
"Ini semua terjadi gara-gara kebodohanku."
Langkahnya semakin lebar dan ingin segera sampai ke tempat Zoe berada. Zoe terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit, tubuhnya sudah tidak sehangat tadi, demamnya pun sudah turun. Wajahnya masih pucat pasi.
Elang menciumi keningnya Zoe dengan tetesan air matanya mengalir membasahi pipinya. Ini adalah air mata ke dua kalinya dia teteskan . Yang pertama saat Maminya meninggal dunia dan hari ini dia menangis menyesali perbuatannya.
Elang menggenggam tangannya Zoe, dia menciumi tangan yang sedikit dingin itu. Elang menggosok tangannya Zoe agar tidak kedinginan. Zoe tiba-tiba meracau dalam tidurnya.
Elang yang mendengar hal itu semakin sedih karena menurutnya semua yang terjadi pada Zoe adalah gara-gara pilihannya yang prank Zoe, berpura-pura meninggal.
"Bapak, maafkan Zoe," racau Zoe.
"Saya yang seharusnya meminta maaf, Kamu sudah berjuang dan berusaha menyelamatkan saya, maafkanlah saya, waktu itu saya hanya ingin mendengar kejujuran Kamu makanya saya pura-pura pingsan," lirihnya Elang.
Pintu itu sedikit terbuka,tadi Elang lupa menutup rapat pintunya saking cemasnya dengan kondisi dari Zoe. Sehingga semua perkataannya terdengar oleh Bundanya Zoe yaitu dokter Aulia. Dokter Aulia hanya tersenyum melihat Elang yang ternyata sangat mencintai Zoe. Beliau sudah mendengar kabar bahwa Elang melamar Zoe, tapi belum dijawab oleh Zoe hingga hari ini.
"Anak muda ada-ada saja tingkahnya jika mencintai seseorang," batinnya Dokter.
Pintu itu tertutup dengan rapat tanpa menimbulkan suara apa pun. Aulia menghubungi nomor hp Delia dan mengabarkan bahwa Zoe ada bersamanya agar.
Mereka tidak ada yang khawatir dengan keadaannya Zoya. Sudah jam 2 tengah malam, Elang masih terjaga di sampingnya Zoe. Tangannya masih setia menggenggam kepalan tangannya Zoe.
"Aku akan lakukan apapun agar Kau memaafkanku, cukup sekali dalam hidupku kehilangan seseorang yang paling aku kasihi, aku mohon jangan tinggalkan Aku," cicitnya Elang.
Karena kelelahan, akhirnya Elang tertidur di sampingnya Zoe. Kepalanya bertumpu di sisi ranjangnya Zoe dekat tangannya Zoe yang terpasang selang infus. Sekitar jam 6 pagi, barulah Zoe terbangun dari pingsannya.
Matanya berulang kali mengerjap, karena silau dengan cahaya dari lampu kamarnya. Dia memegang kepalanya yang sedikit pusing.
"Aaahhhh sakit," ucapnya.
Zoe belum menyadari keberadaannya dan tidak mengetahui jika Elang sedang bersamanya. Zoe mengamati sekitar ruangan,dia terkejut karena seingatnya seharusnya Elang juga di rawat di RS, tetapi malah dirinya yang terbaring di atas ranjang.
"Ya Allah, bagaimana dengan Pak Elang, aku harus segera mencari Kamarnya, kasihan dia hanya sendiri di Jakarta," dia segera bangun dari baringnya dan menyingkap selimutnya untuk segera turun dari ranjang.
Gerakannya terhenti ketika melihat Elang yang tertidur pulas dengan tangannya jadi bantalnya. Zoe kemudian mengamati wajahnya Elang dengan seksama. Ada kekaguman saat memperhatikan wajah itu. Dengan garis rahang yang tegas, hidung mancung, alis tebal, bibir yang tipis bagian atasnya dan sedikit tebal bagian yang dibawah.
"Nikmat mana lagi yang Kamu dustakan Zoe," cicit Zoe.
Hingga ujung kelopak matanya melihat surau yang tidak terlalu hitam, milik seseorang yang sedari tadi terlelap dalam tidurnya.
"Tapi, kenapa meski aku yang tidur di atas sini, bukannya semalam aku yang bawa dia ke Rumah Sakit untuk segera mendapatkan pertolongan?" wajahnya keheranan melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
Dia ingin turun dari ranjang, tapi langkahnya terhenti gara-gara selang infusnya. Dia baru mengerti, setelah melihat adanya infus yang ditangannya.
"Aku mau ke Kamar mandi, tapi caranya gimana? aku tidak mau jika gara-gara aku turun, Pak Elang terganggu," Zoe membatin.
Dia menyibak selimutnya, lalu perlahan turun dari sana. Tetapi, belum sempat turun Elang terbangun dari tidurnya. Wajahnya langsung tersenyum manis ke arah Zoe.
Senyuman yang tulus itu mampu membuat Zoe terbang melayang hingga ke ujung langit tingkat tujuh.
"Kamu mau ke mana? Kalau butuh sesuatu Kamu bangunin saja, aku akan bantuin Kamu," jelasnya.
Zoe tiba-tiba lidahnya keluh seketika, hanya melihat senyumannya Elang membuatnya tidak berdaya. Jantungnya berdebar dengan kuat, wajahnya seketika memerah dan grogi jika Elang terus memandangnya.
"Ya Allah perasaan apa ini? ada apa dengan jantungku, mungkin aku harus segera ke dokter jantung untuk memeriksakan kondisi tubuhku." Batinnya Zoe.
Elang langsung menggendong tubuh Zoe. Dia paham dengan apa yang diinginkannya di pagi hari pasti seseorang akan ke Toilet.
"Eeehh Pak, kenapa aku digendong?" tanyanya yang terkejut saat tubuhnya melayang dan sekarang berada dalam gendongan seorang pria tampan dengan penuh kharisma.
"Kamu cukup diam saja, mulai hari ini aku yang akan melayanimu, apa pun yang Kamu butuhkan Kamu tinggal bilang sama Aku saja, tidak perlu sungkan," ujarnya.
Zoe refleks mengalungkan tangannya ke leher Elang. Wajah mereka yang sangat dekat hingga nafasnya Elang yang bau mint itu menerpa wajahnya Zoe.
"Semoga tidak ada yang aneh di wajahku, kalau ada pasti aku akan sangat malu."
Jantungnya semakin berdebar dengan kencang seperti genderang yang mau perang. Elang hanya tersenyum sekilas setelah mengetahui jika Zoe malu-malu dengan perlakuannya.
Elang mendudukkan Zoe di atas closed. Sedangkan selangnya berada di tiangnya. Dia segera bergerak cepat mengambil perlengkapan khusus untuk seorang perempuan jika mau mandi dan baru bangun tidur.
Zoe hanya memperhatikan saja apa yang dilakukan oleh Elang. Karena percuma saja jika dia berniat untuk mencegah ataupun melarang Elang. Pasti Elang akan marah dan tidak mendengarkan perkataannya.
Setelah semuanya siap, Elang pamit untuk keluar.
"Kalau ada yang Kamu butuhkan teriak saja, aku ada di depan," terangnya lalu berjalan dan segera menutup pintu toilet tersebut.
"Kenapa hari ini aku sangat bahagia jika Pak Elang memperhatikanku, aku bahkan sangat suka melihat senyumannya itu, buat jantung ini berolahraga," dia memegang bagian dadanya lalu tersenyum manis.
Elang menaikan hpnya dan meminta tolong kepada asistennya untuk membawa beberapa makanan untuk makan pagi mereka.
"Zoe sukanya makan apa yah? apa makanan yang seperti di Restoran Bali-Bali itu?" tanyanya yang mengingat kejadian saat mereka untuk pertama kalinya makan malam bersama.
Hanya karena makan makanan pedas, dia harus rela keluar masuk kamar mandi. Dia sangat tersiksa dan tidak mampu membayangkan jika hal itu terjadi lagi padanya.
__ADS_1
Dia membuka hpnya lalu beralih ke Mbah Google dan mencari makanan khas Indonesia yang mungkin disukai oleh Zoe.
Ada beberapa menu gambar makanan yang muncul di layar HPnya. Ada bakso, gado-gado, sate dan lontongnya, nasi goreng. Baru melihat gambarnya saja membuat perutnya berbunyi. Elang tersenyum menanggapi hal tersebut.
"Ternyata lapar," senyuman tipis terbit di ujung bibirnya yang Paling mahal dan jarang banget ada yang melihatnya bahkan bukan jarang tapi sangat langka juga.
Semua makanan yang muncul di layar HPnya segera dia pesan melalui asisten pribadinya. Karena tidak ada aplikasi online di hpnya untuk memesan makanan tersebut. Beberapa saat kemudian, Zoe keluar dari toilet yang sudah segar dan telah berganti pakaian.
Penampilannya yang sangat cantik membuat pangling. Elang bahkan tidak sadar telah menjatuhkan hpnya mengenai pahanya sehingga terselamatkan dari terjatuh ke atas lantai.
Rambutnya panjang terurai dengan masih basah membuat Zoe tampak seksi di matanya Elang. Hingga mulut Elang menganga dan matanya tak berkedip sama sekali hanya menatapnya saja.
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...
__ADS_1