
"Pokoknya wokeh lah Mbak," balas Mas tersebut.
Itu lah sisi lain Ratna Antika Monata yang memiliki dua sisi dalam dirinya yang kadang muncul di saat situasi dan kondisi yang sesuai dengan keadaan. Kadang akan marah jika hal tersebut memancing emosinya dan akan ramah jika lawan bicaranya ramah dan sopan.
Didikan Linda mantan istrinya pak Hendry banyak memakan korban. Anak terlahir bagaikan kertas putih yang kosong, karakter anak akan terbentuk tergantung dari lingkungan dan didikan dari orang di sekitarnya.
Ratna menikmati malam itu di sebuah taman yang cukup ramai, karena dipadati oleh pengunjung. Para pengunjung banyak yang sengaja datang untuk berburu takjil gratis, maupun membeli langsung dipenjual asongan yang menjajakan dagangannya berbagai jenis takjil.
Sinar rembulan menyinari malam itu yang begitu indah, banyak warga masyarakat yang berbondong-bondong mendatangi masjid setempat untuk melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah.
Ratna hanya terdiam di atas kap mobilnya. Tanpa ada niat sedikit pun untuk ikut serta dengan jamaah lainnya. Ratna teringat ketika dirinya masih kecil dan masih tinggal di panti asuhan dirinya yang rajin shalat, puasa dan pernah menjadi qori terbaik se panti asuhan.
Bahkan Ratna sudah melupakan tata cara shalat dikarenakan jika Ratna ingin melaksanakan kewajibannya Linda akan memarahi Ratna bahkan tak segan untuk memukul Ratna.
__ADS_1
Tak terasa air mata Ratna mengalir mengingat kejadian itu. Ratna tidak menyangka dirinya diangkat menjadi anak di keluarga besar Hendry hanya untuk disiksa dan diajarkan sesuatu yang tidak baik bahkan bertentangan dengan hati nuraninya.
Tapi Ratna kecil tak berdaya, Ratna tidak bisa berbuat apa-apa, walaupun ada yang melihat langsung kejahatan Linda tapi mereka pun hanya bisa terdiam seperti patung yang takut untuk berkomentar ataupun membela Ratna.
Hingga hal tersebut berlangsung sampai Ratna berumur 22 tahun. Sepuluh tahun lamanya mendapatkan didikan yang tidak baik. Ratna teringat dengan teman masa kecilnya saat dia masih berada di panti asuhan.
Ada anak laki-laki yang selalu menjadi temannya disaat dia sendiri dan kesepian tanpa ada teman yang berniat ingin bermain bersamanya, hanya anak laki-laki itu saja yang selalu setia menemaninya di kala sedih maupun senang.
Anak laki-laki itu bertubuh gemuk sehingga Ratna sering mengerjai anak tersebut. Hingga mereka berpisah saat Ratna di angkat oleh nyonya besar Linda.
Anak pria tersebut terus mengejar mobil yang membawa Ratna, kemudian anak kecil itu melempar sebuah boneka kesayangannya yang selama ini selalu menemaninya setiap saat, yaitu boneka pororo warna kuning.
"Gimana kabarmu, apa kamu masih tinggal di panti asuhan atau juga sudah mendapatkan orang tua angkat? Saya berharap agar kamu mendapatkan orang tua angkat yang baik dan jangan seperti saya," batinnya Ratna Antika Monata.
__ADS_1
Ratna masih betah duduk di kap mobilnya hingga pukul 12 malam, suasana sudah nampak sepi cahaya bulan dan bintang terasa semakin terang benderang. Sudah banyak gigitan nyamuk yang Ratna rasakan tapi masih enggan untuk berdiri.
Hpnya Ratna berbunyi tanda ada panggilan masuk ke hpnya tapi Ratna jenuh untuk mengangkat teleponnya. Hingga hp itu lelah sendiri untuk kembali berdering lagi.
Ratna ingin membeli sekaleng minuman bersoda, tapi niatnya tiba-tiba terhenti karena uang yang ada di dompetnya habis tak tersisa karena tadi dirinya menyumbangkan sisa uangnya ke panti asuhan tempat dia dibesarkan.
Ada orang tua yang kebetulan meminta-minta kepada nya, sehingga Ratna terpaksa hanya tersenyum sedikit kecewa. Dia kemudian berdiri dan meluruskan otot-ototnya yang agak kaku saking lamanya duduk di atas mobilnya.
Ratna kemudian melajukan mobilnya tidak tentu arah hingga mobilnya tiba-tiba berhenti dengan suara rem yang nyaring bunyinya di tengah malam yang sunyi. Di tengah jalan yang sunyi dan di sekitar jalan raya tidak ada satupun rumah penduduk yang berada di sekitar jalan tersebut.
Suasana semakin sepi ditambah dengan penerangan yang kurang memadai karena jalan tersebut sudah jauh dari perkotaan dan daerah yang terkenal dengan preman yang suka membegal pengendara maupun warga masyarakat yang sedang melewati jalan tersebut.
"Mau cari mati orang ini kah? apa dia sudah bosan hidup atau sudah tidak ingin memakai pakaian baru di hari lebaran!" Geramnya.
__ADS_1
Ada tiga sepeda motor yang tiba-tiba menghadang laju mobilnya Ratna dan mereka berjumlah sekitar enam orang dengan perawakan yang cukup menyeramkan.