
Dokter Willy baru saja keluar dari kamar mandi entahlah habis berbuat apa dia di kamar mandi..cek sabun dulu sapa tau habis.
Dia berjalan menuju ruang tengah..dia melihat Vallery sedang berdiri menghadap jendela..pemandangan kota yang indah..indah.. sebenarnya yang di maksud indah itu Vallery bukan pemandangan kotanya.
Willy mendekati Vallery dia memeluk gadis itu dari belakang..dia hirup aroma khas gadis itu.
"D..dok..dokter..j..ja..jangan.be..begini"
Vallery meremang saat bibir manis Willy menjelajah lehernya dan membuat tanpa kepemilikan di area itu.
"Kenapa hm..?"
"Kita..belum ahhmp". Vallery memebekap mulutnya saat mendengar suaranya sendiri.
"Lepaskan saja honey..aku suka"
Vallery menggeleng cepat..ini salah.. meskipun dia gadis sedikit miring tapi dia tau kemana mereka akan berakhir jika di biarkan saja.
"Tidak dokter..emhh ja..jangan..kita..belum menikah ahmp"
Willy seakan tersadar..benar kata Vallery..mereka belum menikah..tidak seharusnya dia melakuakan hak konyol ini.
Tangan dokter Willy yang tadinya masih asik bermain di squisy Vallery dan memijit pucuknya sekarang dia tarik kembali..posisinya juga sudah normal lagi tidak seperti tadi benar-benar menegangkan.
"Maaf..aku kelepasan"
"Tidak apa..lebih mengendalikan diri lagi dokter.. Vall tidak mau di anggap murahan "
"Iya maafkan aku"
Willy memeluk gadis itu ..dia jadi merasa bersalah pada nya..tidak seharusnya dia melakukan hal konyol itu dan membuat Vallery seperti seorang wanita murahan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk sarapan di cafe dekat apartemen..Willy masih menggandeng tangan Vallery..Vallery membiarkan saja tangan Willy menggandengnya.
"Kau mau makan apa..?"
"Pasta saja dokter.."
"Jangan panggil aku dokter mulai sekarang..kita tidak sedang bertugas atau di tempat kerja"
"Lalu Vall harus memanggil apa kalau bukan dokter..?"
"Panggil Willy saja..itu lebih nyaman"
"Tapi...-"
"Tidak ada penolakan"
"Huhh.. baiklah Willy"
"Bagus"
Pesanan sampai..mereka makan dengan suasana tenang..Vallery juga sepertinya menyukai pastanya..Willy tersenyum melihat tingkah manis Vallery.
"Pelan saja..aku tidak akan memintanya"
"Hehe..ini enak dokt..eh Will"
__ADS_1
"Baiklah..makan yang tenang jangan belepotan.. seperti anak kecil saja"
Selesai dengan sarapannya..mereka menuju kediaman Wilson..Willy tak punya keluarga..lebih tepatnya keluarganya tidak menganggapnya karena dia memilih menjadi dokter daripada meneruskan perusahaan keluarganya.
"Ini dimana Will..?"
"Ini rumah keluarga Wilson..ayo masuk"
"Keluarga Wilson..?"
"Sudah ayo masuk..jangan berpikir jika otakmu belum sampai ke sana"
Vallery mengerucutkan bibirnya..dia kesal di ledek terus oleh dokter tampan itu..tapi memang benar otaknya belum sampai di situ..wkwkwk.
Sampailah mereka di pintu masuk..pelayan menyambutnya dengan hangat..mereka mempersilakan Willy dan Vallery masuk.
"Wah..rumahnya besar sekali" gumam Vallery dalam hati mengagumi rumah utama Keluarga Wilson.
Mereka duduk dan menunggu sang tuan rumah..tak berapa lama terlihatlah sepasang suami istri yang tak lagi muda namun masih terlihat canti dan tampan.
"Willy..wah apa kabar kau nak..?" tanya mama Rey memeluk Willy rindu.
"Baik bibi..bibi bagaimana kabarnya..?"
"Hishhh panggil momy saja anak nakal"
"Hahaha baiklah.. bagaimana kabarmu mom?"
"Momy baik-baik saja..ah itu...-"
"Iya calon menantu "
"Siapa namamu..?"
"Saya.. Vallery nyonya.."
"Panggil momy..jangan nyonya..kau mengerti..?"
"Ah..b.. baiklah..mo..momy"
"Bagus..anak pintar"
Mereka ngobrol sebentar sebelum akhirnya Willy mengungkapkan keinginannya untuk melamar gadis itu..Vallery tak punya keluarga.. keluarganya tewas dalam sebuah kecelakaan ketika hendak berlibur bersama.
"Jadi Willy di sini mau melamar Vallery mom..dad..dia tak punya siapa-siapa..Willy meminta kalian menjadi wali kami saat pernikahan nanti"
Dady Wil dan mama Rey tersenyum mendengar niat baik Willy.. mereka pasti akan membantunya sepenuh hati.. bagaimana pun Willy adalah anak yang patuh juga mandiri.
"Tenang saja nak..momy dan Dady akan membantu kalian..nanti juga mertua Rey akan menjadi wali Vallery..kalian tenang saja..terima beres saja"
"Terimakasih mom..dad..aku menyayangi kalian"
Skip.........
Rey sudah bisa lepas dari Laura..dia di ruang kerjanya..dia tak berangkat kerja karena terganggu oleh mimpi sialan itu.
"Nanti bawakan dokumen yang harus segara di urus dulu Erick"
__ADS_1
"Baik bos..tapi aoakah anda baik-baik saja..?"
"Ya aku baik-baik saja..memang kau berharap aku kenapa-kenapa..?"
"Eh..bukan..hanya aneh saja bos tidak berangkat "
"Sudah..nanti malam jangan lupa datang ke rumahku ada acara penting"
"Baiklah"
Sambungan telepon terputus..Rey kembai mengerjakan pekerjaan nya..tadi mamanya menelfon dan mengatakan bahwa Willy akan datang untuk suatu tujuan penting.
Rey mengiyakan saja..biarkan toh rumah jadi rame kalau banyak orang tidak sepi seperti kuburan.
Rey selesai mengerjakan pekerjaan nya..dia mencari Laura..dia rindu istrinya..dia cari kesana kemari akhirnya menemukan Laura tengah duduk di taman belakang bersama ketiga anaknya juga para suster.
"Hey baby apa yang kalian lakukan..kenapa tidak mengajakku..?"
"Kau sedang bekerja by..kami hanya duduk saja menikmati waktu".
"Baiklah..sus kalian kembali lah..istirahat saja biar kami yang menjaga anak-anak"
"Baik tuan..kami permisi"
Para suster meninggalkan Rey bersama keluarga kecilnya..mereka tak mau mengganggu waktu berharga keluarga itu.
"By..apa kau sudah baik-baik saja..?"
"Why baby..kau pikir aku gila..?"
"Huhh bukan by..aku pikir kau sakit karena sikapmu aneh"
"Haha tidak baby..aku hanya masih terbawa suasana saja.."
"Baiklah..hibur anak-anak agar suasana hatimu tenang"
"Tentu saja baby..itu sudah pasti.. anak-anak bersiaplah Dady akan memakan kalian"
Rey menggelitiki Gia si princess kesayangannya..kemudian berganti si bungsu yang lebih suka mengomel..lalu terakhir Gio si pencemburu dan si posesif.
Laura senang melihat aktivitas Rey bersama anak-anak..dia tak perlu khawatir akan kasih sayang yang anak-anak butuhkan karena banyak orang yang menyayangi anak-anaknya.
"Aku bahagia bisa berada dalam keluarga ini.. terimakasih tuhan kau telah memberikan kebahagiaan dalam hidupku" batin Laura bersyukur.
Puas bermain mereka masuk.. anak-anak lelah..mereka ngantuk..Laura dan Rey menidurkan para bocil nya..tak butuh waktu lama para bocil sudah terlelap.
"Akhirnya mereka tidur juga" ucap Rey bernafas lega.
"Hm..?"
"Ini waktunya kau menidurkan ku baby"
Rey membawa Laura menuju kamar..Rey ingin bermanja dengan Laura..dia juga ingin di service..rasanya sudah lama tak mendapatkan service.
"Baby i want you"
"Do it by"
__ADS_1
"Thanks baby..love you"
Dan mereka melakukan kegiatan enak-enak di suasana yang panas di luar dan juga panas di kamar sepasang suami istri itu..menikmati waktu berharga adalah cara yang tepat untuk memupuk rasa sayang di antara Keluarga.