Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 55. Harapan Andreas


__ADS_3

Andreas tidak bisa memaksakan dirinya untuk menikahi perempuan yang sama sekali tidak dicintainya itu. Pricilla segera memegang tangan suaminya dengan penuh kasih sayang. Cilla sangat mengerti dengan apa yang dirasakan oleh suaminya itu.


Inilah konsekuensi dari pilihan mereka yang harus kabur dari rumah mereka dan memilih untuk menikah diam-diam. Tapi, Andreas dan Cilla berharap besar akan ada mukjizat yang terjadi.


Semua hanya tentang waktu, tunggu lah dan tetap doakan, jangan berubah atau menyerah.


I Swear i'll love you in a different way..


Aku bersumpah akan mencintaimu dengan cara yang berbeda..


Andreas nampak sedih, karena kedua orang tuanya tidak datang di hari bahagianya. Andreas menyadari jika apa yang dia lakukan sudah melanggar keinginan Papanya.


"Ya Allah… andai saja papi dan mami juga hadir di sini menyaksikan kebahagiaanku, pasti semakin lengkap sudah kebahagiaan yang aku rasakan," Andreas membatin.


Andreas tidak bisa memaksakan dirinya untuk menikahi perempuan yang sama sekali tidak dicintainya itu. Pricilla segera memegang tangan suaminya dengan penuh kasih sayang. Cilla sangat mengerti dengan apa yang dirasakan oleh suaminya itu.


Inilah konsekuensi dari pilihan mereka yang harus kabur dari rumah mereka dan memilih untuk menikah diam-diam.


"Kebahagiaan ini terasa tidak lengkap tanpa restu dari ke dua orang tuaku, Papi, Mami bukalah hatimu untuk merestui pernikahan Andreas," gumam Andreas.


Matahari di ufuk barat sudah tenggelam, digantikan oleh Sang Dewi Malam. Seperti itulah setiap hari mereka bekerja saling bergantian untuk menerangi seluruh jagad raya tanpa rasa lelah sedikit pun.


Andreas berdiri di balkon kamarnya, arah pandangan matanya tertuju pada keindahan cahaya sinar rembulan malam ini.


"Aku berharap suatu saat nanti, jika Mami dan Papi tahu pernikahanku dengan Pricilla mereka akan merestui dan ikhlas menerima pernikahan Kami," batinnya Andreas yang penuh harap.


Tangan lembut dengan jemari yang lentik itu memeluk pinggang suaminya dengan sangat posesif. Kepalanya dia sandarkan di punggung lebar itu yang sesekali mengendus dan menghirup aroma harum yang berasal dari tubuh atletis itu.


"My husband I'm so grateful to have you, I love you so much Andreas," ucap Pricilla di balik punggung bidang suaminya.


"I am also very grateful and happy to have you completely, I really love you, love you more than my own life," ucap Andreas dengan sepenuh hatinya.

__ADS_1


Mereka saling menyalurkan perasaan dan saling mengungkapkan rasa yang ada di dalam relung hati terdalam mereka.


Andreas membalik tubuhnya menghadap ke arah Pricilla. Cilla menyambut Andreas dengan senyuman yang paling termanis yang dia miliki.


Andreas memajukan wajahnya hingga nafas mereka saling beradu, hidung mancung nan bangir itu pun saling bergesekan satu sama lainnya.


Pricilla refleks menutup ke dua kelopak matanya dan bersiap menunggu apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu. Nafas Pricilla sudah ngos-ngosan padahal Andreas belum melakukan apa pun.


Andreas tersenyum melihat istrinya yang seperti ini. Dia pun memainkan bibir seksi nan tebal itu dengan jarinya. Senyuman mereka tak pernah pudar.


"I love you so much until the end of my life Margaret Agatha Pricilla."


Andreas perlahan menyentuh bibir itu dengan penuh kelembutan. Dia menautkan bibirnya di atas bibir seksi Cilla. Cilla membuka akses lebih kepada suaminya agar lebih leluasa bermain di dalam rongga mulutnya.


Andreas memegangi tengkuk leher jenjangnya Cilla. Lidah mereka saling bertautan. Andreas seakan-akan mengabsen semua anggota mulut Cilla satu persatu. Hingga mereka bertukar Saliva.


Mereka beradu lidah dan mulut, hingga ke duanya merasakan pasokan udara yang semakin menipis dan berkurang. Nafas mereka ngos-ngosan sehingga mereka memutuskan untuk mengakhiri ciuman mereka.


"My days are perfect because they start and end with loving you, my husband."


Pasangan pengantin baru itu sama-sama mengungkapkan rasa yang terpendam yang ada di dalam lubuk hati terdalam mereka. Andreas memegang ujung bibirnya Cilla yang terdapat sisa Saliva mereka. Cilla selalu membalas perlakuan Andreas dengan senyuman termanis yang dia miliki.


Andreas lalu menggendong tubuh slim istrinya ke dalam kamarnya. Kakinya yang panjang dimanfaatkan untuk menutup pintu balkon yang menghubungkan dengan kamarnya.


Cilla mengalungkan tangannya ke leher Andreas.


Dengan sangat hati-hati dan pelan, Dia membaringkan tubuh istrinya ke atas ranjang king size-nya. Ranjang yang sudah dipasangi seprei berwarna putih gading dan di atasnya ditaburi bunga-bunga yang sangat cantik dan harum seperti pemilik bilik kamar itu.


Cilla tidak melepaskan tangannya di leher suaminya. Andreas sudah membuka sebagian benang dan kain yang membungkus tubuh atletisnya yang dipenuhi dengan kotak-kotak roti sobek. Hanya menyisakan celana boxernya saja .


Ia naik perlahan ke atas ranjang, tapi tiba-tiba dicegah oleh Cilla dengan menggunakan jari tangannya yang lentik di bibirnya Andreas.

__ADS_1


"Stop Baby, aku ganti baju dulu," ucapnya lalu bangkit dari baringnya dan segera berlari ke arah kamar ganti pakaiannya.


Andreas terduduk di atas ranjangnya dengan tetap tersenyum melihat tingkah istrinya saat berlari kecil. Andreas menciumi satu kelopak bunga mawar merah yang ada di dalam genggaman tangannya.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo...

__ADS_1


__ADS_2