
Zoe dan Key saling bertatapan dan menaikkan alis mereka tanda untuk terus-menerus menggoda Amanda hingga mau berterus terang di depan mereka.
Zoe dan Keyna semakin berulah dan mengerjai Amanda, mereka suka melihat wajah Amanda yang menurut mereka lucu dan polos jika sedang terpojok.
Amanda beringsut ke belakang hingga punggungnya membentur pintu. Key dan Zoya pun ikut maju sehingga wajah mereka semakin dekat saja.
"Ayolah katakan pada Kami apa yang Kamu sembunyikan dari Kami?" Key semakin maju dan wajahnya seperti seorang polisi yang sedang mengintrogasi pelaku kejahatan.
"Aku bilang tidak ada Kok Kakak, Amanda tidak lakukan apapun kok," tegas Amanda yang berkilah agar tidak ketahuan oleh kedua sepupunya yang paling Kepo.
Keduanya saling berpandangan dan saling memberikan kode untuk semakin gencar menggoda Amanda. Mereka dalam mode mengerjai gadis yang baru mengenal cinta yang langsung di persunting.
"Kalau tidak mau jujur baiklah kalau begitu Aku akan telpon Papi du....," ucapan Key terpotong karena Amanda sigap secepat kilat langsung menutup mulutnya Key menggunakan tangannya.
"Jangan lah Kakak, baiklah Amanda akan bicara sejujurnya, tapi Kakak harus janji Kakak tidak akan bicara dengannya Papi Mark?" harap Amanda.
__ADS_1
Tubuhnya yang sudah terpojok dan ketakutan jika Key kakaknya yang hanya beda sebulan itu menjelaskan semuanya kepada Papinya.
"Amanda pasti akan malu dan jadi bahan Bullyan di antara mereka jika tidak jujur.," Amanda kembali membatin.
Key dan Zoe kembali saling bertatapan dan tertawa bersama penuh kemenangan.
"Tadi Mas....." ucapan Amanda kembali terpotong karena tidak yakin dan ragu dengan keputusannya.
"Mas.... Mas bakso atau Mas siapa nih?" tanya Zoya yang pura-pura tidak mengerti.
"Mas Agung mencium keningku," ucap Amanda yang sangat cepat saat mengeluarkan perkataannya kemudian saat Key dan Zoya saling berpandangan Amanda memanfaatkan hal tersebut kemudian berlari sangat kencang menaiki undakan tangga.
Key dan Zoe Saldana terbengong melihat langkah seribu yang diambil oleh Amanda, mereka semakin tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari Amanda.
Tawa mereka sudah hampir mengocok perut mereka saking kerasnya tawa mereka. Mereka memegang perut saking lucunya tingkah absurd dari Amanda.
__ADS_1
"Ya ampun Amanda tidak disangka akan bertingkah seperti itu padahal hanya ciuman di keningnya saja sudah buat dia kelabakan hahaha," ucap Key.
"Ini semua gara-gara Kamu sih yang punya ide untuk kerjain Amanda hahahaha," tawa Zoya lebih besar dari Key.
Amanda terus melangkahkan kakinya hingga ke dalam kamarnya, lalu segera mengunci rapat pintunya, ia tidak ingin kedua saudaranya itu kembali mengerjainya. Amanda nafasnya ngos-ngosan saking kencang larinya.
"Semoga saja mereka tidak mendengar perkataanku tadi, Aku pasti sangat Malu jika mereka mengetahuinya," gumamnya.
Ia lalu menyandarkan tubuhnya ke pintu lalu menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya.
Wajahnya memerah menahan rasa grogi dan malunya. Jatuh cinta berjuta rasanya yah Amanda. Mereka juga itu sudah jatuh cinta, cuma bedanya mereka pintar akting untuk menutupi dari hadapan kalian.
Sayangnya hanya othor yang tahu jika tidak Amanda akan membalas untuk membully mereka.
Alexander Agung baru saja memarkirkan mobilnya lalu berjalan ke arah pintu rumah minimalis modernnya, hingga ada yang langsung memeluk pinggangnya dari belakang dengan penuh kemesraan.
__ADS_1
"Sayang," pekik seorang dari arah belakang yang langsung memeluk tubuh tegap, tinggi berotot milik Agung si dosen muda.