
Anak buahnya langsung membawa Rima ke dalam ruangan tersebut, "Maafkan kami tuan muda," ujarnya anak buah kepercayaan Oma Ella yang terpaksa harus mengikuti perintah dari Pak Mutahar.
Ketika membawa Rima ke dalam ruangan yang gelap dan bau anyir darah segar yang masih tercium menyengat hidung. Oma Ella sudah diamankan ke rumah sakit dan merahasiakan keadaan Oma Ella dari khalayak ramai untuk keamanan dan agar pak Mutahar tidak mengetahui hal tersebut.
Semua anak buahnya Pak Mutahar sebagian besar sudah dilumpuhkan. Emir terus berdoa dan berharap akan ada keajaiban yang terjadi dan bala bantuan segera datang menolongnya.
"Ahmed masuk ke dalam ruangan tersebut dan lakukan apa yang kamu ingin lakukan kepada istrinya!!" perintah Pak Mutahar kepada putra pertamanya.
Harta, tahta dan wanita kadang menjadi momok yang menakutkan jika seseorang tidak memiliki pengendalian intern yang baik. Sifat dan karakter seseorang akan berubah jika tidak mampu untuk mengendalikan emosi dan ego dalam meraih dan menjaga ke tiga hal tersebut.
Seperti halnya yang dialami oleh keluarga besar Emir Moeis Prayogo, mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan seluruh harta dan kekayaan yang dimiliki oleh Oma Ella nenek kandung Emre.
Pamannya Pak Mutahar menjadi tamak dan gelap mata setelah bertahun-tahun melihat harta yang begitu banyak tetapi tidak bebas untuk menggunakan harta itu. Sehingga pak Mutahar dan antek-anteknya mencari cara untuk melakukan rencananya.
Dan saat memiliki kesempatan Pak Mutahar pun melakukan aksinya. Bahkan tega meracuni dan membuat Ibu sambungnya dalam keadaan kritis dan juga menyiksa keponakannya beserta istri dari keponakannya sendiri. Keadaan Emir sudah tidak sadarkan diri disaat pertolongan datang.
Rimah segera memangku suaminya dan menangis histeris melihat kondisi Emre. Paman Hussein segera melarikan Emre ke rumah sakit terdekat dan Pak Mutahar beserta komplotannya sudah diamankan oleh pihak kepolisian.
Emir segera ditangani oleh dokter sedangkan Rima masih menangis tersedu-sedu dan sedikit trauma. Untung saja Rima tidak terguncang hebat seperti yang pernah dia alami dulu.
__ADS_1
"Ya Allah selamatkan lah suamiku," gumam Rimah yang berdiri di depan ruang operasi.
"Kamu harus kuat dan sabar," ucap Paman Hussein.
Kabar duka tersebut sudah sampai ke tanah air tercinta dan membuat keluarga besar Wiratama Wiguna kembali terkejut karena masalah yang dihadapi Hana belum selesai.
Sekarang mereka mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan tentang insiden yang dialami oleh Emir dan Rima. Setelah beberapa jam operasi yang dilakukan oleh tim dokter untuk menyelamatkan nyawa Emier pun sudah selesai dan ia sudah terbebas dari masa kritisnya.
"Gimana dengan kondisi suami saya Dok?" tanya Rima yang sedikit terbata karena menggunakan bahasa Turki bahasa asal suaminya itu.
"Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai yang kita harapkan, tuan Muda Emre bisa diselamatkan dan kondisinya pun sudah terlepas dari masa kritisnya" jelas dokter yang menangani Emre.
"Alhamdulillah" jawab Rima dan pak Hussein bersamaan.
Sedangkan anggota keluarga Emire yang terlibat pun tidak terlepas dari hukuman bahkan mereka telah diusir dan dikeluarkan dari istana Oma ella. Kondisi kesehatan Nyonya Ella pun berangsur membaik dan sudah bisa bergerak dan berbicara normal.
Sedangkan di dalam negeri..
Adit dan yang lainnya sangat tidak percaya dengan kabar mengenai kondisi Hana. Delia menceritakan tentang apa yang dia lihat dan rasakan saat dirinya tempo hari mengunjungi Hana kala itu.
__ADS_1
Adit pun meminta kepada Ashwin untuk bersamanya ke rumah sakit kiwa untuk melihat langsung kondisi dari Hana adik sepupunya itu. Dan ingin memastikan apa kah kecurigaan dan keraguan Dinda jika berdasar dan sesuai dengan fakta yang ada.
Adit berangkat ke rumah sakit bersama Adswinn. Adit tidak lupa menelpon Aswin untuk memeriksa semua cctv di rumah sakit jiwa dan di rumahnya sewaktu Hana dinyatakan gila dan dibawa ke RSJ.
Awalnya kedatangan mereka berdua Adit dan Aswin tidak diterima dengan baik oleh pihak rumah sakit dan seolah-olah mereka dihalang-halangi untuk masuk dan bertemu dengan Hana.
"Maaf pak kondisi Hana sangat tidak baik bahkan ia sering mengamuk bahkan kemarin sempat melukai petugas Pak," ungkap
perawat yang berkilah untuk berusaha menghalangi Adit masuk ke dalam rumah sakit.
"Benar apa yang dikatakan oleh rekan kami kalau Nona Hana diamankan ke dalam ruangan isolasi yang tertutup agar tidak ada lagi korban jiwa Pak," jelas Perawat A.
Tapi apa yang diutarakan dan dijelaskan oleh mereka tidak menyurutkan niat dan langkah Adit dan Aswin untuk melihat langsung kondisi Kim Hana.
"Sepertinya ada seseorang yang sengaja melakukan hal ini dan membuat Hyuna semakin menderita," batinnya Adit.
"Kalau kami tidak boleh masuk baiklah saya akan menelpon tim pengacara saya dan meminta bantuan kepada polisi," ucap Aswin yang menggertak ke dua petugas tersebut dan ingin melihat reaksi mereka.
Dan ternyata dugaan mereka benar ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Adit segera menghubungi nomor handphone Pengacara dan pihak kepolisian untuk segera datang ke rumah sakit tersebut.
__ADS_1
Untung Saja mereka sudah merencanakan dan menyiapkan semuanya sebelum datang ke sana. Polisi dan pengacara langsung mencari pihak penanggung jawab rumah sakit bahkan dokter Rindiani yang datang saat itu kaget dengan suasana ricuh di rumah sakit. Karena pihak rumah sakit bersikeras untuk tidak mengijinkan mereka masuk
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah....