Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 211


__ADS_3

Season Dua..


Dua puluh tahun kemudian..


Anak-anak dari kisah sebelumnya sudah dewasa dan memiliki hidup masing-masing.


Kandungan Aerin adalah anak dari Hyuna dengan Hana anak menantu Aulia cuma beda dua bulan saja lebih duluan Hana. Alhamdulillah kondisi kesehatan Hana dan bayinya baik-baik saja hanya Aerin yang menghawatirkan.


"Maaf kak mau pesan apa biar aku pesankan?" tanya Ricky suaminya Hana.


"Jus jeruk saja gak tahu hari ini maunya minum Jus jeruk yang segar," ucap Aerin yang malu-malu dengan permintaannya.


Ricki segera memanggil pelayan tersebut yang dipanggil segera datang ke arah meja mereka dan segera mencatat pesanannya.


"Mbak satu jus jambu, dua jus jeruk yah tapi tidak pakai gula," ucap Ricki.


"Ada lagi Pak atau ibu?" tanya pelayan itu lagi sambil menatap secara bergantian ke arah Aerin dan Hana.


"Cukup itu saja dan makasih banyak Mbak," ucap Aerin yang tersenyum ke arah Mbak pelayan tersebut.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, pesanan Aerin pun sudah datang dan Hana pun heran tidak tahu harus memulai pembicaraan mereka dari mana. Aerin ketakutan jika Ricki akan bereaksi lain jika dirinya berkata jujur terhadap kondisi kesehatan dari bayi dan tubuhnya Hana.


"Maaf sebenarnya aku memanggil kamu ke sini untuk mengatakan sesuatu yang sangat penting tapi aku tidak tahu harus berkata dari mana dulu padahal biasanya aku tidak akan mengalami hambatan apapun untuk menyampaikan kondisi kesehatan dari pasienku," ungkap Aerin yang heran dengan hal tersebut.


Ricky mengaduk-aduk minumannya padahal sudah tecampur rata di dalam gelas tersebut walaupun ia tidak perlu repot-repot lagi untuk mengaduknya dan entah kenapa pikirannya tertuju kepada Hana dan bayinya.


"Kakak bicara langsung saja pada intinya, jujur aku khawatir dengan kondisi kesehatan Hyuna," pintanya Ricki yang to the points.


Aerin pun mau tidak mau harus berkata jujur kepada Ricki. Berat sebenarnya bagi Aerin untuk mengatakan hal tersebut tetapi jalan yang terbaik berterus terang dari pada sudah terlambat.


"Kondisi kesehatan istrimu dan bayinya dalam keadaan yang tidak baik saja, mereka dalam keadaan yang bahaya," jelasnya Aerin yang raut wajahnya sendu.


"Hana dan bayinya dalam keadaan yang tidak baik dan kamu harus memilih salah satu diantara mereka, bayimu atau Hana." Tuturnya Aerin.


"Itu tidak mungkin dokter, Aku yakin dokter salah diagnosa, aku sangat yakin jika istriku baik-baik saja dan bayi kami pun begitu juga sebaliknya," sangkalnya Ricky lagi.


Ricky tidak percaya dengan penuturan dari mulut Aerina, "Aku yakin Mbak salah, pasti kalian keliru dengan hasil kesehatan Hana dan bayi kami." Pungkas Ricky lagi.


Aerin tersenyum tipis, "Saya pun sama dengan kamu, saya awalnya tidak ingin mempercayai bahwa kehamilan Hana bermasalah dan jika terus dipertahankan akan bahaya dan bisa-bisa keduanya pun tidak bisa diselamatkan," imbuhnya Aerin.

__ADS_1


"Jadi aku harus memilih salah satu dari mereka maksudnya begitu?" tanyanya Ricky yang menyugar rambutnya karena prustasi dan gusar.


"Kita harus segera bertindak sebelum terlambat dan kandungan Hyuna sudah cukup besar makanya kondisinya Hyuna semakin parah jadi tolong pilih lah mana yang ingin kamu pertahankan Hyuna atau anaknya," harap Aerin lagi.


"Kalau Aku pasti memilih Istriku dan Hana masih bisa hamil lagi setelah dioperasi," jawabnya Ricky.


Aerin menghela nafasnya dengan cukup kasar, "Maaf sayangnya Hana tidak akan bisa hamil lagi karena kandungannya harus diangkat jika tidak akan berbahaya ke depannya," ujarnya Aerin lagi.


"Tapi Hana aku yakin akan lebih memilih anak kami dibandingkan dengan keselamatan dirinya sendiri," kilahnya Hana yang sudah berkaca-kaca matanya dan bingung harus berbuat apa.


Aerin memegang tangannya Ricki adik sepupunya itu, "Tolong segera putuskan untuk kebaikan Hana," pintanya Aerin.


"Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa Mbak, kalau seperti ini kejadiannya" jawab Ricki


"Keputusan ada ditanganmu dan berfikir lah dengan baik jangan sekali-kali gegabah dalam mengambil keputusan" ucap Aerin.


"Insya Allah Mbak." Sahutnya Ricky.


Tanpa mereka sadari kalau ternyata Hana mendengar percakapan mereka. Awalnya Hana ingin membawakan makanan siang untuk Ricki suaminya. Tetapi, Hana ingin memberikan kejutan kepada Ricky

__ADS_1


Sesampainya di kantor Hana tidak menemukan keberadaan suaminya. Jadi Hyuna berniat untuk pulang. Sesampainya di loby perusahaan, Hana melihat Ricky memutar mobilnya dan menuju ke area rumah sakit.


__ADS_2