
DOR....
"Akhhhh..sshh" Laura meringis merasakan sakit di dadanya .
"Baby..kau..kau..tidak baby..tidak..maafkan aku sayang.. maafkan aku " Rey tak percaya bahwa Laura akan mengorbankan dirinya demi melindungi Rey.
"Hubby..i love..y..you" kata-kata Laura sebelum ia tak sadarkan diri.
Rey mencoba membuat Laura tetap stay bersama dengan nya..tuan Wilson melihat Rey begitu kalut akhirnya menyarankan agar segera kerumah sakit..Rey akhirnya sadar segera dia membawa Laura ke rumah sakit.
Tuan Wilson dan anak buahnya mengurus tuan Anderson dan istrinya..tuan Anderson tewasa karena kehabisan darah sementara itu istri tuan Wilson berhasil melarikan diri setelah menembak Laura.
"Bagaimana bisa dia kabur hah..apa saja kerja kalian..mengurus satu wanita saja kalian tidak becus"
Bugh... Bughh.........
Tuan Wilson menghajar anak buahnya,karena kelalaian anak buahnya sehingga istri tuan Anderson bisa kabur dan itu akan membahayakan Laura.
"Cari sampai dapat jika tidak kalian akan mendapatkan hukuman mengerti..?"
"Mengerti tuan besar"
Mereka semua pergi dari sana..tuan Wilson menghubungi sang istri dan mengatakan perihal keadaan Laura..sang istri tentu saja histeris karena Laura adalah menantu kesayangan nya.
__ADS_1
Tuan Wilson meminta sang istri segera ke rumah sakit dan menemani Rey karena dia masih di jalan dan akan mengurus beberapa hal penting dulu sebelum bergegas ke rumah sakit.
Semtara Rey tengh berada di perjalanan menuju rumah sakit dia menyetir sendiri karena keadaanya begitu darurat..di sepanjang jalan Rey tak pernah melepaskan genggaman tangannya pada Laura serta berusaha untuk membuat Laura sadar.
"Sayang bangun..Laura bertahanlah baby..jangan pejamkan matamu sayang..bukalah Laura..hiks"
"Bertahanlah La..maafkan aku..maafkan suamimu yang bodoh ini hiks"
Tak berapa lama Rey sampai di rumah sakit dan segera di sambut oleh beberapa petugas medis yang sudah ia hubungi ketika di perjalanan tadi.
Laura di bawa menuju ruang operasi..Rey menunggu di depan ruang operasi.. mondar-mandir seperti setrikaan.. Rey tak bisa tenang sebelum pintu ruang operasi nya terbuka.
"Tuhan selamatkanlah mereka..Laura bertahanlah sayang..bertahanlah demi anak kita..maafkan aku baby"
Sekitar 1 jam ruang operasi terbuka dan muncullah seorang dokter menghampiri Rey.
"Begini tuan kami hanya bisa menyelamatkan salah satu dari mereka..ini memang sangat berat tuan tapi anada harus memilih anda ingin menyelamatkan istri anda atau anak anda karena jika keduanya tidak memungkinkan..kami hanya bisa menyelamatkan satu nyawa saja tuan jika keduanya itu akan membahayakan nyawa istri juga anak anda..pikirkan lah tuan..saya tau ini berat tapi anda harus memilih"
"Saya..hiks..saya tidak tau dok..saya sayang pada keduanya..saya tidak bisa memilih di antara mereka dok hiks..akankah saya menjafi pembunuh nanti hiks..kenapa pilihannya begitu sulit dok hiks.."
Di saat Rey dan dokter tengah berdiskusi dari arah samping terlihat mama Rey berlari dengan deraian air mata menghampiri Rey yang tak berdaya.
"Rey.."
__ADS_1
Rey menoleh dan melihat sang mama mendekat..Rey langsung memeluk sang mama..menangis dalam pelukan ibunya..menumpahkan segala beban hatinya yang begitu berat.
"Bagaimana keadaan Laura sayang..?"
"Mom..hiks..Rey..aku..hiks..Rey tidak bisa memilih mom..hiks..Rey jahat mom..hiks..apa yang harus Rey lakukan mom..hiks..hiks"
"Jelaskan pada Momy nak..ada apa..?"
"Rey hiks..harus memilih antara hiks.. Laura dan anak Rey mom..hiks..Rey tidak bisa memilih mom...hiks"
Mendengar itu mama Rey juga tak bisa lagi membendung air matanya..dia juga tak bisa membayangkan betapa sulitnya Rey saat ini..tapi mau bagaimana lagi Rey harus memilih.
"Yakinlah nak.. selamatkan istrimu..momy tau ini berat momy juga kehilangan tapi ini demi kebaikan semuanya nak..kalian masih bisa memiliki anak lagi nanti..pasrahkan saja semuanya nak percayalah pada Tuhan..Laura akan baik-baik saja..kita bisa menjelaskannya jika Laura marah padamu..tenangkan hatimu nak.. segeralah buat pilihan karena nyawa keduanya tidak bisa kau pilih semuanya"
"Mom..hiks..maafkan Rey mom..maafkan Rey"
Tak lama dokter menghampiri Rey lagi karena waktu semakin mendesak dan Rey harus segera memilih salah satu di antara mereka.
"Bagaimana tuan..anda sudah membuat pilihan..?"
"Baiklah dok hiks.. selamatkan istriku hiks"ucap Rey lemah.
"Baiklah tuan..anda bisa menunggu di sini dulu.. berdoalah agar operasi nya lancar..saya permisi"
__ADS_1
"Baik dok"
Dokter sudah memasuki ruang operasi Laura..Rey dengan berat hati harus merelakan anak yang dia tunggu kehadirannya..apa yang akan Laura katakan nanti padanya jika tau bahwa anak mereka sudah tiada..Rey hanya bisa berdoa dan berharap supaya Laura bisa menerima keputusan berat Rey.