
Deril tengah kalang kabut menyiapkan segala sesuatunya untuk kedua bosnya..dari hotel hingga kendaraan dia harus memastikan agar semuanya aman tanpa ada kesalahan.
"Ok beres..semoga tidak ada apa-apa yang terjadi"
Deril kembali ke landasan pacu pribadi Rey..dia menunggu di sana..dia harus stay siapa tau tiba-tiba bosnya muncul di hadapannya.
"Seharusnya 1 jam lagi mereka sampai..ok istirahat dulu saja..ngantuk"
Deril tidur di mobil sebentar hingga Rey dan Laura tiba..tak terasa hampir satu jam Deril tertidur..dia bangun dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 12.55 berarti sebentar lagi kedua bosnya mendarat.
Deril bersiap..dia merapikan penampilan nya..masa mau ketemu bos penampilannya berantakan kan nggka lucu.
*
*
Di dalam pesawat Laura juga tertidur dia mengantuk..sampai akhirnya pesawat sudah mendarat sempurna di landasannya barulah Rey membangunkannya.
"Baby..hey..wake up baby"
Laura menggeliat di atas ranjang nya..dia membuka matanya perlahan..sudah sampai ternyata.
"Hoamm..udah sampai by..?"
"Iya baby..ayo rapikan penampilan mu duku baru kita keluar"
"He'em"
Laura membasuh wajah nya dengan tisu basah dia malas terkena air.. akhirnya setelah berkutat dengan tisu basah selesai dan rapih juga penampilannya.
Mereka keluar dan di sambut oleh Deril dan beberapa anak buahnya..tugasnya mengawal mobil Rey dan Laura.
"Selamat datang kembali bos ka Laura"
"Terimakasih Deril..kerja bagus"
Laura hanya tersenyum manis membalas sapaan Deril.
"Apa sudah siap Semua Deril."
"Sudah bos..mari saya antarkan"
"Bagus"
Mereka menuju hotel dimana Rey dan Laura akan tinggal selama 3 hari kemungkinan.. perjalanan tidak terlalu jauh hanya sekitar 30 menita mereka sudah sampai di hotel tujuannya.
"Ko di hotel by..?" tanya Laura.
"Sementara aja baby..nanti rumahnya mau di bangun ulang..besok kita lihat "
"Baiklah"
__ADS_1
Mereka menuju kamarnya..Deril mengantar dan membawakan barang-barang bosnya..dia begitu sigap layaknya asisten pribadi Rey.
"Terimakasih Deril.. istirahatlah..nanti malam kau jemput kami "
"Baik bos..saya permisi..mari ka"
"Iya.. hati-hati Deril" ucap Laura melambaikan tangan nya.
Rey dan Laura masuk ke dalam kamar..luas..mewah..sangat nyaman..itulah yang terlintas di pikiran Laura.
"Kau suka hm..?"
Rey memeluk Laura dari belakang dengan mesra..dia kecup pundak terbuka Laura..tadi mereka sempat ganti baju santai dulu.
"Suka by.. pemandangannya juga bagus..Laura bisa lihat ke luar dari sini"
"Syukurlah kalau suka..kau mau tinggal berapa lama disini hm..?"
"Sebetahnya Laura aja by.."
"Ok baby..aku menurut saja"
"Mandiin by"
Rey terkekeh melihat kemanjaan Laura..dia membawa Laura ke kamar mandi dan mendi bersama di dalam sana..tentu buka. mandi biasa jika ada Rey.
Malampun tiba......
Sesuai janji tadi Deril menjemput bosnya ke hotel lagi..tak berapa lama menunggu akhirnya keduanya turun dan Deril langsung menghampiri mereka berdua.
"Malam Deril..ayo berangkat"
"Baik bos..kita akan kemana bos..?"
"Markas"
"Baik"
Laura masih anteng di sebelah Rey..Rey mengusap pipi dan juga rambut Laura..saat ini istri nya itu tengah bersandar di pundaknya.
"Apa jauh by markasnya..?"
"Tidak terlalu baby..kenapa..?"
"Tidak ada by..hanya penasaran..markasnya seperti apa sih..apakah seorti rumah kita dulu..?"
"Haha..bukan baby..markas itu tempatku menyiksa para orang yang sudah berbuat jahat pada keluarga kita..kau jangan terkejut"
"Baiklah"
Tak berapa lama kemudian mereka sampai di markas..Derik turun dulu kemudian membukakan pintu untuk Rey..Rey turun dan membukakan pintu untuk Laura..sangat romantis.
__ADS_1
Mereka di sambut oleh beberapa anak buah Rey..Rey mengangguk Laura tersenyum kikuk..tempatnya menyeramkan..dia kira seperti rumahnya dulu.
"By..ko tempatnya serem sih..Laura ngeri"
"Tidak apa.."
"Oke lah"
Mereka masuk dan menemukan si Leon tengj enrbafing di depan pintu tahanan..Laura melihat nya menjerit sejadi-jadinya.
"Aaaaaaaa...by...itu apa..huwaaaaaaa by Laura takut"
Laura melompat ke gendongan Rey..Rey terkekeh.. sudah kuduga..Rey menikmati hal baru seperti ini..dia biarkan Laura melakukan apapun yang dia mau.
"Sudah baby...dia tak menggigit mu..dia sudah jinak"
"Nggak mau..Laura takut by"
"Tidak apa-apa sayang..ayo kenalan makannya"
"HUBBYYYYYYYY"
"Hahahahhahah...hahahhaa.."
Rey sengaja mendekatkan Laura pada Leon..Leon menurut saja dia mengendus aroma Laura dan itu sukses membuat Laura menjerit lagi.
"Hey ayo sudah..aku mau memberikan hukuman untuk keparat itu..ayo turun baby"
"Tapi nanti kalau Laura dimakan bagaimana by..?"
"Haha..tidak akan baby..pegang pistol ini..jika Leon macam-macam atau mau menyerang mu kau tarik saja pelatuknya yang ini.. otomatis akan menembaknya"
"Baiklah"
Laura duduk dengan tenang sesekali dia melirik ke arah Leon yang masih menatapnya..Laura balas menatapnya mereka saling tatap hingga Leon mengaum rendah Laura terkejut lalu mengalihkan tatapannya.
Kembali ke Rey..........
"George Wilingham..asisten sekaligus kekasih gelap dari Safira mantan istri dari mending Jordan Richard yang tewas saat perjalanan mereka rumahnya untuk menceraikan istrinya yang ketahuan selingkuh dengan sang asistennya yaitu kau.. bagaimana kabar anda tuan George..?"
Rey menatap George dengan tatapan penuh intimidasi..dia sebenarnya sangat ingin menghabisi orang Yanga dan di depannya.
"Hahaha..kau anak kemarin sore berani sekali bermain denganku..Jordan pantas mati karena dia sudah merebut Safira dariku..dia mati karena pilihannya sendiri hahaha dan kebetulan akulah sang malaikat maut nya..sangat luas sekali mengahabisinya..tapi sayang kakaknya punya nyawa seribu jadi dia tak menyusul ke alam kubur adiknya..sungguh aku sudah muak dengan keluarga Richard aku muak dengan Jonathan Richard yangs slalu menang dalam segala hal..bahkan aku juga yang ikut menculik putrinya Lauren saat dia masih bayi dan ku buang ke panti asuhan lalu aku menyuruh Keluarga Anderson mengadopsinya agar hidupnya menderita hahaha aku berhasil membuat hidup anak Jonathan menderita dengan keluarga barunya hahaha aku bahagia asal kau tau anak kecil"
"BAJINGANN"
Bukan Rey tapi Laura..Laura diam-diam mendengar pembicaraan mereka..Laura begitu marah..wajahnya gelap..jadi selama ini dia hidup dalam penderitaan yang sudah di atur orang brengsek seperti George.
"KAU BAJINGAN..BEDEBAH..SIALAN...BERANI SEKALI KAU MEMBUATKU MENDERITA SEPERTI ITU..APA HAKMU MEMISAHKAN KU DARI KEDUA ORANGTUAKU HAH..KAU PANTAS MATI..AKU SENDIRI YANG AKAN MEMBUNUHMU BAJINGAN SIALAN.. MATI KAUUU.."
Laura mengeluarkan segala isi hatinya..dia luapkan segalanya pada George..Rey terkejut melihat sisi lain dari istrinya..baru pertama kalinya dia melihat Laura seperti ini.
__ADS_1
Laura mengambil pistol yang Rey berikan tadi kemudian Laura arahkan pada George dan berkata.
"Selama ini aku hidup dalam penderitaan yang sangat pedih..aku kira orang tuaku dengan tega membuang ku tapi ternyata tidak..ketika aku tau aku adalah anak Dady Jo dan momy mari di situlah aku mulai merasakan kehangatan sebuah keluarga yang sudah lama ku rindukan..aku tak tau kau ada masalah apa dengan Dadyku tapi apapun itu kau tak pantas memisahkan anak dari orangtuanya..kau dengan tega menculikku kemudian kau membuang ku ke panti asuhan lalu kau jug yang menyuruh Keluarga Anderson mengadopsiku..hahahah..kau sudah sangat keterlaluan..hidupmu sudah sangat tidak berarti..sudah waktunya orang seprtimu di musnahkan dengan cara yang kejam agar tak ada lagi kemunculan orang-orang seperti mu kelak.."