Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 237


__ADS_3

"Hahahaha, ternyata kamu masih seperti dulu, setiap kali aku meminta hal seperti ini pasti kamu akan ketakutan, Elisah apa salahku haaaa jika mencintaimu dan kenapa kamu tega meninggalkan aku dan lebih memilih hidup dengan Wijaya pria ba ji jgan itu, apa aku tidak pantas untuk kamu, apa salahku apa kurangnya diriku padamu?" Kesalnya Pak Herry Winata Jaya dengan volume suara yang sudah besar sambil menggenggam kedua tangan Mama Elisabeth disaat bertanya.


"Kita bukan suami istri lagi Herry, apa kamu lupa di malam aku melahirkan putra kita kamu tega meninggalkan aku demi perempuan itu dan bahkan kamu dengan sadarnya mempertontonkan kemesraan dan perselingkuhan kalian di depanku, di mana hati nuranimu saat itu, kalau kamu sudah melupakan semuanya aku akan mengingatkan kamu lagi," ketusnya Bu Elisah dengan suara lantang.


Sedangkan pria tersebut hanya terus terdiam dan tersenyum licik.


"Saat itu perutku sakit ingin melahirkan anakmu tapi kamu sama sekali tidak perduli bahkan berbagai ucapan kata-kata kasar yang seharusnya aku tidak dapatkan kamu malah melontarkan kata-kata itu di hadapan orang banyak, apa kamu sudah lupa?" Sarkas Bu Elisha dengan deraian air matanya.


Henry menyadari kalau sikapnya dulu sudah sangat kasar dan kelewat batas yang tega menelantarkan Istri dan anaknya dan berselingkuh dengan perempuan yang tidak jelas.


"Apa kamu tidak pernah memikirkan sedikit pun perasaanku, sakitnya hati ini Herry, tiga tahun pernikahan kita tapi sedikit pun kamu tidak pernah memperlakukan aku dengan baik layaknya seorang istri dan malam itu kamu tega mempertontonkan bagaimana kamu berselingkuh di depan ke dua mataku hingga kamu mengusirku dan menceraikan Aku bahkan kamu tega memisahkan aku dengan kedua anakku ha!!" ucap Bu Elisha yang menggebu sambil menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Pak Herry sama sekali tidak menyagkal semua perkataan yang dilontarkan oleh Mama Elisabeth karena seperti itu lah kenyataan yang terjadi 30 tahun yang lalu.


"Dan disaat aku terpuruk ada seseorang pria yang suka rela membantuku mengjaga dan melindungiku dengan segenap hatinya dan pria itu sahabat kamu sendiri tapi kamu malah menghancurkan hidup dan anak-anaknya, kamu di mana saja selama ini? aku ingin memperjuangkan hakkku atas anak-anakku tapi kamu sedikit pun tidak pernah memperdulikan dan mempertemukan aku dengan mereka," ungkapnya Bu Elisah yang tergugu sambil terduduk di lantai dengan deraian air matanya membasahi wajahnya yang masih nampak cantik.


"Elisahku maafkan aku, dulu aku terlalu terlalu bodoh waktu itu yang dengan mudahnya terperdaya oleh bujuk rayuannya, Aku sudah buta hati dan buta pikiran waktu itu karena kata-kata dan hasutannya sehingga aku tidak menyadari kesalahan aku itu, maafkan aku Elisabeth," ratap Pak Hendry yang ikut terduduk di lantai di hadapan Mama Elisabeth.


Nyonya Elisha tidak menanggapi perkataan dari mantan suaminya dulu. Pak Hendry adalah mantan suami pertamanya awalnya pernikahan mereka bahagia dan saling mencintai hingga kedatangan sosok perempuan.


Kedatangannya wanita ular berkepala dua itu, di antara mereka yang membuat hubungan pernikahan mereka hancur dan dengan tega pak Herry menceraikan mama Elisah di hari di mana dirinya melahirkan kedua putra kembarnya. Dan diusir secara tidak terhormat dari Villa yang sekarang ini mereka berada.


Aerin memegang tangannya Ricki adik sepupunya itu, "Tolong segera putuskan untuk kebaikan Hana," pintanya Aerin.

__ADS_1


"Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa Mbak, kalau seperti ini kejadiannya" jawab Ricki


"Keputusan ada ditanganmu dan berfikir lah dengan baik jangan sekali-kali gegabah dalam mengambil keputusan" ucap Aerin.


Bu Elisha masih menangis dan duduk di lantai marmer yang begitu cantik ornamennya. Villa yang sangat besar dan megah itu menjadi saksi kedua insan yang pernah bersatu dalam ikatan suci pernikahan tetapi harus hancur dan berpisah karena adanya godaan pihak orang ketiga.


"Maaf Herry aku tidak bisa, sampai kapan pun hatiku masih terlalu hancur berkeping-keping," tolak Mama Elisah.


Perkataan dari mantan istrinya membuat pak Hendry murka dan langsung menarik tengkuk Bu Elisha dengan paksa dan men ci um paksa, Nyonya Elisyah yang tidak bisa menghindar terpaksa menerima perlakuan kasar dari mantan suaminya itu lagi.


Walaupun di dalam hatinya masih ada secuil rasa terhadap mantan suaminya. Bu Elisha meronta dan Ingin menghentikan apa yang diperbuat oleh Hendry tapi tak berdaya melawan kekuatan laki-laki yang sudah kalap yang ada di depannya.

__ADS_1


Ia akhirnya pasrah juga setelah pasokan udara keduanya menipis baru lah pak Hendri melepaskan pagutan bibirnya di atas bibir wanita yang paling disayanginya itu.


Mama Elisabeth langsung menampar sekuat tenaganya wajah pak Hendry. Sedangkan pak Hendry hanya mengelus wajahnya bekas tamparan keras dari Mama Elisabeth.


__ADS_2