Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 217


__ADS_3

Pelayak yang datang memenuhi rumah Hana dan bahkan sudah berdesakan dengan yang lainnya. Bahkan mereka tidak menghiraukan jika sudah masuk waktu berbuka puasa.


Mereka sangat kehilangan sosok Ricky yang menurut mereka baik. Walaupun baru beberapa bulan mengenal sosok Ricky karena selama ini ia lebih menghabiskan waktunya di tempat kerjanya di atas pesawat jet pribadi.


Tangis sedih juga tidak henti-hentinya terdengar dari semua maid dan security rumahnya. Karena Ricky sudah seperti keluarga sekaligus sahabat mereka sendiri.


"Selamat jalan Big Bos, kami sudah berjanji akan terus bekerja dengan Nona Muda Kim Hana, walaupun bos sudah tidak ada di sini lagi bersama kami," ucap pak Nawir yang teringat sewaktu mereka mencari buah kelapa sewaktu Nona muda mereka ngidam makan songkolo bagadang seperti yang dialami oleh orang tuanya Hana dulu.


"Aku pun yang hanya sempat ketemu satu kali saja dengan Bos Ricki dulu pun sangat kehilangan karena sosok Tuan Muda Ricki adalah pria yang supel dan humble serta baik hati," timpal Pak Kumis Raden.


Berselang beberapa jam kemudian, ke esokan harinya barulah jenazah Ricky dikebumikan setelah dishalatkan di mesjid yang terdekat dari rumahnya. Hingga detik itu juga, masih sangat banyak pelayak yang berdatangan untuk melihat dan mengantar kepergian Ricky ke tempat peristirahatan terakhirnya.


"Selamat jalan saudaraku," cicitnya Emir disaat dirinya menabur bunga di atas pusara Ricky dengan berbagai jenis bunga khusus pemakaman.


"Kalau memang ini semua murni kecelakaan maka aku akan mengikhlaskan kepergian mu adek, tetapi jika Aku mendapatkan berbagai bukti bahwa ada seseorang yang melakukan semua ini maka aku akan mencarinya hingga ke lubang semut pun," lirihnya Adit yang ikut menabur bunga bersama dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Makasih banyak kamu sudah memberikan kebahagiaan untuk adikku Hana walau pun hanya sesat tapi, aku tetap mengucapkan makasih banyak atas semuanya Ricky yang telah engkau lakukan untuk kami," ucap Arjun adalah kakaknya Hana yang akhirnya ikut menangis juga.


"Selamat jalan Bro, semoga Allah menempatkan kamu ditempat yang paling indah dan maafkanlah segala dosa dan khilaf adikku ini," tuturnya Martin kakaknya Ricky.


Hanya Dirwan dan Dena yang tidak hadir ditempat tersebut. Dikarenakan mereka berada di Tanah suci Mekkah untuk melaksanakan umroh yang mereka sejak lama sudah impikan dan rencanakan.


Tempat pemakaman milik keluarga besar Wiguna dan Wijayanto kembali dipadati oleh pelayak. Setiap ada anggota keluarga Wiguna yang meninggal dunia pasti pelayak memenuhi kediaman yang meninggal dan ikut mengantar ke peristirahatan terakhir mereka.


Sedangkan di rumah sakit di dalam kamar perawatan Hana. Suara alat bantu kehidupan terdengar jelas sampai ke telinga yang menunggui Hana. Mereka pulang ke rumah Haba hanya sekedar untuk melihat Ricky untuk terakhir kalinya sesaat saja. Hanya mengantar dan tidak tahu tentang kabar Ricky.


Setelah dari mengantar jenazah Ricki mereka memutuskan untuk pulang ke rumah utama keluarga Wijayanto. Adit yang sedang berdiri di depan kaca jendela kamarnya yang cukup besar dan kuat membuat Adit betah untuk memandang ke arah luar.


"Satu persatu keluargaku pergi jauh dan tidak kembali lagi," ucap Adit dengan gamang..


"Ini semua sudah ditakdirkan oleh Allah jadi kita sebagai manusia biasa hanya bisa mengikhlaskan kepergian Ricky dan berusaha untuk menjaga Hana dan kedua putranya kelak," sahut Dinda lagi.

__ADS_1


"Hujan ini pasti akan membasahi makam Ricky yang baru," pungkas Adit kakak sepupunya Ricky.


"Itu sudah pasti, ingat mas jangan terlalu larut dalam kesedihan kalau seperti itu Mas," tampik Dinda.


Kepergian seseorang yang secara tiba-tiba membuat kesedihan yang sangat mendalam apa lagi sosok tersebut adalah orang yang kita sayangi. Itu lah maut Jika sudah berkata dan menjemput setiap insan yang bernyawa.


Maka sepatutnya kita menyambut baik Maut tersebut dengan bekal yang cukup banyak. Dan maut pasti akan datang ke setiap anak cucu Adam tanpa terkecuali.


"Maafkan kakak yang tidak becus menjagamu," ratapnya Adit yang tidak kuasa menahan tangisnya melihat Hana.


Anggota keluarga Wiguna sudah berada di rumah sakit menunggu kedatangan Hanama. Mereka sudah menangis setelah mengetahui yang terjadi dengan Hyuna.


"Ya Allah Hana! Maafkan kami yang tidak percaya jika kamu sudah sembuh dan lebih percaya kepada Dokter itu," kilahnya Ibu Ratu mamanya almarhum Ricky


Sedangkan Hana sudah sadar dari masa kritisnya tetapi kondisinya masih sangat mengkhawatirkan. Ia bangun dari tidur panjangnya yang beberapa hari ini membuat dirinya kebanyakan diam saja.

__ADS_1


Sedangkan Hana sama sekali tidak perduli dengan keadaan dari anaknya yang terus menangis karena lapar ingin asi padahal sudah banyak orang yang dipanggil untuk memberikan asinya kepada bayi kembarnya Nathan dan Noah.


Hana tampak seperti orang yang linglung tidak punya semangat untuk kehidupannya. Bahkan Hana melupakan jika dirinya memiliki bayi kembarnya yaitu bayi laki-laki.


__ADS_2