Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 213


__ADS_3

Perut Hana tiba-tiba kram dan membuat Hana meminta kepada pihak Kafe untuk mengantarnya ke rumah sakit. Tetapi belum sempat berjalan ke rumah sakit dirinya kembali dibuat heran dengan rasa sakit tersebut yang tiba-tiba hilang. Hyuna tidak jadi berjalan ke rumah sakit karena perutnya tidak lagi sakit.


"Aku harus bagaimana ya Allah, tolonglah aku tidak mungkin membunuh anakku cukup yang telah lalu yang membuat aku semakin terpuruk dalam jurang penyesalan tetapi jika aku terus mempertahankan anak kami maka hidupku dan nyawaku yang menjadi taruhannya." Lirihnya Hana dengan deraian air matanya.


Dilema diantara kebahagiaan yang ingin menggendong seorang bayi mungil dan hidupnya. Hana dan Ricki dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit dalam dilema.


Season keduanya adalah Kisah My queen heart adalah ini tentang anak-anak dari tokoh utamanya.


Kesedihan, kecewa, bahagia, terluka bercampur menjadi satu bagian. Tiada tiada hujan petir pun tidak muncul, berita yang baru saja didengar langsung oleh Hyuna membuatnya harus pasrah pada nasibnya. 


"Ya Allah… cobaan apa lagi yang Engkau berikan kepadaku, maafkanlah hambaMu ini yang berlumuran salah dan dosa," cicitnya Hana.


Hana sadari semua yang terjadi dalam hidupnya adalah salah satu akibat dari perbuatannya sendiri dari masa lalunya. Ia pun tidak mau menyalahkan keadaan atau pun takdir yang sekarang Hana hanya bisa jalani karena semuanya dia ikut andil dalam cobaan tersebut.


"Ya Allah maafkanlah Aku yang terlalu banyak dosa yang aku lakukan, jika ini yang terbaik untuk aku maka berilah aku keikhlasan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan dan ujianMu ini," lirihnya Hana setelah melaksanakan shalat dzuhur berjamaah di masjid terdekat dari rumah sakit.


Air matanya menetes membasahi diwajah cantiknya. Hana sudah memutuskan untuk memilih mempertahankan calon bayinya dari pada anaknya. Dia tidak ingin egois dan lebih memilih hidupnya dari pada anaknya sendiri buah cintanya bersama dengan Ricky suaminya.

__ADS_1


Cukup sekali Hana melakukan kesalahan dulu yang tega membunuh darah dagingnya sendiri. karena itu lah Hana lebih memilih untuk melahirkan anaknya dari pada nyawanya sendiri.


"Ya Allah ridhoilah keputusan aku ini dan Aku pasrah dengan keputusanmu, selamatkan lah anakku yah Allah," gumam Hana yang masih memakai mukenahnya dan betah duduk di dalam area Mesjid.


Hana pun berdiri dan berjalan ke arah luar dan segera masuk ke dalam mobilnya, "Kita ke rumah dokter Aerin!" Perintahnya Hana kepada supir pribadinya.


Berselang beberapa menit kemudian, mobilnya Haba pun sudah masuk ke area perumahan elit milik Aerin, tapi belum sempat mobil tersebut belok di ujung jalan depan. Hana menjatuhkan hpnya dan tidak percaya dengan apa yang didengar oleh kedua telinganya.


"Itu tidak mu.....ungkin, pasti kamu salah??" ucap Hana yang tidak ingin mempercayai hal tersebut.


"Ada apa Nona muda?" tanya pak supir yang langsung mematikan laju mobilnya di badan jalan karena terkejut melihat tuannya.


Hana sudah tampak acak-acakan dan kondisinya sangat tidak stabil dan terguncang. Ia seperti orang kehilangan akal sehatnya saja.


"Pak Budi! tolong katakan kepadaku kalau apa yang aku dengar adalah berita bohong!!" Pekiknya Hana yang sudah histeris.


Pak Budi tidak tahu harus menjawab apa karena ia juga tidak mengetahui apa-apa dan bingung harus menjawab apa pertanyaan dari nona mudanya. Pak Budi segera menelpon rekan kerjanya sebagai supir pribadi Ricki suaminya Hana.

__ADS_1


Setelah mendapat informasi Pak Budi segera memutar balik mobilnya tanpa meminta izin kepada Hana karena kondisi Hana yang sudah terguncang hebat dengan kabar kecelakaan maut dari suaminya.


Pak Budi tidak memperdulikan lagi rambu-rambu lalulintas karena ingin segera sampai di Rumah Sakit, hati dan pikirannya juga terguncang. Sedangkan anggota keluarga besar Winaryo pun sudah mengetahui kabar tersebut. Kedua orang tua Ricky yang ada di luar negri pun sudah pulang dan menuju tanah air tercinta.


Pak Budi memarkirkan mobilnya disembarang tempat. Pak Budi ke luar dari mobil dan segera membantu Hyuna untuk berjalan. Tubuh Hana yang sedang hamil besar dan dengan tekanan mental sehingga membuat Hana tidak mampu untuk berjalan kakinya bagaikan jelly saja.


"Sabar yah Nona muda, insya Allah tuan Muda baik-baik saja," bujuk Pak Budi yang sangat prihatin melihat keadaan dari istri tuannya.


Hana tidak mampu berkata-kata lagi, hanya air mata yang membasahi pipinya yang mewakili perasaan dan sanggup Hana lakukan. Banyaknya korban dari kecelakaan maut tersebut membuat Rumah Sakit riuh dan Dokter dengan perawat dibuat sibuk ke sana kemari membantu beberapa korban.


Bahkan tidak sedikit korban dari kecelakaan tersebut yang sudah meninggal. Hana menguatkan dirinya untuk berjalan ke dalam rumah sakit untuk berjalan ke unit gawat darurat. 


Dinda yang melihat kedatangan Hana segera berlari membantu Hana untuk berjalan. Sedangkan Dion dan Delima sedang ke luar negeri tepatnya ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umroh.


Sehingga mereka belum mengetahui kondisi terakhir dari Hana dan Ricky. Tidak ada yang ingin percaya dengan kejadian itu tapi, mereka sudah bertawakal apa yang selanjutnya akan terjadi kepada Ricki.


Dinda memeluk adik sepupunya itu, "Kamu harus kuat," ucap Dinda yang membantu Hana berjalan.

__ADS_1


__ADS_2