Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 271


__ADS_3

"Ternyata papi yang menyuruh kamu untuk pulang, tapi apa kamu sudah tahu kalau papi sudah menikah lagi?" tanya Arman yang berjalan ke arah Ratna.


"Aku sudah mengetahuinya dan aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau itu kemauan papi sendiri," keluhnya Ratna Antika Monata.


Ratna terkejut melihat kondisi Arman yang sudah bisa berjalan sendiri dengan lancar tanpa bantuan apa-apa.


"Ternyata Kakak sudah bisa jalan tapi tadi bilangnya sama itu perempuan kakak belum bisa jalan," sarkas Ratna Antika Monata yang hanya geleng-geleng kepala dengan modus kakak angkatnya..


"Apa pun yang akan aku lakukan untuk mendapatkan hatinya walaupun aku harus membeli seluruh isi dunia dan walau pun dunia menolak, aku akan tetap memperjuangkan cintaku untuk bersamanya," jelas Arman yang berjalan ke arah pintu untuk mengunci pintu kamarnya agar kebohongannya tidak terbongkar.


"Aku perhatikan Papi dan kakak sudah banyak berubah setelah kehadiran istri papi di rumah ini," tuturnya Ratna.

__ADS_1


"Alhamdulillah aku bahagia dengan kehadiran mama di sini Ratna, karena beliau lah aku bisa berubah seperti yang kamu lihat sekarang, dan ternyata beliau adalah Mama kandungku Ratna," imbuhnya Arman.


Ratna melirik ke arah Arman yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, "Ceritanya sangat panjang, tapi aku bersyukur dan bahagia terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat baik bahkan karena beliau aku bisa belajar agama dari dia, dan kamu harus tahu ibu Linda memanfaatkan kita selama ini untuk dijadikan alat untuk balas dendam kepada Bu Elisah dan bodohnya kita bisa termakan tipu dayanya," ungkap Arman panjang lebar.


"Kalau kakak adalah anak kandungnya papi Hendry dan mama Elisya sedangkan saya selamanya akan menjadi anak angkat saja," keluh Ratna yang mulai sedih.


"Sampai kapan pun kamu tetap lah' adikku dan tidak akan berubah sedikitpun, rasa sayangku padamu akan seperti ini, kamu adikku yang paling kuat dan mandiri tidak akan terganti sampai kapan pun," jelas Arman.


Sedangkan Karina yang biasanya terlihat tenang dan sabar ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Karina sudah memukul meninju bantalnya saking jengkelnya melihat Arman yang dipeluk oleh seseorang wanita cantik dan seksi.


"Ihh semua cowok itu sama saja, lihat body aduhai dan wajah glowing langsung keluar genitnya, aku akui cewek itu cantik tapi aku juga cantik," pujinya Karina yang berdiri di depan cermin besar yang ada di dalam kamarnya.

__ADS_1


Arman sudah duduk di kursi roda sambil di dorong oleh Ratna. Arman ingin mengajak Ratna bertemu langsung dengan Mama Elisabeth. Arman berharap keras kepala Ratna bisa dirubah kedekatannya dengan Mama Elisya.


Karena menurut Arman dia saja yang karakternya kasar, egois, pemarah bisa dirubah oleh mama Elisabeth hanya dengan perhatian tulus yang beliau berikan. Kursi Arman didorong oleh Ratna hingga ke ruang tengah tempat biasa mereka berkumpul.


rman dat Ratna sudah sepakat dengan rencana Arman yang menutupi kenyataan kalau dirinya sudah sembuh sebelum Karina menyatakan perasaannya terhadap Arman. Arman pun meminta izin kepada mamanya untuk membantunya merahasiakan hubungannya dengan Ratna yang saudara di depan Karina.


Pak Hendri lalu melepaskan pelukannya lalu memegang dua lengan istrinya kemudian menatap ke dalam ke dua mata Istrinya. Mama Elisabeth semakin menangis tersedu-sedu. Pak Hendry jadi kebingungan tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi.


Arman pun meminta kepada seluruh maid dan Security untuk tidak ada yang membuka rahasia mereka di depan Karina. Pandangan mata Ratna dan Nyonya Elisah saking berserobot.


Ratna dan Bu Elisabeth merasakan ada desiran aneh yang terjadi di dalam hati mereka. Ada perasaan aneh yang tidak bisa mereka gambarkan dari pandangan mereka.

__ADS_1


__ADS_2