PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 48 #S2_Memperkenalkan


__ADS_3

Erick dan Nila saat ini tengah berada di kediaman Rey..mereka ingin temu kangen dengan Rey dan Laura..sudah lama mereka tidak berkumpul bersama seperti saat ini.


Rindu dengan masa-masa muda dulu membuat keempat orang itu menuangkannya pada acara nostalgia dadakan.. sebenarnya Willy dan Vallery juga ingin ikut tapi mereka saat ini tengah berada di luar negeri.


"Nila bagaimana apa kau sudah memiliki calon mantu..?" goda Laura pada Nila.


"Ka Laura mah gitu godain aja terus.. Via belum mau mikirin pernikahan padahal aku udah kebelet pengin nimang cucu"


Nila hanya mendengus ketika mengingat respon Via saat di tanya sudah memiliki pacar atau belum..Nila sangat antusias sekali ingin segera menikahkan Via dengan cara perjodohan tapi dia sadar cinta tidak bisa di paksakan.


"Udah biarin mereka menikmati waktu mereka dulu..nanti kalau udah ketemu jodohnya juga naik pelaminan..sabar"


"Hmm kau benar ka..eh ngomong-ngomong anak gadisku Gia sudah ada jodoh belum..kulihat dia sangat sibuk akhir-akhir ini..?"


"Huhhh entahlah anak gadisku itu..biarkanlah dia menikmati waktunya dulu..dia sedang berusaha keras untuk menggantikan Gio..semoga saja jodohnya tidak cemburu dengan pekerjaan nya"


Di saat mereka masih asik ngobrol Gia datang membawa seorang pria tampan di sampingnya dengan kedua tangan mereka masih asik bertautan.


"Hay mom..dad..uncle.. aunty.." sapa Gia ketika sudah berada di hadapan keempat orang itu.


"Kau sudah pulang princess..?" tanya Rey menghampiri putri nya dan menatap tajam pada El.


"Daddy jangan menatapnya begitu..kau membuatnya takut" gerutu Gia saat melihat tatapan Daddy nya pada El.


Sementara El dia hanya tersenyum tulus melihat betapa sayangnya Rey pada Gia..dia jadi berfikir lagi tidak mungkin Keluarga ini berbuat seenaknya pada keluarganya..sangat mustahil.. persetan dengan masa lalu yang belum pasti itu..dia akan mencari tau sendiri agar tidak ada pihak lain yang merecokinya.


"Hallo paman..hallo semuanya perkenalkan saya Lionel kekasih Gia" ucap El memperkenalkan diri pada keluarga Gia.


Gia hanya tersiapu di pelukan Rey..dia malu di tatap aneh oleh keempat orang itu..Rey bahkan menggodanya.. sementara Laura dia tersenyum girang mendengarnya.. bau-bau menantu baru sepertinya.

__ADS_1


"Hay Lionel duduklah..jangan sungkan"sapa Laura mempersilahkan El duduk.


"Wah seperti nya akan ada menantu kedua sebentar lagi..sayang kita kalah start lagi" rengek Nila pada Erick.


Erick hanya mendengus mendengar rengekan Nila..dia selalu saja iri ingin menantu..istrinya itu benar-benar sudah tidak sabar menimang cucu.


"Sudah biarkan saja.. Via,Sean,Rico masih belum mau mencari jodoh..sabar ya"


"Ishhh tau ah"


Laura dan Rey beserta Gia tertawa mendengar percakapan Erick dan Nila.. sepertinya Nila benar-benar sudah tidak sabar menimang cucu.. perlukah Laura bantu agar cepat mendapatkan menantu adik iparnya itu.


Suasana sudah kembali kondusif..Gia memperkenalkan El sebagai tunangan nya..Rey dan ketiga orang lainnya tentu saja terkejut..mereka bahkan tidak pernah melihat Gia dekat dengan seorang pria bagaimana bisa tiba-tiba memiliki tunangan.


"Sejak kapan kalian mengenal..?" interogasi Rey pada kedua muda mudi di hadapannya.


"Sudah lama dad tapi baru dekat beberapa waktu terakhir ini" jawab Gia jujur.


Rey jadi ingat percakapannya dengan Deril beberapa waktu lalu..jadi pemuda ini yang mencari informasi mengenai Gia anaknya..Rey tidak akan semudah itu per Aya sebelum mengenal lebih jauh Keluarga El.


"Siapa orangtua mu..?"tanya Rey ingin mengulik tentang El lebih dalam.


Rey hanya ingin memastikan bahwa anak-anak nya mendapat yang terbaik dan tak mengecewakan suatu saat nanti..musuh Keluarga nya banyak di luaran sana..dia tak mau anaknya menjadi korban atau sasaran pembalasan dendam mereka yang iri akan kesuksesan nya.


"Ayah saya Ludrick Owen tuan dan ibu saya Catly Lawrence"


Rey sedikit de ja vu mendengar nama Ludrick Owen.. sepertinya dia pernah mendengar nama itu tapi dimana..sialan dia tidak suka dengan ingatannya yang semakin memudar.


"Ludrick Owen.. sepertinya aku mengenalnya tapi arkhhh sialan aku lupa" sungut Rey ketika tidak berhasil mengingat nama Ludrick Owen.

__ADS_1


El semakin penasaran dengan masa lalu keluarganya dan keluarga Gia..dia semakin ingin tau ada apa dengan semua ini..dia sudha mencari informasi mengenai kejadian 30 tahun lalu tapi selalu saja tidak menemukan apapun.. informasi mengenai kejadian itu sangatlah rapat tertutup.


"Sudahlah dad..kau itu sudah tua maklum ingatanmu semakin memudar..jangan di paksakan oke" Gia menenangkan Rey yang frustasi karena tidak berhasil mengingat dengan baik.


"Kau benar princess..Daddy sudah tua..huhhh baiklah Lionel jadi kau serius dengan anakku..?"


"Ya saya serius paman..jika paman dan keluarga berkehendak maka saya akan secepatnya menikahi anak paman agar tidak terjadi fitnah di luaran sana" El mantap untuk membina rumah tangga dengan Gia dia tak peduli tentang masa lalu Keluarga mereka.


"Hubby Laura mau yang terbaik untuk Gia.. ijinkan mereka bersama by" bujuk Laura pada Rey agar tidak mempersulit Gia dan calon mantunya.


"Kau ini jika urusan menantu saja cepat sekali..aku semakin sayang padamu" goda Rey mencium pipi Laura.


Erick dan Nila hanya mendengus melihat romantis nya Rey dan Laura..mereka sudah biasa di suguhkan dengan pemandangan seperti itu bahkan sejak masih muda.


"Huhhh.. baiklah jika niatmu benar-benar mencintai putriku maka aku merestui hubungan kalian..ingat aki tak ingin mendengar suatu saat kau menyakitinya karena suatu alasan yang tak masuk akal..jika kau berani melakukan itu maka aku sendiri yang akan menghajarmu..bawa orangtuamu menemui kami secepatnya" Rey memberikan lampu hijau juga kartu kuning pada El agar tidak menyakiti hati anak gadisnya suatu saat.


"Baik paman..saya paham.. terimakasih atas restunya..segera saya kabari orangtuaku"


Gia tersenyum memeluk Daddy nya..dia senang Rey tidak mempersulit restu antara mereka..arghhh dia semakin menyayangi Daddy nya.


"Love you Daddy"


"Love you more princess.. berbahagialah kalian..Daddy bahagia jika kau bahagia"


"Jangan membuat Gia menangis Daddy"


"Kau ini sudah mau menjadi istri tapi masih saja belum berubah..cengeng"


"Ishh jangan keras-keras nanti El denger"

__ADS_1


Mereka tertawa bersama..El tersenyum melihat betapa humblenya keluarga Wilson..dia jadi ragu apakah benar Keluarga Wilson lah yang memulai pertikaian antara Keluarga mereka..patut di pertanyakan.


__ADS_2