Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 286


__ADS_3

Ratna kemudian mengamuk dan langsung melempar semua barang yang ada di depannya. Firman berusaha untuk menghindari semua lemparan itu ke arahnya agar tidak mengenai tubuhnya tapi naas kepala Firman terkena lemparan hp yang berlogo apel yang sudah tergigit sepotong.


Tapi Firmansyah tidak putus asa untuk membantu Ratna agar kembali tenang. Firman langsung meraih tubuh Ratna Antika Monata yang terus merontah ingin melepaskan dirinya dari pelukan Firman.


"Lepaskan!! Aku tidak ingin berdekatan dengan kamu, kamu itu jahat sudah melarangku untuk makan!!" Bentaknya Ratna.


Tapi Firman tidak melepas pelukannya malahan semakin mengeratkan pelukannya agar Ratna berhenti untuk melempar barang, Firman sangat sedih dan tidak menyangka melihat kondisi Ratna yang tidak pernah Firman ketahui kalau Ratna seperti ini.


"Ratna kumohon tenanglah, apa kamu tidak sayang dengan dirimu sendiri Ratna!!" Dengusnya Firman.


Firman menelpon seseorang agar segera datang ke dalam kamar Ratna. Sedangkan Mama Elisabeth yang ingin mendekati mereka langsung dicegah oleh Firman agar Mama Elisabeth tidak terluka gara-gara terkena lemparan benda yang dilempar oleh Ratna. Mama Elisabeth semakin terisak dalam tangisnya karena tidak sanggup melihat putrinya yang seperti itu.


"Ya Allah tolonglah Anakku dan sembuhkan lah penyakitnya, kasihanilah anak-anakku," batinnya Bu Elisha.

__ADS_1


Seseorang membuka pintu dan membawa sebuah paper bag yang berwarna biru muda. Firman segera meraih paper bag tersebut.


"Makasih banyak dan tunggu aku di bawah," ujarnya Firman.


"Baik Bos!" ucap anak buahnya yang tadi ditelpon.


"Mama beristirahatlah biarkan Aku saja yang menangani Ratna," pintanya Firman kepada Mama mertuanya.


"Ratna Apa kamu sudah melupakan ini?" tanya Firman sambil memperlihatkan sebuah boneka Pororo kesayangannya yang bersulam namanya Ratna dan nama sahabat kecilnya yaitu imam. Imam adalah nama kecil firman tapi orang-orang panti asuhan lebih sering memanggil namanya dengan Imam dari pada Firman. Firman adalah sahabat kecilnya Ratna sepanti asuhan dulu.


Ratna meraih boneka pororo tersebut lalu memeluk boneka tersebut sambil menangis tersedu-sedu, "Imam, aku merindukan kamu imam," rengeknya Ratna yang semakin menangis tersedu-sedu sambil memeluk boneka pororonya.


Ratna kemudian memperhatikan wajah Firman sedemikian rupa lalu berdiri dan langsung berhamburan ke dalam pelukan Firman.

__ADS_1


"Imam jangan tinggalkan aku lagi, Aku kesepian, aku tidak punya teman selain kamu, mereka tidak mau berteman denganku," ratapnya Ratna yang tubuhnya bergetar di dalam pelukan Firman.


Firman mengelus punggung Ratna agar Ratna bisa tenang dan nyaman, "Ibu Linda begitu kejam membuat kamu seperti ini, Aku tidak menyangka jika hidupmu seperti ini padahal waktu Ibu Linda datang mengangkat kamu menjadi anaknya sangat lah baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda kejelekannya," gumamnya Firmansyah yang sangat sedih melihat sahabat kecilnya.


"Kamu tidak akan meninggalkan aku lagi kan, kamu akan bersamaku kan Iman?" Ujarnya Ratna Antika Monata yang masih memeluk tubuh Firmansyah.


"Iya aku akan selalu bersamamu hingga keadaan kamu membaik, jadi kamu harus tenang dan dengarkan semua perkataan ku," pintanya Firman.


"Aku takut jika malam hari datang apa lagi ada petir yang menyambar pasti akan banyak suara-suara aneh," tutur Ratna dengan air matanya yang sudah menetes membasahi pipinya.


Ratna pernah dikurung di dalam ruangan yang gelap tanpa ada cahaya apa pun yang masuk, dan saat itu adalah saat di mana hujan turun dengan lebatnya disertai petir dan halilintar saling bersahutan.


Ratna yang tubuhnya penuh luka semakin diperparah dengan suara dari Petir tersebut. Ratna meringkuk di pojok ruangan tersebut hingga pagi hari. Seperti itulah yang akan dialami oleh Ratna kecil jika Ibu Linda marah dan jengkel di saat Pak Hendry tidak ada di rumah.

__ADS_1


__ADS_2