PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 135_Salah Sasaran.


__ADS_3

Rey dan Laura sudah tiba di negara tujuannya..mereka di sambut oleh pihak perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Rey.


"Tuan Reyhan..selamat siang dan selamat datang kami ucapkan" ucap pihak perusahaan xx.


"Selamat siang juga tuan Julian.. terimakasih sambutannya" ucap Rey menyambut uluran tangan tuan Julian.


Mata tuan Julian menatap lekat Laura..dan itu membuat Rey ingin sekali mencongkel bola matanya.


Laura hanya cuek tak menanggapi..berjabat tangan pun dia menolak karean seluruh tubuh nya adalah milik Rey jadi dia tak ingin milik Rey di sentuh siapapun.


"Ah mari saya antar ke hotel "


"Ya"


Rey menggandeng tangan Laura posesif dia ingin menegaskan bahwa Laura hanya miliknya.


Tuan Julian benar-benar tidak kenal menyerah..dia terus curi-curi pandang pada Laura..Rey benar-benar jengah dengan sikap tuan Julian..dia kesal apakah keputusan nya membawa Laura itu salah..?.


Sampailah mereka di hotel tempat menginap..Laura dan Rey menuju kamarnya..tuan Julian tersenyum penuh arti pada Laura entahlah hanya si Julian yang tau artinya.


"Baby apa aku salah membawamu kesini..?"


"Maksudnya..?"


"Iya seperti nya aku salah membawamu kesini..lihatlah tuan Julian terus menatap mu dan aku tak suka"


"Kau tidak usah khawatir hubby..aku bahkan tidak meliriknya..biarkan saja dia menyukaiku tapi aku tetap milikmu" ucap Laura mencoba menenangkan Rey.


"Tetap saja aku tidak rela baby..kau hanya milikku dan hanya aku yang boleh memandangi mu..aku kesal baby"


Laura terkekeh dia geli sendiri melihat sikap posesif Rey..tapi dia merasa di cintai jika Rey begini..bolehkah dia senang akan sikap Rey.


Laura mencium bibir cerewet Rey..dia lelah setelah melakukan perjalanan jauh..di tambah dengan rekan bisnis Rey yang memang minta di garuk.


"Sudah ayo mandi..Laura lelah by.."


"Baiklah..bersama ya..yayayay"


"Iya hubby"


"Tessa"


Rey dan Laura mandi bersama..Rey tentu saja tidak tinggal diam melihat kemolekan tubuh Laura..dia terus menggerayangi tubuh istrinya hingga terjadilah pertempuran dalam kamar mandi.


Paginya...........


"Baby pasangkan dasiku dong..?"


"Iya sebentar..mana sini"


Laura memasangkan dasi untuk Rey..dengan elaten dan rapih..dia suka melakukan hal sepele seperti ini.

__ADS_1


"Sudah..kau terlihat tampan sekali by..Laura jadi tidak rela "


"Hishhh jangan memancing baby..aku tidak mau kau kelelahan"


"Hahaha.. baiklah Laura kalah"


"Sudah siapkah..?"


"Sudah by..ayo"


Rey dan Laura menuju lokasi pertemuan..mereka sarapan sekaligus..tanpa di duga dan di sangka entah ini kebetulan atau memang kesengajaan si kampret Julian..dia seakan tau jam berapa Rey akan turun bertepatan Rey keluar dari kamar tuan Julian juga keluar dari kamar nya.


"Oh tuan Rey..nona.. kebetulan sekali ya.."


"Ya.. sepertinya begitu" jawab Rey seadanya.


Laura hanya memasang wajah datar dia juga jengah dengan rekan kerja Rey..andai bisa Laura menghajarnya pasti sudah Laura lakukan sejak tadi.


"Kebetulan saya akan ke bawah untuk sarapan apakah kalian mau sarapan bersama-sama..?"


"Oh..apa tidak merepotkan..?"


"Tentu tidak..saya justru merasa terhormat bisa sarapan bersama anda sekalian"


"Baiklah"


Akhirnya Rey dan Laura sarapan bersama tuan Julian..Rey sebenarnya ingin sarapan bersama Laura saja tapi entahlah kenapa bisa tepat sekali waktunya.


"By Laura ke toilet sebentar ya..?"


"Mau ku antar..?"


Laura tampak menimbang-nimbang bolehlah Laura juga merasa tidak nyaman jika sendirian.


"Boleh by"


"Ayo..maaf tuan Julian kami ke toilet dulu"


"Oh ya..silahkan"


Mata Julian tidak pernah lepas dari Laura..Laura bodo amat dia cuek-cuek saja..Rey tau jika Julian ada niat tidak baik pada Laura..dia sudah berjaga-jaga.


"Kurang ajar..berani sekali dia menatap lapar istriku.. bersiaplah nanti Julian..kau akan mendapatkan hadiah dari sikap kurang ajarmu" batin Rey menekan emosinya.


Di meja makan tuan Julian benar-benar di buat takjub dengan tubuh indah Laura..dia mencicipi makanan Laura tanpa sepengetahuan siapapun..dia mengambil sendok Laura dan menukarnya dengan sendok miliknya.


"Ah rasanya nikmat sekali..kenapa dia begitu cuek padaku..akan ku buat kau bertekuk lutut di depan ku Laura sayang"


Tuan Julian menjilati sendok Laura..dia terobsesi dengan Laura..dia merasakan bekas mulut Laura yang menurutnya nikmat.


Dia merasa tidak ada yang memperhatikan nya tapi dia salah..anak buah Rey tersebar dimana-mana.. melihat hal menjijikan seprti ini tentunya membuat mereka melaporkan kepada tuan nya.

__ADS_1


"Bos sendok nyonya telah di tukar dengan sendok rekan bisnis anda mohon hati-hati sepertinya rekan bisnis anda memiliki niat tidak baik terhadap nyonya" isi pesan anak buah Rey pada Rey.


Rey tengah menunggu Laura di depan pintu toilet wanita..di saat sedang menunggu ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk..dia membuka ponselnya dan matanya memerah rahangnya mengeras seketika.


"Sialan..berani sekali dia berbuat menjijikan seperti ini..tidak akan ku biarkan.. baiklah mari bermain-main sebentar dengan ku Julian"


Rey mengetik pesan balasan pada anak buahnya serta menghubungi pihak penanggung jawab proyek pembangunan resort yang akan Rey bahas dengan Julian.


"Lakukan dengan segera aku mau hasilnya 2 jam dari sekarang..periksa setiap rekening bank yang dia miliki juga termasuk penggelapan yang dia lakukan dalam proyek ini"


"Siap laksanakan bos"


"Bagus.."


Rey memutuskan sambungan telepon..dia tersenyum miring..berani sekali seekor lalat hendak mengganggu taman bunyanya..tidak akan Rey biarkan tentunya.


"Ayo by"


"Ah ayo..eh..baby..nanti jika mau makan lagi sensoknya pura-pura kau jatuhkan saja ya..?"


"Hah..kenapa..?"


"Sudah menurut saja..demi kebaikan kita"


"Baiklah"


"Good girl"


Rey dan Laura kembali ke mejanya..di sana tuan Julian menunggu dengan senyuman di wajahnya.


"Maaf lama tuan Julian.."


"Tidak masalah tuan Rey..mari lanjutkan sarapannya"


Tuan Julian melirik Laura saat Laura memegang sendoknya..dia senang sebentar lagi bekas bibirnya akan menempel pada bibir Laura.


Tapi tiba-tiba Laura menjatuhkan sendoknya dan membuat sendok itu tergeletak di lantai.


"Ah..by sendok Laura jatuh.."


"Sebentar..pelayan..minta sendok satu lagi"


Pelayan pun mengambilkan sendok baru untuk Laura..Rey sebelumnya menyerahkan sendoknya oada Laura dan dia menggunakan sendok baru dari pelayan itu.


"Ayo makan lagi..maaf tuan Julian atas insiden kecil ini" Rey tersenyum miring seaka mengejek rekan bisnisnya.


"Ah..tidak..tidak apa-apa..tuan Rey.." ucap tuan Julian menahan kekesalannya.


'Sial kenapa harus jatuh segala..padahal sebentar lagi akan berhasil..lihatlah akan aku buat kau jatuh dalam pelukanku Laura' batin tuan Julian.


'Dasar bodoh..kau pikir aku tak tau niat jahatmu..beranis sekali kau menukar sendok istriku dengan sendokmu..menjijikan sekali..lihat saja bagaimana kau akan jatuh nantinya' batin Rey.

__ADS_1


__ADS_2