Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 47. Lamaran


__ADS_3

Di dalam pesawat tanpa memikirkan keadaan penumpang pesawat lainnya, Andreas dengan gagah berani melamar Pricilla untuk menjadi pendamping hidupnya.


"Sesampainya kita di Indonesia, Aku akan secepatnya menikahimu, apa kah kamu siap menjadi istriku nanti?" Tanya Andreas lalu menyerahkan sebuah kotak buludru yang sangat cantik ke hadapan Pricilla.


Sedangkan Pricilla yang mendapatkan kejutan dari orang tersayangnya segera tersenyum dan tanpa segan dan banyak pikir panjang lagi, dia segera mengulurkan jari manisnya.


"Apa Kamu bersedia menjadi ibu dari anak-anakku kelak dan menjadi pendamping hidupku hingga akhir waktuku apa pun yang terjadi?" ucapan itu membuat Pricilla perlahan meneteskan air matanya di balik khimarnya itu.


Dia hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum penuh Rasa haru dan bahagia. Andreas menyematkan cincin bertahtakan berlian di tengahnya sedangkan pinggirnya ada batu Rubi yang menambahkan kemewahan dan kecantikan cincin itu.


"Sesampainya kita di Indonesia, kita langsung ke Rumah Uncle Arya, beliau sudah mengurus semua persiapan pernikahan kita," katanya sambil melingkarkan tangannya ke tangan kanannya Cilla.


Sedangkan di London, tepatnya di kediaman Pricilla. Semua orang sibuk mencari keberadaan dari Putri tunggal sekaligus pemilik dan pewaris kerajaan bisnis daddy-nya.


Hantaman benda yang terlempar ke arah dinding itu membuat semua body guard serta pengawalnya menunduk ketakutan. Tidak ada satupun dari mereka yang mengira, jika Nona mereka kabur dari rumahnya yang bagaikan istana itu.


"Kalian semua bodoh!!! Hanya menjaga dan mencari keberadaan dari Putriku saja kalian tidak becus!" Geramnya sembari melempar vas bunga mawar merah yang sangat cantik itu.


Prank…. Bukk..


"Maafkan kami tuanku, Kami sudah berusaha untuk membawa pulang Nona Muda, tapi tiba-tiba ada seorang anak muda yang membawa kabur dari Kami," tuturnya.

__ADS_1


"Apa!!!! Hanya seorang pemuda saja Kalian tidak bisa menumbangkan pemuda itu?" bentaknya dengan sebuah pertanyaan dengan raut wajah keheranan.


Tuan Leonardo Armando masih tidak percaya jika putrinya kabur bersama seorang pemuda. Hingga detik ini tidak ditemukan keberadaannya sama sekali.


"Kerahkan semua anak buah kita untuk mencari mereka dan Kamu cari tahu pemuda itu dan asal usulnya dari mana," perintahnya dengan suara yang berapi-api, raut wajahnya memerah, bola matanya seakan-akan membesar saking marahnya.


Istrinya yang baru pulang dari arisan, melihat kondisi rumahnya yang sudah hancur berjalan ke arah suaminya itu.


"Apa yang terjadi sayang? Kenapa istana kita ini sudah seperti kapal pecah saja?"


Nyonya Lusiana memegang tangan suaminya untuk memberikan ketenangan,agar amarahnya mereda juga.


"Sayang, ingat jantung Daddy, aku yakin putri kita hanya pergi bersama temannya dan Mami yakin dia pasti akan kembali," ujarnya berusaha membujuk Suaminya itu.


Pak Leonardo dan Nyonya Lusiana sangat malu kepada rekan bisnisnya, karena gara-gara kaburnya Cilla, mereka mengalami kerugian yang sangat besar.


Mereka duduk di kursi ruang tengah rumahnya. Mereka sama-sama merenung semua peristiwa yang terjadi padanya.


Salah satu bodyguardnya segera menghadap ke hadapan junjungannya. pak Leonardo segera bertanya kepadanya.


"Apa yang Kamu dapatkan? siapa pemuda itu dan putriku sekarang ada di mana?" Tanyanya dengan penuh tanda tanya dan tidak sabar untuk mengetahui kalau putrinya tidak apa-apa.

__ADS_1


"Maafkan Kami Tuan besar, kami belum berhasil menemukan siapa pria itu beserta identitasnya, satu lembar fotonya pun Kami tidak temukan," jelasnya.


"Apa!!!! Itu tidak mungkin, aku yakin usaha kalian saja yang kurang maksimal," terangnya yang sudah berdiri dari duduknya Kursi kebesarannya.


wajahnya menyiratkan kekesalan yang luar biasa, dan amarah yang sudah menggebu.


Silahkan mampir juga ke Novel aku yang lain judulnya:



Pesona Perawan


Dilema Diantara Dua Pilihan


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Cinta CEO Pesakitan


__ADS_1


Makasih banyak atas dukungannya terhadap My Queen Heart...


__ADS_2