PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 14_Rahasia


__ADS_3

Tuan Anderson d.an istrinya memilih pulang percuma jika mereka tetap kekeh ingin di sana toh mereka tidak dapat apa-apa juga.


"Dad bagaimana ini.. rencananya gagal..si buta itu ternyata lebih pintar "


"Tenang saja kita masih ada satu rahasia tentang Laura..itu bisa kita jual pada mereka..apa kau masih memiliki berkas itu sayang..?".


"Ouhhhh pasti sayang tenang saja berkas itu aman..kapan kita akan gunakan kartu as kita sayang"


"Sabarlah jika waktunya tepat kita akan katakan pada mereka"


"Sayang kau benar-benar licik..cup.."


"Jangan menggodaku sayang"


"Hahaha..mari nikmati waktu kita sayang"


"As your wish honey"


Skip>>>>>>>>>>>>>>>>


Laura terbangun karena mual yang tiba-tiba datang..Laura langsung pergi ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perut nya yang hanya air.


Rey masuk ke kamar dan tak menemukan Laura di ranjang tapi dia mendengar suara sang istri yang tengh memuntahkan isi perutnya..Rey berjalan pelan dan menghampiri Laura dan membantu memijat tengkuk nya.


"You ok baby..?"


"Hmm.."


"Ayo ke ranjang istirahat lah"


Laura berbaring di kasur dan Rey duduk di sana..Laura begitu menempel pada Rey..Laura tidak mau Rey jauh barang sedikitpun Laura tidak mau.


"Baby..kau mau makan apa..atau ingin sesuatu hm..?"


"Aku..aku..hubby Laura ingin makanan buatanmu tapi Laura tau pasti hubby susah..jadi sudah tidak usah by Laura bisa makan yang lainnya saja.."


Rey tersenyum mendengar kata-kata Laura yang begitu memperhatikan nya..Laura tengh mengidam tapi dia tak mau menyusahkan Rey sungguh Laura itu adalah istri idaman.


"Kau mau makanan buatanmu hm..?"


"Iya by tapi sudahlah tidak apa-apa..Laura tidak mau hubby terluka atau susah hanya karena permintaan Laura"


"Tidak apa-apa..tunggu disini ya biar aku buatkan"

__ADS_1


"By sudah tidak usah..tidak apa-apa"


"Sudah tidak apa-apa..tunggu ya..jangan turun dengarkan saran dokter"


"Tap...-"


"Ssttt..aku bisa kan ada pelayan yang membantuku..kau tenang saja ya..jaga anak kita "


"Kau yakin by..?"


"I ya baby"


Rey turun sambil memegang tongkat untuk menuntun jalannya..setelah sampai di luar kamar Rey menutup pintu kamar nya dan sesegera berlari menuju dapur..Rey merasa bersalah pada Laura karena sudah membohongi Laura tentang keadaannya yang sesungguhnya.


"Maafkan aku baby..tunggu sebentar lagi ya..kau jahat sekali Rey..jika Laura tau kau hanya membohongi nya tentang kebutaanmu bagaimana..apa yang akan Laura lakukan padamu ..huh semoga kau bisa memahamiku baby"


Rey mulai membuat permintaan Laura..Rey meminta para pelayan untuk berjaga di depan kamarnya agar supaya Laura tidak keluar kamar di saat dia tengh memasak.


"Selesai..semoga Istriku suka " ucap Rey tersenyum menatap nasi goreng spesial untuk Laura.


"Sebaiknya aku ke kamar dan segera memberikan pesanannya..jadi tidak sabar untuk melihat reaksinya"


Rey menuju kamarnya dan melihat istrinya tengh duduk sambil memandangi keluar jendela.. istrinya itu begitu patuh..jadi makin sayang deh si Rey..


"Baby..kau dimana..?"


"Tunggu by..apa sudah selesai memasak nya..maaf Laura merepotkan"


"Hey kau bicara apa sih..tidak ada yang di repotkan di sini kau paham hm..?"


"Masak apa by..?"


"Nasi goreng spesial untuk istriku yang spesial"


"Terimakasih hubby"


"Sama-sama..ayo di makan"


Laura memakan nasi goreng itu dengan lahap..bahkan Rey tak percaya melihat'nya..Laura biasanya akan memuntahkan lagi makanannya tapi sekarang Laura sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda itu..Rey senang itu artinya ada suplay makanan yang masuk kedalam tubuh istrinya.


"Bagaimana baby..enak..?"


"Enak by..sangat enak"

__ADS_1


"Benarkah..?"


"Iya by.."


"Maaf by tapi hubby nggak boleh minta"


Rey terkekeh geli mendengarnya..Laura begitu imut Dimata Rey..apalagi jika tengh lahap memakan makanannya..sungguh itu pipinya ingin dia cubiti terus.


"Iya nggak apa-apa baby..aku nggak akan minta kok"


"Makasih hubby"


Skip>>>>>>>>>>>>>>


Di tempat lain sepasang suami istri paruh baya tengah duduk termenung di balkon kamar nya..mereka menatap ke arah langit biru yang indah namun tak membuat mereka tersenyum..mereka bahkan terlihat bersedia dan tak bersemangat untuk menjalani hidup.


Drrtt.....drrtttt..


Ponsel sang suami berdering dan membuyarkan keintiman keduanya.


"Angkatlah sayang siapa tau penting" ucap wanita paruh baya itu dengan senyuman kecil.


"Baiklah"


"Hallo tuan Wilson sepertinya anda sangat merindukan ku ya..?"


Suara tawa terdengar dari seberang sana..


"Bagaimana kabarmu Jonathan Richard..?" tanya tuan Wilson.


"Aku masih sama seperti dulu.. bagaimana denganmu..aku dengar anakmu sudah menikah..kenapa kau tak mengundangku brengsek.." jawab tuan Jonathan ketus.


"Hahahaha..seperti anak ABG saja kau pakai merajuk segala.."


"Biarkan..ada apa ..?"


"Aku mengundang mu dan istri mu untuk makan malam di rumahku sekalian memperkenalkan menantu ku"


"Hahaha..kau pamer kah.. baiklah aku akan datang"


"Baiklah aku tunggu.."


Telfon dimatikan tuan Jonathan beralih menatap istri nya dan mengecup pipi yang sudah terlihat sedikit kerutan namun tak membuat kecantikannya tersingkir.

__ADS_1


"I love you Mariana"


"Love you too Jonathan Richard"


__ADS_2