
"Ga ada kok," jawab Dessy yang langsung memberikan kode kepada Rina untuk diam dan tidak jujur.
"Kami kira ada orang tapi ternyata gak ada, iya kan Dessy?" tanya Rina kepada Dessy.
"Iya gak ada apa-apa kok, oiy Delia kuenya sudah matang belum??" tanya Elliana yang memeriksa kue yang ada di dalam oven microwave yang sudah menyala sedari tadi.
"Alhamdulillah sudah siap untuk disajikan kak," jawab Delia.
"Kalau sudah selesai bersihin tangan kalian, kita ke depan," timpalnya Eliana yang membawa nampan berisi minuman ringan.
"Let's go!" Gurauan Hyuna yang membantu Delia membawa beberapa toples yang berisi jenis kue kering yang mereka buat sebelumnya.
Mereka menonton moto GP melalui layar TV saja, mereka tidak bisa datang langsung ke Lombok karena jadwal mereka yang berbenturan dengan liburan mereka ke pulau T.
Semua asyik menonton sambil menikmati kue dan minuman dingin. Helena segera berdiri dan berjalan ke arah Delia, Helena langsung mengulurkan tangannya ke arah Delia untuk berkenalan.
"Delia yah, istri dari pemilik perusahaan DA group?" tanya Delia dengan khas bicaranya yang tidak lancar menggunakan bahasa Indonesia.
"Iya, saya Delia Istrinya Arya Wiguna Albert Kim Said" jawab Delia sambil membalas uluran tangan dari Helena.
"Kamu yah tunangannya Aditya?" tanya Dessy.
"Iya benar sekali, insya Allah minggu depan kami akan melangsungkan pernikahan di Australia, Helena meminta kalian semua datang ke acara kami," ucap Helena.
"Insya Allah, tapi kami tidak bisa janji kamu tahu kan pekerjaan dari suami kamu gimana?" Tanyanya Emilia yang mulai kepo.
"Sayaa berharap besar dan meminta dengan sangat kalian hadir di acaraku," tutur Helena.
"Kok cuma bicara saja, ayok dong cicipi kuenya, buatan kami loh Helena," pintanya Elliana dengan penjelasannya.
Helena langsung mencicipi kue tersebut dan Helena tersenyum setelah mencoba beberapa jenis kue yang ada di atas meja.
__ADS_1
"Enak loh Kak, rasanya melebihi buatan Chef profesional loh kak, Helena sangat suka," timpalnya Helena yang tak hentinya memuji kue yang dia makan.
"Sebenarnya kue ini bukan buatan saya, tapi cewek yang duduk di sana lah yang membuatnya," ucap Eliana sambil menunjuk ke arah Hyuna dengan kepalanya.
"Wooow amazing, kamu masih muda tapi sudah bisa buat kue yang seenak ini," puji Helena yang tak henti-hentinya memuji kue buatan Hyuna.
Hyuna yang mendapat pujian merasa bahagia karena ternyata apa yang ia buat ternyata hasilnya enak.
"Alhamdulillah, makasih banyak atas pujiannya," tutur Hyuna yang tersenyum manis.
Alan sedari tadi bukannya menatap layar TV seperti yang lainnya lihat, tapi Alan sibuk memperhatikan wajah Hyuna. Alan pun kadang tersenyum melihat reaksi Hyuna yang tiba-tiba tersenyum kadang mukanya serius disaat Hyuna membaca komentar dari para Readers.
"Kenapa setiap kali aku melihat dia tersenyum, Aku pun ikut tersenyum?" Batinnya Alan.
Helena tiba-tiba berjalan ke arah Alan sehingga alergi Alan pun kembali kambuh. Alan langsung bersin-bersin.
"Haksin.. haksin.." suara Alan yang tak hentinya bersin-bersin.
Helena heran dengan sikap dari cowok ganteng yang ada di dekatnya. Emilia segera mendekati Helena dan menyuruh Helena untuk pindah.
"Maaf yah Helena, adik sepupuku itu orangnya alergi terhadap cewek yang belum menikah, Jika Dia berdekatan dengan cewek yang masih single dia pasti akan bersin-bersin" jelas Eliana.
Helena pun langsung menuruti perkataan Eliana dan kasihan melihat Alan yang belum berhenti bersin-bersin. Dessy Ingin melihat apa kah Alan akan tetap bersin-bersin.
Jika Alan kembali dekat dengan Hyuna seperti kemarin sewaktu masih di Kapal. Dessy pun punya ide untuk mendekatkan mereka. Dessy kemudian berdiri dan menyuruh Hyuna untuk mengambil beberapa gelas yang ada di Meja depan tv.
Hyuna pun manut saja tanpa banyak pikir lagi. Hyuna pun berjalan menuju kursi yang ada di pojokan dan mengambil nampan kosong dan menaruh gelas tersebut ke atas nampan.
Kebetulan Alan duduk di dekat meja yang ada gelasnya sehingga secara tidak langsung Hyuna dan Alan berdekatan. Alan yang sedari tadi bersin-bersin secara tidak terduga bersinnya berhenti karena Hyuna tidak langsung menyenggol kaki Alan.
Dessy langsung tersenyum melihat Alan yang sudah berhenti bersin-bersin Setelah Hyuna menyentuh bagian kaki Alan secara tidak sengaja. Mereka yang ada di sana pun heran melihat Alan yang tiba-tiba berhenti bersin-bersin setelah Hyuna berada di depannya.
__ADS_1
"Aku yakin dengan sangat kalau penawar Alergi Alan ada pada diri Hyuna," batinnya Dessy yang tersenyum penuh arti.
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...
__ADS_1