
"Aku suka sebenarnya dipanggil Kakak sama Amanda, tapi Amanda kan bukan adikku jadi wajarlah jika aku marah-marah," batinnya Keyna.
Sedangkan Amanda berlari ke dalam kamarnya, dan langsung membanting tubuhnya ke atas kasur empuk miliknya.
"Apa salahku jika aku memanggilnya kakak, apa aku tidak pantas jadi adiknya kak Keyna," gumamnya Amanda yang menangis tersedu-sedu.
Eliana melihat ke dua putrinya berlari masing-masing ke dalam kamarnya. Eliana pun berjalan ke arah kamar putrinya, Tapi Kamar keyna terkunci dan Eliana sudah berusaha untuk membuka pintu kamar keyna tapi tidak berhasil terbuka.
"Key, ada apa nak, bukan dong pintunya!" Pinta Eliana.
Keyna sudah tertidur pulas di dalam kamarnya. Sehingga maminya berteriak kencang pun tidak akan membuatnya terbangun dan terusik dari tidurnya. Eliana pun memutuskan untuk beralih ke kamar Amanda. Kamar Amanda tidak terkunci jadi Eliana langsung masuk saja tanpa permisi dulu.
Eliana pun mendengar perkataan Amanda dan hatinya bagaikan teriris sembilu Eliana pun mendekati putrinya yang sudah menangis tersedu-sedu sambil menutup kepalanya dengan bantal. Eliana mendekati Amanda dan langsung memeluk tubuh anak sambungnya.
"Amanda kok Nangis sayang, apa Amanda sakit atau ada yang menyakiti hati Amanda?" Tanya Eliana sambil mengelus rambut panjang Amanda.
Amanda masih diam seribu bahasa dan tidak bergerak dari posisinya. Amanda malah tangisannya semakin menjadi saja.
"Kok Nangis sih nak, kalau Amanda nangis terus cantiknya bisa diambil oleh orang lain loh Nak," ujarnya Eliana yang menakuti Amanda agar berhenti menangis.
Amanda pun buru-buru bangkit dan duduk di atas ranjangnya. Dan menatap ke arah Mama sambungnya sambil menghapus air matanya.
Raut wajahnya Amanda langsung berubah drastis, "Mami serius, Amanda sudah jelek yah mami?" Tuturnya Amanda yang meraba-raba wajahnya.
Eliana tersenyum, "Iya cantiknya Amanda akan hilang nak kalau nangis mulu," jawab Eliana yang mengambil cermin kecil yang ada di atas Meja Nakas ranjangnya.
"Coba lihat wajah Amanda di dalam cermin, cantik gak?" tanya Eliana yang ingin tertawa melihat tingkah laku Amanda yang menurutnya lucu.
Amanda memperhatikan wajahnya dan penampilannya. Amanda bahkan sudah melap berulang kali cermin tersebut dengan memakai ujung pakaiannya. Tapi hasilnya masih sama yaitu cantik.
"Amanda masih tetap cantik loh mi, kayak mami yang cantiknya tidak berubah," ucap polos Amanda.
"Semua putri mami memang cantik, dan semuanya sama-sama baik hati dan kebanggaan mami dan Daddy," ujar Eliana.
__ADS_1
"Tapi mi, Amanda sedih loh, kalau kakak Keyna marah kalau aku panggil kakak tapi, kalau kakak Raditya gak marah malahan katanya senang ada lagi adiknya" jawab Amanda.
"Suatu saat nanti Kak Keyna pasti akan menerima kamu , mami mohon Amanda bersabar yah nak untuk menunggu Daddy umumkan kalau Daddy punya dua putri cantik dan baik hati," timpal Eliana.
"Serius apa yang mami katakan, dan mami tidak hanya ingin menghentikan tangisan dari Amanda kan min?" Cercanya Amanda lagi.
"Mami serius Nak, Mami janji kalau secepatnya keyna akan memanggilmu dengan sebutan adiknya," ucap Eliana di depan putri sambungnya.
Amanda langsung memeluk ibu sambungnya dan sudah bisa tersenyum kembali.
"Makasih banyak Mi, Amanda akan berusaha agar Amanda disayang sama kakak Keyna" janji Amanda sambil mengulurkan tangan Amanda ke hadapan mami sambungnya .
Eliana bersyukur karena Amanda anak yang penurut dan mudah mengerti dengan apa yang dijelaskan padanya. Sedangkan orang yang berada di balik pintu tersenyum melihat kedekatan dari ke duanya.
"Makasih banyak ya Allah, mereka saling menyayangi satu sama lain, walaupun hubungan mereka bukanlah Anak kandung dan ibu kandung," ucap Mark.
Mark sangat bahagia melihat kedekatan yang terjalin antara anaknya dari wanita lain dengan Eliana istrinya. Mark sangat menyesali perbuatannya dulu, Tapi Mark sangat bangga dengan sikap bijaksana yang dimiliki oleh Eliana.
Langkah Mark pun terhenti setelah namanya disebut oleh Amanda. Lalu Mark berjalan ke arah anak dan istrinya berada.
"Daddy!!!" Pekik Amanda.
Amanda segera berlari ke arah Mark sedangkan Eliana berusaha untuk menyembunyikan wajahnya yang ada bekas tetesan air mata. Eliana tidak ingin Mark melihat dirinya telah menangis.
"Daddy dari mana saja, kok langsung mau pergi gak mau masuk ke kamar Amanda?" tanya Amanda.
"Daddy tadi cuma lewat saja kok, dan ingin ke luar mencari angin segar," gurau Mark yang selalu menatap wajah istrinya.
Selama mereka menikah, Mark belum pernah melihat langsung Eliana menangis di depan matanya karena itu lah Eliana tidak ingin Mark melihat sisi rapuhnya seorang Eliana Wiguna Albert Kim Said.
Eliana dimata Mark adalah wanita tangguh dan sosok istri yang baik, sholehah, bijaksana dan dewasa dan yang paling penting sangat menyayangi anak-anaknya. Eliana segera tersenyum ke arah suaminya.
Mereka pun berbincang-bincang santai dan saling tertawa bercanda bareng. Tapi ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik mereka yang membuat hatinya sedih.
__ADS_1
Orang tersebut menangis tersedu-sedu dan tidak menyangka dan tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh ke dua matanya.
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...
__ADS_1