
Kondisi gian sudah berangsur-angsur membaik..dia sudah mulai cerewet lagi seperti sedia kala.
"Baby bagaimana kalau kita berlibur bersama keluarga..apa kau setuju..?"
"Boleh by..Laura tidak mau meninggalkan anak-anak "
"Tentu baby aku juga tidak mau..ya sudah biar nanti aku bahas dengan para Kanjeng-kanjeng ya"
"Iya by"
Rey turun ke bawah dan menemui para Kanjeng-kanjeng Mommy untuk membahas tentang liburan keluarga.
"Hay Kanjeng momy kesayangan..apa kalian sedang sibuk..?"
Para Kanjeng momy menatap horor Rey..mengganggu saja bocah satu ini.
"Ada apa.. mengganggu saja" ucap mama Rey ketus.
"Astaga..Rey cuma nanya loh..kenapa galak banget sih..lagi ketempelan demit tetangga ya mom"
Satu bantal bwrhasil melayang mengenai wajah tampan Rey.
"Bocah stres..kurang asem..momy deportasi dari KK baru tau kau.."
"Hahaha..serius ini..Rey mau ngomong sesuatu sama para Kanjeng "
"Ada apa sih Rey..serius sekali" ucap mama Laura menimpali.
"Rey mau ajakin kalian semua liburan..mau nggak..?"
Kedua Kanjeng momy langsung berdiri dengan sumringah..liburan pasti menyenangkan.
"Astaga benar-benar tua-tua keladi"
"Hey bocah nakal momy pecat jadi anak kau nanti"
Rey kabur sebelum mendapatkan timpukan sandal terapi dari mamanya.
Rey menuju ruang kerjanya dia sudah ada janji dengan oara Kanjeng Dady dan Erick untuk membahas mengenai pembakaran gudang penyimpanan data perusahaan Richard Corp.
"Maaf dad Rey telat..ada gangguan tadi"
"Gangguan atau kau yang menggangu para Kanjeng ratu hah" cetus Dady Wil me jawab Rey.
"Hehe..dikit kok ganggunya.."
"Sudah ku duga.." ucap Erick yang sudah paham tabiat Rey.
"Sudah mending kita bahas apa yang seharusnya kita bahas.."
"Dady Jo bagaimana apa sudah ada hasilnya..?" tanya Rey.
"Belum Rey..masih dalam penyelidikan"
"Mau Rey bantu tidak dad..biar cepet terungkap"
__ADS_1
"Terserahlah..Dady pasrah saja"
"Ok..Rick hubungi Marco dan katakan ada tugas baru"
"Ok ka"
Erick langsung menghubungi orang suruhan Rey yang paling Rey percaya dalam mengurus kasus seperti ini.
Mereka mulai membahas langkah dan cara mengantisipasi kemungkinan akan terjadi hal seperti ini lagi..Rey menelfon Deril dan mengatakan untuk membantu mengamankan data perusahaan mertuanya.
Deril dengan senang hati membantu Rey..dia dengan sigap mengamankan data perusahaan Richard Corp hanya dalam sekali klik.
"Sudah aman dad..orang kepercayaan ku sangat bisa di andalkan"
"Terimakasih Rey..kau memang menanti hebat.. beruntung Laura mendapatkan mu"
"Hehe.. sebenarnya Rey yang beruntung dad..jika tidak ada Laura mungkin Rey tidak akan sampai di sini saat ini"
"Ya kami juga beruntung mempunyai menantu cerdas dan sigap sepertimu.. terimakasih telah menjaga harta satu-satunya milik kami nak"
"Sudah jadi kewajiban Rey dad..Rey juga sempat membohongi Laura dulu waktu kami belum kenal..Rey membohongi Laura dengan mengaku buta dan lumpuh..sampai sekarang Laura bahkan belum tau jika kebutaan dan kelumpuhan Rey itu hanya palsu..entahlah jika dia tau pasti dia akan sangat kecewa"
"Sudahlah toh kau juga tak semata-mata hanay ingin membohongi nya kan..kau punya tujuan dari perbuatan mu..Dady percaya kau tak akan menyakiti Laura"
"Terimakasih dad.. kau memang baik"
"Sama-sama"
Dady Wil dan Erick hanya mendengarkan pembicaraan antara menantu dan mertua itu..mereka tak ingin ikut campur.
"Oh ya Rey apakah para ladies setuju untuk berlibur..?" tanya dadu Wil yang baru mengingat pasal liburan.
"Baiklah..kau sudah pilih destinasi kali ini..?"
"Sudah kita akan ke Turkey...Rey ingin kita sejenak melupakan masalah yang tengah kita hadapi saat ini"
"Iya ka Rey benar..saat ini kondisi sedang tidak baik-baik saja..kita butuh refreshing untuk menyegarkan pikiran kita lagi"timpal Erick.
"Baiklah..kami setuju dengan usulan kalian"
Para kaum laki-laki membahas hal lain yaitu perusahaan dan saham..para Kanjeng ratu sudah bersiap untuk berlibur kaki ini.
Mama Rey sudah berkemas..dia tak lupa menyiapkan barang-barang milik suaminya juga.mama Rey begitu antusias sekali.. dia tak sabar ingin segera berlibur.
"Semoga banyak barang-barang lucu di sana..aku mau menghabiskan uang suamiku "
Mama Rey sudah selesai dengan persiapan menuju liburannya..tak jauh berbeda dengan mama Laura..dia juga sudah mulai berkemas untuk keberangkatan nya.
"Semoga Safira tidak mengawasi ku dan suamiku..jika tidak bisa gawat nanti.."
Mariana juga sedikit khawatir tentang nasib perusahaan keluarga Richard jika mereka tinggal..bisa saja Safira menghalalkan segala cara untuk bisa menguasai harta dan saham Richard Corp.
"Apa tidak apa-apa jika kami berlibur sementara Safira masih berkeliaran di luar sana.. huhhh semoga tidak akan terjadi apapun lagi"
Mama Laura hanya khawatir jika perusahaan itu akan di rebut paksa oleh Safira.. perusahaan itu adalah milik Laura dan anak-anak nya..mereka hanya menjaganya saja.
__ADS_1
Laura di kamar sedang main dengan Gian.. Gian sudah benar-benar sehat..Laura senang sekali dengan kesembuhan Gian.
"Hey nak kau senang akan berlibur hm.. baiklah ayo kita berlibur biar kau tidak suntuk di rumah terus ya"
Gian mengoceh ntah apa..dia kadang tertawa kadang merengek..Laura sudah hafal dengan tingkah polah Gian..dia tak terlalu khawatir sekarang.
Nila juga sama dia sedang main dengan Via.. Nila bosan di kamar dia menuju kamar Laura.. sampailah dia di kamar Laura.
"Ka apa kau sedang sibuk..?"
"Eh Nila..tidak..ayo masuk"
"Terimakasih"
Nila masuk dan duduk di sofa bersama Laura..Via dan Gian sedang main sendiri di tempat mainnya.
"Ada apa..?"
"Begini..besok kan kita akan berlibur apa tidak apa-apa untuk para bayi ini melakukan perjalanan jauh ka..?"
"Tidak apa-apa Nila..tubuh mereka sudah cukup kuat..lagian mana mungkin Rey mengajak kita saja tanpa anak-anak..Rey juga telah memikirkan kondisi anak-anak dan sudah memperhitungkan nya terlebih dahulu..kita tidak usah khawatirkan hal itu ok"
"Baiklah..Nila hanya takut ka"
"Sudah tidak apa-apa..yang penting mereka tidak sakit saat melakukan perjalanan besok"
"Iya ka.. terimakasih sarannya"
"Sama-sama"
Skip..........
"Apa..bocah itu sudah di temukan..sialan"
"Benar bos..kami audah melakukan penyelidikan terkait kasus itu..dan hasilnya benar"
"Baiklah kalian boleh kembali"
"Baik bos.. permisi"
Orang itu begitu terkejut mengetahui fakta bahwa anak yang dulu dia pernah culik dan dia buang Sekarang kembali lagi dan sudah bergabung dengan keluarga Wilson.
"Bagaimana ini.. bisa-bisa gagal rencanaku arghhh sialan..kenapa harus kembali lagi di saat seprti ini"
Orang itu menghubungi seseorang untuk membahas mengenai rencananya agar tidak berantakan.
"Bagaimana ini rencana kita bisa gagal"
"Tidak usah khawatir..biar ku uruskan".
"Kau jangan main-main keluarga Wilson tidak akan tinggal diam jika ada yang mengusiknya"
"Tenanglah..aku tak sebodoh kau"
"Sialan kau.. baiklah aku sudah memperingatkan mu "
__ADS_1
"Tenang saja aku akan baik-baik saja"
"Terserah kau saja"