Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 137


__ADS_3

"Harus disiplin dan tegas pada semua yang melanggar aturan tidak pandang bulu, ini menjadi contoh untuk semua orang," terangnya Dimas.


Mereka kembali duduk saling berhadapan dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. Mereka masih sering geleng-geleng kepala dan tidak menyangka dan menduga hal itu terjadi.


Jikaka keluarga sendiri yang membuat kekacauan dan keonaran di dalam Perusahaan. Perusahaan yang sudah dirintis dan dibangun oleh Papanya dengan penuh perjuangan dan bukan pengorbanan sedikit.


Keesokan harinya, Arya, Emre dan Dimas segera mendatangi rumah Dinas milik Adiguna. Mereka tidak ingin menunda pertemuan mereka.


Arya belum menyampaikan hal tersebut di hadapan Istrinya Delia Paramitha Wirawan. Dia harus mengetahui apa yang diinginkan oleh Adiguna, apa dia setuju untuk jujur dan mengembalikan semua uang yang sudah dia korupsi dan menyerahkan dirinya kepada pihak berwajib.


"Apa langkah selanjutnya yang akan Kamu lakukan Arya, jika Adiguna tidak mengakui kesalahannya?" Tanya Dimas yang mengemudikan mobilnya ke arah jalan menuju rumahnya Adiguna.


Arya menatap ke arah Dimas sebelum menjawab pertanyaan dari sepupunya tersebut.


"Kalau dia tidak ingin jujur dan mengelak berarti sebaiknya kita giring saja ke kantor polisi," ujarnya.


"Itu ide yang sangat bagus menurutku, orang seperti dia harus diberikan hukuman dan ganjaran sesuai dengan kejahatannya," timpal Emre.


"Jika dibiarkan akan selamanya berlarut-larut dan akan meresahkan dan menjadi contoh yang buruk untuk karyawan lainnya," ucap Dimas.


"Siapapun yang melanggar aturan yang sudah dibuat, dia harus menerima ganjaran yang sesuai dengan kesalahannya tanpa harus melihat hubungan apa di antara kita," jelas Arya yang sudah mulai muak dengan orang yang bermuka dua dan penipu.


Mereka kembali terdiam, mobil mereka meluncur dengan bebas ke arah jalan menuju tempat rumah Adiguna bersama istrinya. Mereka juga sangat tidak suka dengan kehidupan pribadi Adiguna hampir setiap hari keluar masuk club malam dan menghabiskan waktunya bersama wanita tidak benar.


Bukti itu baru mereka temukan sebelum berangkat ke rumahnya. Mereka tidak habis pikir sudah dikasih gaji yang tinggi, fasilitas yang memadai dan mewah, tapi dia masih saja berlaku culas dan merugikan Perusahaan Sinopec Group.


"Itu lah sifat dasarnya manusia, tidak ada rasa puasnya, dalam dirinya dapat sejengkal minta sehasta diberi jantung minta hati, keserakahan selalu menyelimuti pikiran dan hati seorang yang tidak pernah ada rasa syukur di dalam dirinya," desisnya Emre yang masih setia mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


"Benar sekali, manusia jika tidak memiliki sedikit pun rasa syukur di dalam dirinya pasti akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisinya," cicit Arya.


Tidak lama kemudian, mereka sudah sampai di depan pagar rumah Adiguna. Arya dan yang lainnya turun dari mobilnya.


"Assalamu alaikum Pak," salam Emre saat sudah di depan pagar dan melihat ada Security yang berjaga di sana.


"Waalaikum salam," jawabnya lalu segera membuka pagar tersebut karena sangat tahu siapa mereka yang berdiri di depannya.


"Makasih banyak Pak, oiya Pak apa Adiguna ada di rumah?" Tanya Arya.


"Iya Pak, Bapak masih ada di dalam rumah dan barusan pulang katanya dari luar daerah," jawabnya.


"Kalau gitu apa kami bisa minta tolong untuk diinfokan kepada Pak Adiguna kalau kami datang untuk mencarinya," jelasnya Dimas.


"Bisa Pak, kalau gitu tunggu dulu, saya akan masuk menemui beliau," jawabnya.


Beberapa saat kemudian, Pak Security tersebut berjalan tergesa-gesa ke arah mereka bertiga.


"Maaf Pak katanya bapak semua dipersilahkan untuk masuk menemui Tuan," terangnya.


"Makasih banyak Pak," ujarnya lalu berjalan mendahului Dimas dan Emre.


Mereka membuka pintu itu tanpa harus menunggu seseorang untuk membuka pintu tersebut. Adiguna segera memakai pakaiannya setelah mendengar berita kedatangan orang-orang nomor satu di Perusahaan tempat dia bekerja.


......................


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...

__ADS_1



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...

__ADS_1


__ADS_2