
"Kalau tidak percaya dengan kenyataan dan penjelasan dari pak polisi kamu tanya langsung saja kepada suamimu" timpal Erlangga mantan suaminya yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
"Kamu harus sabar Dessy dan jangan mudah terprovokasi oleh perkataan Erlangga" Ucap Delia yang marah setelah melihat Erlangga.
Elliana, Rina, Emilia sudah kembali ke rumah utama Arya. Mereka tidak langsung pulang ke rumah masing-masing atas arahan Arya.
Aditya pun sudah berada di dalam pesawat dari Australia menuju Indonesia. Aditya sudah tahu masalah yang mereka hadapi sebelum Emre menelponnya.
Baru saja mereka bahagia atas kabar kehamilan berjamaah mereka dan dalam sekejap saja hal tersebut mampu dibalik oleh keadaan yang diluar kendali mereka. Apakah pak Wiguna memiliki musuh di masa lalunya?.
Kedatangan Aditya yang telah lama ditunggu akhirnya datang juga. Tanpa banyak basa-basi Aditya langsung menggantikan posisi Mark yang berada di depan komputer.
Aditya mengutak atik komputer tersebut dan wajahnya tampak tegang dan serius. Mark dan Alan pun ikut tegang melihat mimik wajah Aditya yang kadang nampak tegang dan kadang tersenyum yang membuat yang melihatnya terbawa arus suasana yang diciptakan oleh Aditya.
Mark dan Alan yang melihat aksi dari jari jemari tangan Aditya membuat mereka kelaparan. Sehingga Alan meminta kepada salah satu maid untuk membuat mie instan rasa ayam tanpa kokok dengan toping telur, bakso dan sosis. Sedangkan Aditya masih sibuk mencari cara untuk menembus sistem keamanan musuh.
Bahkan Aditya mendapat serangan balasan dari musuh saat dirinya ketahuan untuk mengganggu sistem IT musuh untuk mencari bukti tentang masalah yang dihadapi oleh Mark, dan tidak berapa lama kemudian Aditya pun berhasil.
"Alhamdulillah data tentang kasus yang kamu hadapi ada di dalam sini dan kita punya banyak bukti kalau kamu dan perempuan itu dijebak," jelas Mark yang langsung berdiri dari duduknya sambil memperlihatkan sebuah bukti berupa rekaman cctv.
"Alhamdulillah kalau begitu, saya sangat bahagia," imbuhnya Mark.
"Alhamdulillah aku ikut senang dan dari kejadian ini kita harus lebih ekstra hati-hati dalam bertindak apa pun itu" ucap Alan.
__ADS_1
"Untung bini loh baik dan bijaksana coba seperti perempuan lainnya yang mudah tersulut emosinya bisa-bisa kamu disunat dua kali hahahaha," canda Aditya.
"Gimana dengan kasusnya Dimas?" tanya Mark.
"Aku kesulitan menembus pertahanan mereka, berulang kali aku selalu diserang balik oleh mereka dan mereka lebih kuat dari yang memegang bukti untuk kasus Mark tapi bukan Aditya sang mantan Casanova jika tidak bisa merebut bukti itu" ucap Aditya sambil merebut mangkok mie instan yang ada di dalam tangan Mark.
"Hei itu kan punyaku, kalau mau tuh sono masih ada satu bagian untuk kamu," ucap Mark yang merebut kembali mangkok mienya.
Mereka sesaat bisa bernafas lega karena bukti untuk masalah yang dihadapi Mark sudah aman dan buktinya pun sudah diperbanyak. Jadi mereka sementara waktu bersantai sambil menikmati panasnya kuah mie instan rasa ayam.
Sedangkan di kantor polisi tim pengacara dari Arya dan Dimas tidak bisa berbuat banyak karena semua bukti mengarah ke Dimas, tetapi Dessy lebih percaya terhadap suaminya ketimbang dengan bukti-bukti yang ditunjukkan oleh pihak kepolisian.
"Mata hati kamu itu sudah buta dan tidak bisa melihat mana yang salah dan mana yang benar, Dessy kamu sungguh egois demi suami kamu ni, kamu tidak perduli lagi dengan putramu sendiri," ucap Erlangga mantan suami Dessy.
"Hatiku masih bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak benar, jangan karena ada bukti yang mengarah kepada Dimas sehingga kamu sudah memvonis kalau Dimas lah pengendara yang menabrak anak kita," jelas Dessy yang tidak suka jika ada yang menuduh Dimas sebagai penjahat.
Padahal Dimas tidak bisa jawab sesuai yang diinginkan oleh polisi karena menurut Dimas itu tidak sesuai dengan yang dialami dulu.
"Maaf jawaban saya masih sama, bukan saya yang menabrak pejalan kaki tersebut dan bapak polisi yang terhormat sampai kapan pun jawabanku sama bukan saya," ucap Dimas dengan nada suara yang agak tinggi.
Ada seseorang yang langsung menendang perut Dimas sehingga Dimas langsung tersungkur ke lantai dan memegang perutnya yang sakit dengan tangan yang terborgol.
"Apa kamu sudah lupa dengan saya?" tanya orang tersebut sambil memberikan kode kepada rekannya untuk melapisi ruangan tersebut dengan alat peredam suara sehingga mereka bebas untuk bertindak sesuai kehendaknya.
__ADS_1
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...