Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 100


__ADS_3

Hanya senyuman yang disuguhkan oleh Mami Margaretha ke arah Delia yang sudah penasaran.


"Alhamdulillah, semua yang masak ini adalah Nenek Aunty, katanya tadi nenek sengaja terjun langsung ke dapur untuk memasak khusus kita semua," timpal Amanda yang menjawab pertanyaan dari Delia.


Mami Margaretha yang malu-malu mengakuinya. Awalnya tidak yakin dengan masakannya, tapi beliau bersemangat untuk memberikan masakan dan mempersembahkan khusus untuk mereka yang spesial datang.


"Alhamdulillah, makasih banyak Mami, Rina sangat suka semua makanan yang ada di depanku," jelasnya Rina yang mengakui kehebatan Mami Margaretha dalam mengolah bahan makanan dan bumbu-bumbu dapurnya.


Arya Wiguna Albert Kim Said memimpin jalannya doa di hadapan makam Mark Zuckerberg. Doa yang dipimpin oleh Arya sangat khusyuk.


Wajah mereka berubah sendu, di saat akhir doa yang terucap oleh Arya. Mereka meneteskan air matanya masing-masing, kebersamaan mereka selama ini tidak membuat mereka percaya dengan apa yang dialami oleh Mark diakhir hidupnya.


Hingga detik ini, mereka kadang geleng-geleng kepala saking tidak percayanya dengan sifat dan karakter Mark yang berubah drastis di tahun kematiannya. Mereka tahu Mark pria yang bijaksana, dewasa, baik hati dan penyayang.


Tapi, berita terakhir yang mereka dapatkan di sisa hidupnya, sangat membuat mereka miris tidak yakin jika yang melakukan semua itu adalah Mark keluarga sekaligus sahabat mereka. Arya jongkok di depan batu nisan yang bertuliskan nama Mark.


"Selamat jalan sahabat, Kami selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu."


Tangan kirinya menabur bunga di atas tanah pusara yang masih basah itu dan tanahnya sedikit longsor.


"Kami meminta maaf jika selama ini juga sudah banyak salah Mark, Kami akan selalu mengenang kebersamaan kita, walaupun kebanyakan kita terpisah jarak dan waktu tapi, bagi Kami kamu adalah Pria yang baik," Adrian tidak kuasa menahan tangisnya.


Berbagai macam jenis bunga bertaburan menghiasi makam. Satu persatu yang hadir memberikan doa dan ucapan perpisahan mereka untuk selamanya. Elliana sebenarnya diijinkan oleh Key .


Zack untuk berangkat ke Perancis, tetapi dirinya terlalu tidak mampu untuk berhadapan dengan makam Mark. Rasa benci dan kecewa masih terpatri di dalam hatinya.


Walaupun Mark sudah meninggal dunia, tapi rasa itu tidak ikut terkubur di dalam dasar hatinya. Rombongan keluarga besar Wiguna cs bertolak ke Indonesia keesokan harinya. Mereka awalnya masih ingin tinggal satu hari lagi, tapi Arya akan kedatangan tamu relasi bisnisnya dari Belanda dan Singapure.

__ADS_1


"Maafkan Kami Mami, Kami harus pergi dari sini, insya Allah jika masih diberi waktu dan kesempatan Kami akan kembali lagi untuk menjenguk Mami," Dessy memeluk tubuh renta itu.


"Iya Mi, insya Allah jika Allah berkehendak Kami akan berziarah ke makam Mark," timpal Rina.


"Mami harus datang ke Indonesia, di pesta resepsi pernikahannya Amanda Mi," ujar Delia.


"Tunggulah Mami di Jakarta, dan ingat masakin Mami makanan terlezat khas Indonesia, Mami akan makan banyak nantinya."


"Itu pasti, Delia akan masak khusus dan spesial untuk Mami tercinta," lalu melerai pelukannya.


Mereka bergantian berpelukan satu sama lainnya. Delia tidak mampu menahan haru, saat mereka sudah masuk ke dalam pesawat jet pribadi mereka.


"Selamat jalan Nak, Mami sangat bahagia atas kedatangan kalian yang walaupun sesaat saja."


Beliau menghapus air matanya yang membasahi pipinya.


Beberapa jam kemudian, Pesawat mereka sudah landing dengan selamat di Airport Soekarno Hatta Jakarta. Aktivitas mereka kembali seperti biasa sebelum ada beberapa cobaan yang mereka hadapi saat itu. Mereka tetap kompak dalam segala hal.


Ujian dan cobaan apa pun itu akan terasa ringan jika mereka bahu-membahu menyelesaikan masalah itu. Mereka berjalan ke arah pintu kedatangan, Zoeya yang berjalan paling di belakang.


Awalnya dia yang paling duluan berjalan, tapi karena ada sesuatu hal yang membuatnya berbalik dan kembali ke dalam pesawat. Dia terburu-buru berjalan menuju pesawat sehingga tidak memperhatikan kondisi jalan yang dilaluinya.


Dia berjalan tergesa-gesa dan semakin mempercepat langkahnya. Hingga langkahnya terhenti, karena ujung sendal yang dipakainya masuk ke dalam lobang drainase air. Dia tersenyum melihat ujung paling bawahnya sendalnya.


"Ya Allah, kenapa juga ini sendal harus masuk segala sih?" bukannya marah yang berujung berbagai macam omelan tapi malahan Zoe hanya tersenyum melihat nasib sendalnya.


...----------------...

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...

__ADS_1


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...


__ADS_2