
Arya langsung mengangkat telponnya dan ternyata yang menelpon adalah Aulia.
"Assalamu alaikum Aulia," ucap salam Arya.
"Waalaikum salam Kak, boleh datang ke rumah sakit?" tanya Aulia.
"Emang ada apa Aulia, kamu baik-baik saja kan, Tante sama Om baik-baik saja kan?" tanya Arya.
"Alhamdulillah saya dan mereka baik-baik saja, Rangga Kak sudah sadar dari komanya," jawab Aulia yang sangat bahagia karena Rangga sudah sadar dari komanya.
"Alhamdulillah kalau gitu, kamu jaga dan rawatlah Rangga dan kakak mohon selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik dari hubungan kalian," ucap Arya.
"Amin ya robbal alamin, oiya kak gimana dengan pelakunya apa sudah ditemukan?" tanya Aulia.
"Kalau masalah pelakunya saya dan pihak kepolisian belum mendapatkan informasi apa pun dan kamu bersabarlah pasti dia akan mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya," jawab Arya.
"Makasih banyak yah kak," tutur Aulia.
"Ok, kakak tutup dulu telponnya, hati-hati," ujarnya Arya.
"Assalamualaikum," salam Aulia.
"waalaikum salam," jawab Arya yang kemudian menutup sambungan teleponnya.
Arya dan Delia bisa sedikit bernafas lega karena beberapa cobaan yang mereka hadapi telah terselesaikan. Dan Aditya pun sudah berhasil menghapus semua bukti kesalahan Mark di masa lalunya yang telah terlanjur beredar.
"Aku berharap ini kejadian terakhir yang Abang Mark lakukan, jika suatu saat nanti bertingkah seperti ini lagi aku tidak akan segan untuk meninggalkannya untuk selamanya," Gumam Eliana.
Mark pun meminta maaf kepada seluruh keluarga besarnya akan khilaf yang pernah dirinya perbuat. Sedangkan ke dua anaknya Mark masih mencari cara untuk menyampaikan kepada mereka tentang hubungan mereka dengan Amanda.
__ADS_1
"Ya Allah… semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk Mark suamiku," batinnya Eliana.
Beberapa hari kemudian, Dimas sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit, sedangkan Adrian, Mark dan Aditya beserta istri mereka sudah siap untuk kembali ke negara tempat mereka mendirikan perusahaan.
Adrian dan Emilia akan berangkat ke Amerika, Mark dan Eliana juga akan pulang ke Inggris karena sudah lama mereka meninggalkan perusahaannya.
Aditya pun akan pulang karena sudah beberapa hari di Indonesia dan ada kerinduan yang dia rasakan saat dirinya jauh dari Helena. Walaupun keadaan istri mereka yang sedang hamil, para Mommy kece tetap akan ikut pulang bersama para hot Daddy.
Perusahaan Sinopec Group pun sahamnya juga sudah stabil. Arya sangat bersyukur karena berbagai macam ujian dalam hidup mereka sudah teratasi dengan baik.
Kepulangan sahabat dan adiknya membuat Arya kembali merasa kesepian. Beberapa bulan terakhir mereka selalu kompak bersama. Tetapi Arya tidak mau egois untuk mencegah kepulangan mereka.
Karena mereka juga mempunyai kehidupan sendiri yang harus mereka lanjutkan. Tangis haru dari Mama Elisabeth,pak Wiguna, Delia, Arya dan lainnya melepas kepergian anggota keluarga mereka kembali ke luar negeri.
Sedangkan Emre dan Rina sudah memutuskan untuk menetap di tanah air tercinta. Berhubung kesehatan Ibu dari Rina yang sudah lansia sehingga Emre tidak ingin kembali ke Turki dalam waktu dekat.
Sembilan bulan kemudian, Arya mendapat kabar tentang berita kelahiran keponakannya dari Mark, Adrian dan Aditya. Hanya berselang satu minggu saja istri mereka sudah melahirkan.
Sedangkan Hyuna baru saja dinyatakan positif hamil setelah Satu tahun pernikahannya dengan Alan. Alan yang sementara sedang berlayar di Prancis sangat bahagia mendengar kalau Hyuna sudah hamil.
Rina dan Dessy bahagia mendengar kabar tersebut. Tiba-tiba perut Rina mules setelah dirinya memutuskan sambungan telpon dari Eliana.
"Abang Emre, sepertinya Rina akan melahirkan!!" teriak Rina di sore hari itu.
Emre tergesa-gesa menyusul istrinya karena kaget mendengar teriakan Rina. Emre tanpa banyak tanya langsung menggendong tubuh istrinya ke dalam mobilnya.
"Dek kok tubuhmu semakin berat yah?." tanya Emre yang ngos-ngosan menggendong tubuh Rina yang bobot tubuhnya dari hari ke hari semakin bertambah.
"Ihh Abang gak suka yah kalau tubuh Rina layak buntelan," ketusnya Rina yang matanya sudah berkaca-kaca karena Emre mengatakan secara tidak langsung gembrot.
__ADS_1
Emre tidak membalas ucapan dari Rina dan langsung tancap gas menuju rumah sakit DA.
"Aaahh sakit Bang!!" Keluhnya Rina yang perutnya semakin sakit.
"Tahan yah dek dikit lagi kita akan sampai," ucap Emre yang menambah lagi kecepatan laju mobilnya.
silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan my queen heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
__ADS_1
makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah