Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 101


__ADS_3

Ujian dan cobaan apa pun itu akan terasa ringan jika mereka bahu-membahu menyelesaikan masalah itu. Mereka berjalan ke arah pintu kedatangan, Zoeya yang berjalan paling di belakang.


Awalnya dia yang paling duluan berjalan, tapi karena ada sesuatu hal yang membuatnya berbalik dan kembali ke dalam pesawat. Dia terburu-buru berjalan menuju pesawat sehingga tidak memperhatikan kondisi jalan yang dilaluinya.


Dia berjalan tergesa-gesa dan semakin mempercepat langkahnya. Hingga langkahnya terhenti, karena ujung sendal yang dipakainya masuk ke dalam lobang drainase air. Dia tersenyum melihat ujung paling bawahnya sendalnya.


"Ya Allah, kenapa juga ini sendal harus masuk segala sih?" bukannya marah yang berujung berbagai macam omelan tapi malahan Zoe hanya tersenyum melihat nasib sendalnya.


Zoe sudah berusaha untuk menarik kakinya agar sendalnya terlepas dari dalam lubang itu. Tapi sudah berulang kali dicoba tapi, hasilnya tetap sama saja. Zoe mulai membungkukkan sedikit tubuhnya untuk melepas sendalnya.


Tapi, baru ingin bungkuk, sebuah tangan yang putih, panjang menggeser tangannya Zoe. Dia jongkok di hadapan Zoe Saldana untuk melepas tali sendalnya, sedangkan Zoeya hanya terdiam mengamati apa yang dilakukan oleh pria itu.


Setelah beberapa saat lamanya, kaki putih, jenjang dan mulus itu sudah tidak memakai sendal lagi. Sang penolong tanpa aba-aba, dia menggendong tubuh Zoe tanpa ijin dan meminta persetujuan dari Zoe.


Zoe refleks mengalungkan tangannya ke leher pria itu. Hingga mata mereka saling bertemu dan bertatapan hingga mereka tidak berkedip sedikit pun.


"Elang," cicitnya.


"Iya ini Aku, bagaimana kabarmu cantik?" tanyanya sedangkan dia masih menggendong tubuh Zoe ala bridal style.


"Alhamdulillah, aku baik dan sangat baik malah,"jawabnya.


"Bagaimana kuliahmu, apa lancar saja?" tanyanya lagi di saat mereka sudah memasuki area Bandara.


Apa yang mereka lakukan menjadi sorotan dari semua mata pengunjung dan calon penumpang yang memadati Bandara. Zoe saking dibuat terpana dengan pemuda yang saat ini menggendong tubuhnya.


Dia tidak menyadari arti dari tatapan mereka yang ada di sekelilingnya. Terutama dari anggota keluarganya yang sedari tadi menunggu kedatangannya.


"Alhamdulillah lancar, tapi sedikit kurang seru sih," balasnya.


"Kenapa?" tanyanya yang tidak mengalihkan pandangannya ke arah Lurus ke depan.


"Karena tidak ada bapak," terangnya.


"Serius?"


"Tentu saja, Saya sangat serius dengan apa yang saya katakan," ucapnya.


Mereka berbincang santai hingga ke hadapan Keluarganya. Nafas Elang sama sekali tidak ngos-ngosan, padahal jarak yang ditempuh dari Landasan pesawat hingga ke ruangan arrival kedatangan.


Elang hanya tersenyum menanggapi tatapan tajam dan menelisik dari seluruh anggota keluarganya, terutama Keluarganya yang laki-laki.


Elang berseru membuat lamunannya Zoe terhenti dan menyadari jika dirinya sudah berada di tengah-tengah keluarganya.

__ADS_1


Zoe ingin turun dari gendongan Elang, tapi Elang malah menahannya hingga Delia dan emak-emak lainnya hanya tersenyum melihat anak muda yang ada di depannya yang sedang dimabuk asmara.


Dengan perlahan Elang menurunkan tubuh Zoe tepat di hadapan Arya. Lalu asisten pribadinya segera menyodorkan sebuah paper bag berwarna kuning kuning pucat ke hadapan Elang.


Paper bag tersebut berisi sebuah sendal yang sangat cantik dan pas dipakai di kakinya Zoeya. Yang nantinya akan menambah kecantikan dan melengkapi penampilannya.


Apa yang dilakukan Elang membuat orang-orang berdecak kagum. Menurut mereka apa yang dilakukan oleh Elang sangat romantis dan membuat hati para wanita jomblo berteriak meronta-ronta meminta ingin diperlakukan seperti itu juga.


Elang memasangkan sendal tersebut dan sangat pas di kakinya Zoe. Elang masih berlutut di hadapan Zoe. Bahkan ada sebuah kotak buludru yang dia pegang di arahkan ke hadapan Zoe.


Zoya terbelalak melihat sebuah cincin Emas murni 24 Karat yang bertahtakan berlian yang sangat cantik.


"Mau kah Kamu menjadi istriku sekaligus menjadi Ibu dari anak-anakku?"


Ke dua matanya melebar, mulutnya menganga membulat sempurna. Saking tidak percayanya mendengar perkataan dari Elang.


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahan ku


Dan bila nanti engkau di sampingku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Ku berharap engkau lah

__ADS_1


Jawaban segala risau hatiku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


miliki aku dengan segala kelemahan ku


Dan bila nanti engkau di di sampingku


Jangan pernah letih untuk mencintaiku.


...****************...


Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...



dilema diantara dua pilihan


cinta dan dendam


pelakor pilihan


hanya sekedar pengasuh


cinta ceo pesakitan


ketika kesetianku dipertanyakan


menggenggam asa


cinta kedua ceo


kau hanya milikku



Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...


Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...

__ADS_1


__ADS_2