akan berubah menjadi kaku dan dingin serta arogan saat sudah di kantor.
Rey masuk ke ruangannya..Erick juga sama dia masuk ruangannya dan mulai mengerjakan beberapa dokumen yang sudah minta di garap.
Saat siang hari tibalah waktunya makan siang..Rey sudah di pesankan makan siang oleh Erick tentu saja masakan sang istri tercinta.
Saat Rey sudah selesai dengan makan siangnya tiba-tiba pintu ruangannya di buka dan terlihatlah seorang wanita cantik yang menurut Rey masih cantikan Laura kemana-mana.
"Apa kau tak punya kerjaan..apa kau tak punya sopan santun..?".
__ADS_1
"Maaf Rey..apa kau sudah makan siang.. kebetulan aku membawakan mu makan siang..ayo kita makan sama-sama"
Rey begitu jengkel dengan wanita itu.. sepertinya Rey harus memberikan sedikit pelajaran pada Talia agar tau batasan.
"Sepertinya aku terlalu baik sudah membiarkanmu beraksi seperti ini.. baiklah kita mulai saja permainannya"
Talia tersenyum sumringah mendengar perkataan Rey..dia berjalan mendekat dan semakin mendekati Rey namun belum sempat dia semakin dekat Rey sudah menggoreskan pisau ke lengan terbuka Talia..
"Akhhh..shhh..Rey apa yang kau lakukan..?"
"Bermain.." jawab Rey santai.
"Apa maksudmu..?"
"Bermain dengan nyawamu" ucap Rey sekali lagi masih dengan santainya.
Rey hendak menggoreskan pisau itu lagi namun dengan cepat Talia sudah pergi dari ruangan Rey.
Talia tak menyangka bahwa Rey sudah seperti psycopat..apakah dia harus mu Dur..tidak..tidak..dia takkan mundur..sampai dia benar-benar bisa menaklukkan hati Rey.
"Cih..wanita murahan.."
*
*
Erick yang tadi hendak melaporkan meeting penting pada Rey di buat terkejut dengan kemunculan si tali yang tiba-tiba..Erick terlonjak kaget karena dia sudah di depan pintu dan tiba-tiba si tali sudah membukanya dan nyelonong begitu saja.
"Astaga..sialan..huhhh.. huhhh untung jantungku masih betah pada tempatnya"
Erick melihat si tali berjalan dengan tergesa-gesa dengan memegangi lengannya yang berdarah.. Erick menduga bahwa Rey pasti telah memberi pelajaran kepada wanita itu.
Erick kembali masuk ke ruangan Rey..dia melihat Rey tengh duduk sambil memijit pelipisnya yang pening dadakan..Erick mendekati Rey dan bertanya.
"Anda baik-baik saja bos..?"
Rey menatap Erick dan hanya mengangguk sambil masih memijit kepalanya..Rey sudah bosan melihat tingkah laku para perempuan murahan seperti si tali..haruskan Rey operasi plastik saja agar wajahnya berubah menjadi jelek..eh tapi tunggu jika dia OP nanti Laura berpaling d artinya..oh tidak..tidak boleh terjadi.
"Bos jika anda sakit lebih baik istirahat sejenak..nanti jam 2 siang ada meeting dengan perusahaan X yang akan membahas mengenai proyek pembuatan taman di pinggir kota"
__ADS_1
Erick melapor pada Rey agar bosnya bisa bersiap..dia juga menyerahkan proposal pembangunan taman itu oada Rey.
Rey menerima dan membaca dengan seksama agar tidak terlewat satu kesalahan pun..Rey membaca proposal itu tak lama Rey selesai dan mengangguk-angguk mengerti.
"Baiklah siapkan segalanya..apa keuntungan kita Rick..?"
"Perusahaan kita adalah satu-satunya perusahaan yang mendapatkan tender ini bos.. perusahaan kita bersaing dengan 5 perusahaan di antaranya perusahaan Mr Samuel"
"Begitu.. baiklah sepertinya akan banyak keuntungan yang kita dapat Rick..siapkan ruangannya sebentar lagi aku kesana"
"Baik bos..saya permisi"
Erick berbalik dan hendak melangkah menuju pintu namun dia memutar langkah nya dan mendekati Rey...dia sekarang adiknya Rey bukan asistennya.
"Ka..kau apakan tadi si tali..kenapa dia begitu terlihat kesal setelah keluar dari ruanganmu..?"
Erick sebenarnya penasaran dengan apa yang terjadi..dia tahan karena harus melaporkan meeting penting pada Rey.
"Biasa calon makanannya si Leon..hanya sedikit pelajaran saja agar lebih menarik lagi" ucap Rey santai.
Erick mengangguk-angguk mengerti..dia tak bertanya lagi dan memilih berpamitan menuju ruangan nya..dia sudah paham tabiat para calon makanan nya si Leon.
"Baiklah ka..jika butuh bantuan hubungi aku..aku akan dengan senang hati membantumu..aku pamit ke ruanganku untuk menyiapkan rapat kita nanti"
"Hm...kau tenang saja aku bisa mengatasinya..bagiku itu hal mudah.."
"Ok..aku pamit ka"
"Ya"
Erick keluar dari ruangan Rey..dia tak habis pikir dengan jalan pikiran oara calon makanan si Leon..apa mereka tidak ada laki-laki lain selain mendekati Rey yang jelas-jelas sudah beranak tiga dan juga mempunyai istri yang cantik.
"Memang berat menjadi ka Rey..banyak rumput liar di luaran sana yang berulangkali mencoba untuk mendekatinya..semoga hubungan mereka baik-baik saja tanpa ada halangan apapun amin"
Erick mulai mempersiapkan segala kebutuhan yang di perlukan untuk meetingnya..dia profesional jika sedang di kantor..tapi jika di luar kantor dia berubah menjadi adik yang akrab dengan Rey
Tak berapa lama klien sudah datang..Erick segera menuju ruangan Rey untuk menginformasikan bahwa kliennya sudah sampai dan telah menuju ruangan meeting.
Mereka melakukan meeting dengan gamblang..klien begitu senang bisa bekerja sama dengan perusahaan Rey..Tak sia-sia mereka menggelontorkan dana untuk pembangunan taman di pinggir kota.
__ADS_1