
Key tidak tahu harus berbuat apa karena ini adalah pengalaman pertamanya jadi tak tahu harus berbuat apa-apa. Dalam hatinya Key sebenarnya sudah bersorak kegirangan saking bahagianya seakan-akan dia akan terbang tinggi.
Perlakuan istimewa dan manis dari kekasih pujaan hatinya, Key hanya bisa mematung, Zack yang tidak mendapatkan perlawanan atau pun balasan apa pun. Zack sedikit menggigit bibir bawahnya Key, agar mengikuti alur yang diciptakan olehnya.
Semakin lama ciuman itu menuntut, Key perlahan sudah mampu membalas sedikit demi sedikit ciuman itu. Zack semakin memperdalam ciumannya dengan memegang tengkuk lehernya. Zack ******* pelan bibirnya lalu memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Key.
Key yang minim pemahaman dan pengalaman bahkan bukan minim lagi malahan tidak tahu apa pun itu, hanya terdiam dan mengikuti saja apa yang dilakukan oleh Zack pada bibirnya.
Setelah beberapa saat lamanya, Key bisa mengimbangi tautan dan pangutan bibirnya Zack. Nafas mereka sama-sama memburu, seandainya pasokan udara di dalam hidung dan mulutnya tidak semakin menipis mungkin mereka akan melanjutkan hingga sampai batas tertentu.
Zack mendekatkan keningnya di atas kening Key, lalu jemarinya dia usapkan di atas bibirnya Key yang semakin memerah dan sedikit membengkak gara-gara gigitan kecil tadi.
"Astagfirullahaladzim," lirihnya saat ciuman mereka berhenti sejenak.
Orang itu tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kaca jendela mobilnya Zack Lee yang tidak terkunci membuatmu dengan leluasa melihat adegan-adegan yang dilakukan oleh keduanya dengan sangat kentara dan jelas. Air matanya luruh yang tidak menyangka jika mereka akan nekat berbuat seperti itu di belakangnya.
Zack mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah mengambil ciuman pertamanya Key, seakan-akan Dia sudah kembali tersadar dan normal dari pengaruh alkohol yang sempat dia minum beberapa gelas itu.
"Kita akan ke mana?" tanya Key dengan wajahnya yang merona menahan rasa malunya.
Ia heran melihat jalan yang mereka lalui bukanlah pulang ke rumahnya atau pun ke kediaman Utama Keluarga Wiguna.
Zack menatap sepintas ke arah Key lalu berkata," Apa Kamu ingin menikah denganku?"
Pertanyaan yang terlontar dari mulut Zack membuat ke dua bola matanya Key membulat sempurna.
Kegembiraan dan kebahagiaan membuncah di dalam dadanya setelah perkataan itu berhasil masuk ke dalam lobang telinganya hingga menyentuh dengan manis gendang telinganya.
"Aaaaa-pa yang Kamu katakan?" matanya mengerjap beberapa kali saking bahagianya sekaligus ingin meyakinkan dirinya dengan perkataan yang diucapkan oleh Zack di depannya.
__ADS_1
"Kita akan menikah malam ini juga, seperti yang dilakukan oleh Andreas dengan Cilla yang berujung dengan restu dari ke dua orang tuanya," jawabnya.
"Tapi, Zack kalau tidak wali nikah dari pihak Aku itu sama saja tidak sah?" ujar Key yang awalnya bahagia sekarang dengan wajah sendu.
Zack mengelus rambut halus, panjang nan hitam legam serta bergelombang di ujungnya.
"Jangan khawatirkan masalah itu, Aku sudah persiapkan semuanya dengan matang dan sempurna," jelasnya.
Key langsung merubah posisi duduknya dan menghadap ke arah Zack dengan wajah yang berseri-seri dan matanya yang berbinar terang.
"Kamu tahu aku sangat bahagia Zack, hal ini lah yang sedari dahulu aku tunggu bahkan selalu aku impikan," tuturnya dengan penuh kegirangan.
"Hari ini aku akan wujudkan semua mimpi Kamu ini, dan bersiaplah jadi Nyonya Zack Lee Albert Kim Said."
Tangan kanannya masih setia di depan setir mobilnya. Sedangkan bagian kiri menoel lembut hidungnya. Mobil mereka menuju sebuah Mesjid yang sudah dipilih oleh Zack sebagai tempat pelaksanaan acara akad nikahnya bersama Key kekasih pujaan hatinya.
Mereka sedari dahulu hanya bisa backstreet saja, tanpa ada pihak orang tua mereka yang tahu. Mereka sama sekali tidak pernah berbicara dengan kedua orang tuanya. Tapi, karena rencana pernikahan Key sudah direncanakan sehingga akhirnya dengan banyak pertimbangan Zack memilih jalan nikah sembunyi dari keluarga besarnya. Mobil Ferrari warna merah itu sudah memasuki halaman Mesjid yang cukup luas tersebut.
Zack berlari kecil ke arah pintu di mana Key berada. Key yang diperlakukan cukup sweet seperti seorang Ratu tersenyum manis dan bahagia. Seseorang keluar dari dalam Mesjid dan langsung tersenyum sumringah melihat ke datangan dua sejoli ini.
"Apa bapak penghulunya sudah hadir?" tanya Zack.
"Alhamdulillah sudah datang sedari tadi kalau gak salah lima menit yang lalu," jawabannya.
Key menutup mulutnya saat melihat siapa sosok orang yang berada di dalam Mesjid tersebut. Dia berlari ke arah orang itu lalu memeluknya dengan erat. Ada beberapa anggota keluarga Wiguna yang hadir dan Key sangat tidak menyangka jika satu sosok itu hadir menjadi saksi pernikahan mereka.
"Kenapa mobil Zack berhenti di pelataran Mesjid, apa yang akan mereka lakukan?"
Ternyata Orang yang melihat mereka berciuman terus mengikuti laju mobil mereka hingga ke depan Mesjid Baiturahman.
__ADS_1
...----------------...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung My Queen Heart dengan cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya serta komentarnya yah...
__ADS_1
Maaf jika ada kesalahan dalam pengetikannya atau Typonya...