
Di luar sedang khawatir, takut dan sedih sedangkan di dalam ruangan bersalin, suasana tampak tegang karena kondisi Hana yang drop dan jantungnya lemah.
Aerin dan tim dokter tidak tahu harus berbuat apa karena bingung harus memilih untuk menyelamatkan nyawa Hana atau kah bayinya. Hana dan Tim dokter bertempur di meja operasi hingga tiga jam lamanya. Dengan susah payahnya dan penuh perjuangan.
Sebelum operasi dijalankan, Hana berpesan kepada kakaknya Aerin untuk memilih menyelamatkan bayinya dari pada dirinya jika mereka harus memilih satu diantara mereka.
Dokter Aerin dilema juga karena kondisi Hana, ia kemudian keluar ruangan dan meminta persetujuan dari pihak keluarga apa kah menyelamatkan salah satu dari mereka. Tapi dokter Aerin baru saja ingin keluar untuk meminta persetujuan dari keluarga Hana untuk meminta persetujuan apa kah memilih untuk menyelamatkan Hana atau bayinya.
Terdengar sudah suara tangis bayi langsung terdengar memenuhi ruangan operasi tersebut. Aerin pun segera memutar tubuhnya untuk segera melihat kondisi bayi dari Hana. Tangis haru dari Aerin dan yang lainnya pun turut mewarnai disaat dirinya menggendong putra hana yang wajahnya sangat mirip dengan Ricky ayahnya.
Dinda mendekati salah satu dokter, "Bagaimana dengan kondisi ibunya dokter?" Tanyanya Dinda.
Dokter tersenyum, "Kondisi ibunya sangat tapi tapi Kami akan berusaha untuk melakukan yang terbaik," ucap Dokter Miya yang kembali mengoperasi Hana.
Sedangkan di luar di depan kamar operasi Ricki, semua orang sudah terpuruk dan menangis tersedu-sedu dikarenakan dengan berita dan kabar meninggalnya Ricky dalam Kecelakaan.
Tim dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawanya Ricky, tetapi Tuhan berkehendak lain.
"Maafkan kami yang tidak bisa menyelamatkan Nyawa pasien kami segenap tim dokter sudah bekerja keras tetapi Kami tidak bisa berbuat apa-apa lagi," ucap Dokter yang menangani Ricky yang nampak kecewa dan sedih.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin dokter!! gimana dengan adikku jika mengetahui suaminya sudah meninggal!" Protes Adit yang memegang lengan baju Ibu Dokter.
"Adit! kamu harus sabar, Jika kamu seperti ini gimana dengan nasibnya Hana," bujuk Emir yang mencoba untuk melepas pegangan tangan Adit dari pakaian dokter.
"Sudahlah, kita harus ikhlas dan sabar, dokter juga sudah berbuat maksimal tetapi ingat disini peran Allah SWT yang menentukan semuanya, kalau kamu begini sama saja tidak mempercayai dan menerima takdir Allah," timpalnya Rafli.
Sedangkan Adit sudah terduduk di lantai dan menangis tersedu-sedu. Ia tidak bisa melihat kesedihan diwajah adik sepupunya itu. Hana sudah ia anggap adik kandungnya.
"Tolong urus kepulangan jenazah Ricki kerumahnya," perintah Rafli kepada anak buahnya.
"Baik Bos" jawab Pak Sam.
"Alhamdulillah bayinya sudah lahir dengan selamat tetapi kondisi Hana Mas yang kritis dan sangat parah," jelas Dinda disela isak tangisnya.
Adit langsung tersungkur ke belakang karena tidak kuasa menahan sekaligus cobaan yang mereka hadapi.
"Ada apa?" tanya Mami nya , Ricky yang semakin terpuruk sedih.
"ya Allah selamatkan lah anakku dan sehatkan lah dia kembali agar segera berkumpul dengan kami seperti dulu lagi," Lirihnya Mama Elisah.
__ADS_1
Mereka tidak sabar menunggu hasil pemeriksaan medis dari Hana. Edah menelpon Aswin suaminya untuk mengetahui perkembangan dari pencarian dokter yang menangani Hana.
Tapi dokter tersebut berhasil lolos dan ternyata dia bukanlah dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut. Karena Aswin sudah mencari informasi tentang jati dirinya ternyata namanya tidak tercantum di dalam daftar nama-nama dokter yang bekerja di rumah sakit jiwa Harapan.
"Bayinya Ricky dengan Hana sudah lahir tetapi kondisi Hana yang kritis dan mengkhawatirkan," jawab Emir.
"Itu tidak mungkin Nak, dosa apa yang telah aku lakukan sehingga cobaan yang engkau berikan kepada kami sungguh besar, Aku sudah kehilangan putra satu-satunya yang aku miliki tapi Kau mohon jangan engkau ambil menantuku juga yah Tuhan…" ratapnya Maminya Ricky ibu Annah.
"Aunty harus sabar," ujarnya Rafli yang memeluk tubuh tantenya.
Seluruh keluarga besar Wijayanto sangat terpukul dan sedih mendengar kabar duka meninggalnya Ricky. Berita tersebut segera tersiar baik dalam negri maupun sampai ke luar negeri. Padahal mereka belum berencana untuk menyiarkan kabar duka itu ke khalayak umum.
Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia turut berdukacita dan menyayangkan kejadian tersebut. Akibat dari kelelaiyan dari supir truk tersebut banyak korban jiwa yang berjatuhan baik yang meninggal dunia maupun korban luka-luka yang berhasil diselamatkan.
Tidak sedikit korban tersebut yang berjuang di meja operasi. Bahkan ada sepasang calon pengantin yang sepulang dari Foto priwedding yang ikut menjadi korban. Bahkan calon pengantin prianya seluruh wajahnya terbakar dan harus segera dioperasi.
Sedangkan calon pengantin perempuannya selamat dari amukan si jago merah saat mobil mereka meledak karena sempat terpental ke arah luar mobil.
Tetapi luka di bagian kakinya cukup parah. Masih banyak korban jiwa lainnya. Bahkan kerugian dalam tragedi tersebut memakan banyak korban dan harta benda. Jenazah Ricki sudah dibawa ke rumah duka.
__ADS_1
Satu persatu pelayak pun sudah banyak yang berdatangan ke rumah Hyuna. Sedangkan operasi yang dilakukan oleh dokter kepada Hana berhasil tetapi, sampai detik ini belum sadarkan diri. Hana koma setelah berjuang melahirkan anak pertamanya.